4 Fakta Kota Pompeii, Kota Makmur yang Terkubur Ribuan Tahun

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Baru-baru ini, Kementerian Kebudayaan Italia mengumumkan penemuan dua jasad pria korban letusan gunung Vesuvius yang meluluhlantakkan kota Pompeii pada 79 M. Melansir Associated Press, salah satu jasad pria tersebut diperkirakan berumur 18 hingga 25 tahun dan merupakan seorang budak yang melakukan kerja kasar.
Ini terlihat dari sejumlah tulang belakangnya yang mengindikasi adanya kerusakan. Sedangkan jasad pria lainnya diperkirakan berumur antara 30 hingga 40 tahun. Ia masih memiliki bekas jubah wol di bagian leher.
Eksplorasi di Kota Pompeii selalu berhasil menarik perhatian warga dunia. Sebab, Pompeii bukan hanya bukti dahsyatnya kehancuran yang dapat diakibatkan oleh letussan gunung berapi, tetapi juga karena Kota Pompeii merupakan subyek dari banyak legenda.
Untuk Anda yang ingin memahami lebih jauh seputar Kota Pompeii, berikut deretan fakta menariknya untuk Anda:
Pompeii, Kota yang Makmur
Pompeii adalah kota zaman Romawi Kuno yang terletak 23 km di tenggara Napoli, Italia. Sebelum hancur oleh bencana, Pompeii merupakan kota yang makmur. Melansir HISTORY, pada pergantian abad pertama Masehi, kota Pompeii menjadi resor bagi warga Roma yang kaya raya.
Rumah dan vila elegan berjejer di jalan. Dikutip dari History Extra, diperkirakan terdapat sekitar 200 kafe dan bar di kota Pompeii. Posisi strategisnya sebagai kota penghubung perdagangan dan jalur transportasi membuat banyak orang mampir ke Pompeii untuk bersenang-senang.
Erotisme Kota Pompeii
Artefak-artefak yang ditemukan di Pompeii menunjukkan bagaimana erotisme merupakan denyut dari kehidupan masyarakat kota tersebut. Phallus atau penis ereksi dianggap sebagai simbol keberuntungan. Itulah mengapa phallus muncul dalam berbagai karya seni di Pompeii.
Analisis arkeolog University of Cambridge, Professor Andrew Wallace-Hadrill, menyebutkan bahwa artefak dan bangunan di Pompeii mengindikasikan prinsip masyarakat yang begitu menggandrungi seks. Di Pompeii terdapat beberapa rumah bordil dengan serangkaian lukisan erotis.
Pertanda yang Terabaikan
Bencana yang menerjang Kota Pompeii tidak terjadi dalam sekejap mata. Sebenarnya telah terdapat tanda-tanda bahwa bencana besar akan terjadi. Catatan Pliny the Younger, salah satu korban selamat dari peristiwa naas tersebut memberi gambaran seperti apa keadaan Pompeii sebelum gunung Vesuvius meletus.
Dalam suratnya, Pliny the Younger menyebut bahwa terjadi serangkaian gempa bumi di daerah tersebut beberapa hari sebelum Gunung Vesuvius meletus.
“Selama beberapa hari yang lalu telah terjadi gempa bumi yang tidak terlalu mengkhawatirkan karena sering terjadi di Campania. Namun malam itu guncangannya begitu dahsyat sehingga segala sesuatunya terasa tidak hanya diguncang, tetapi juga terbalik,” tulisnya.
Dikutip dari 12News, 16 tahun sebelumnya, gempa besar mengguncang Campagnia dan menyebabkan kerusakan berat di Pompeii. Melansir dari HISTORY, penduduk di sekitar gunung berapi telah lama belajar untuk hidup dengan lingkungan mereka yang mudah berubah.
Bahkan setelah gempa bumi besar, orang-orang masih berbondong-bondong ke Pompeii. Pompeii semakin ramai setiap tahun.
Terkubur Selama Ribuan Tahun
Abu vulkanik Vesuvius menyapu habis Pompeii dan mengubur kenangan tentang kota kecil yang makmur tersebut dari peradaban. Dari 16.000 korban tewas, 2000 di antaranya adalah masyarakat Pompeii.
Sisa-sisa kota Pompeii tidak ditemukan sampai abad ke-16 dan penggalian terorganisir baru dimulai sekitar tahun 1750. Para peneliti menemukan bahwa abu vulkanik berfungsi sebagai pengawet alami yang luar biasa.
Keadaan Pompeii hampir persis seperti 2.000 tahun sebelumnya, termasuk jasad-jasad yang terkubur di sana. Pompeii kini menjadi tujuan pariwisata terkenal di Italia.
(ERA)
