4 Efek Samping Makan Besar Saat Berbuka Puasa

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
11 Mei 2020 13:01
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi makan saat berbuka puasa. Foto: iStock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makan saat berbuka puasa. Foto: iStock
ADVERTISEMENT
Berbuka puasa menjadi momen yang ditunggu saat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Itu menjadi kesempatan agar tubuh kembali mendapatkan asupan makanan dan minuman setelah berpuasa selama 12 jam.
ADVERTISEMENT
Sayangnya, masih banyak orang yang menjadikan berbuka puasa sebagai momen balas dendam setelah seharian menahan lapar. Akibatnya, makan dengan porsi besar saat baru berbuka PUN tidak terhindarkan. Padahal, ini adalah cara yang salah karena bisa menyebabkan berat badan naik.
Selain berat badan, ada beberapa efek samping dari langsung makan besar saat berbuka puasa. Simak ulasannya berikut ini.

Kantuk

Saat buka puasa, biasanya orang akan mengonsumsi banyak makanan dan minuman yang mengandung gula. Selain itu, karbohidrat juga kerap menjadi salah satu menu dari makan besar.
Bila terlalu banyak mengonsumsi keduanya saat buka puasa, tubuh akan cepat lemas dan mengantuk. Aktivitas lainnya seperti sholat Tarawih pun bakal ikut terganggu jika mengantuk.
ADVERTISEMENT

Gerd

Makan berat saat berbuka puasa juga dapat menyebabkan kondisi sesak nafas. Itu lambung terisi banyak makanan dan membuatnya naik ke esofagus atau kerongkongan.
Kondisi tersebut juga dikenal dengan Gerd (gastroesophageal reflux disease). Salah satu gejalanya adalah heartburn atau lebih dikenal dengan istilah nyeri ulu hati. Kondisi ini ditandai dengan rasa sakit atau panas seperti terbakar yang muncul pada dada dan bisa menjalar hingga ke leher.

Begah

Saat mengonsumsi makanan dua kali lipat atau lebih dari biasanya, lambung akan mengembang seperti balon. Akibatnya, perut bisa terasa begah dan tidak nyaman karena menjadi melar melebihi kapasitas normalnya.
Lama atau tidaknya durasi rasa begah tersebut bergantung pada jenis makanan yang dikonsumsi. Makanan berlemak dan kaya serat akan lebih sulit untuk dicerna dibanding jenis makanan lainnya.
ADVERTISEMENT

Muntah

Tak hanya merasa begah, saat lambung diisi terlalu banyak makanan juga bisa menyebabkan muntah. Pasalnya, lambung tidak bisa menampung makanan terlalu banyak dan terlalu berat dalam satu waktu. Tak menutup kemungkinan makanan tersebut akan dipaksa keluar oleh tubuh.
(Rav)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·