4 Khutbah Jumat 1 Muharram yang Penuh Makna bagi Umat Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahun baru Islam diperingati setiap tahun pada tanggal 1 Muharram. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menyambut bulan istimewa ini, salah satunya dengan menyampaikan atau menyimak khutbah Jumat bertema Muharram.
Khotbah merupakan bagian penting dalam pelaksanaan salat Jumat. Bagi khatib yang bertugas, referensi khutbah Jumat tentu akan memudahkannya dalam menyusun naskah yang berisi dan menginspirasi.
Khutbah Jumat 1 Muharram
Menurut penjelasan Ida Fitri Shohibah (2012:8) dalam buku Mengenal Nama Bulan dalam Kalender Hijriyah, Muharram merupakan tahun baru Islam dimulai dari peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah.
Itu mengapa Muharram dianggap sebagai menjadi salah satu bulan yang paling utama dalam Islam dan memiliki banyak keistimewaan. Jadi, topik mengenai Tahun Baru Islam 1 Muharram akan sangat cocok untuk memperdalam tingkat keimanan umat Muslim.
Berikut ini adalah empat contoh khutbah Jumat 1 Muharram dari berbagai sumber yang bisa dijadikan inspirasi bagi para khatib.
1. Khotbah 1
Berikut contoh teks khutbah Jumat 1 Muharram yang dikutip dari buku Materi Khutbah Jumat Sepanjang Tahun oleh Muhammad Khatib, S.Pd.I, (2018: 9-14):
الْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنُ، اللّهُمَّ فَصَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ، فَأُوْصِيْنِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ حَقَّ تُقَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
Maasyiral muslimin rahimakumullah. Pada kesempatan yang penuh berkah ini. Saya berpesan, marilah kita semua berusaha meningkatkan takwa kepada Allah Swt. Dengan cara mengerjakan semua perintah-Nya, dan menjauhi segala larangannya.
Jemaah Jumat yang dirahmati Allah. Tidak terasa saat ini kita memasuki bulan Muharram, bulan pertama dalam kalender Hijriah. Sesungguhnya, Muharram merupakan bulan yang muliakan Allah.
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus. Maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (Taubah: 36)
Di antara dua belas bulan dalam kalender Hijriah, ada empat bulan yang disebut "asyhurul hurum" (bulan yang haram), yaitu bulan Zulkaidah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab. Bulan ini memiliki kemuliaan.
Keutamaan itu sebaiknya diisi dengan ber-bagai amalan ibadah yang bernilai. Adapun ibadah yang paling dianjurkan adalah berpuasa.
Amalan ini di dasarkan pada beberapa hadis Nabi saw: "Aku berharap pada Allah dengan puasa Asyura ini dapat menghapus dosa selama setahun sebelumnya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Puasa Muharram dapat dilakukan dengan beberapa pilihan. Pertama, berpuasa tiga hari yaitu tanggal 9, 10 dan 11 Muharram. Kedua, berpuasa pada 9 dan 10 atau 10 dan 11. Ketiga, puasa pada tanggal 10 saja.
Semoga Allah senantiasa memberikan kita taufik, sehingga kita tetap teguh memegang kebenaran, memperbaiki diri, dan menjauhi perbuatan maksiat yang bisa menodai hati kita.
2. Khutbah 2
Berikut contoh teks khutbah Jumat 1 Muharram yang dikutip dari buku Khutbah Jumat 7 Menit Tuntunan & Kumpulan Khutbah Berdasarkan Aqidah Ahlussunah Waljamaah oleh K.H. Marzuqi Mustamar (2023):
Kaum muslimin rohimakumullah. Kita harus bersyukur kepada Allah SWT yang memberi anugerah kepada kita, berupa iman dan islam. Lebih dari itu, kita juga bersyukur kepada Allah SWT memberi anugerah kepada kita Islam Ahlussunah Waljamaah yang memang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW.
Di antara ada bermacam-macam aliran Islam, ada Islam mu’tazilah, ada aliran kebathinan, ada kejawen dan ada banyak yang lain lagi. Kita bersyukur karena Allah SWT mempertemukan kita kepada kiai-kiai, yang Ahlussunah Waljamaah, sehingga dari kiai-kiai, habaib-habaib dan guru-guru Ahlussunah, kita mewarisi Islam murni dari Rasulullah SAW.
Kita dipertemukan dengan lembaga-lembaga Pendidikan, madrasah, diniyah, TPQ dan seterusnya yang berhaluan Islam Alsunnah Waljamaah, Alhamdulillah, kita juga ditakdir ada di organisasi Ahlussunah Waljamaah, Nahdlotul Ulama. Meskipun sekedar menjadi anggota.
Kaum muslimin rohimakumullah, ini merupakan kenikmatan yang luar biasa. Andai kita islam namun tidak ikut Ahlussunag Waljamaah, mungkin dhohirnya Islam tapia da sekian banyak point yang bertentangan dengan ajaran Rasulullah SAW.
Padahal prinsipnya, siapa yang sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW maka dia akan selamat dan siapa yang menyimpang dari ajaran Rasulullah SAW, maka dia akan celaka.
3. Khutbah 3
Berikut contoh teks khutbah Jumat 1 Muharram yang dikutip dari buku Kumpulan Lengkap dan Praktis Khutbah Jum'at & Hari Besar Islam Sepanjang Tahun oleh Ustadz Much. Zaenuri Nur (2018):
Pada kesempatan yang penuh kebahagiaan dan persaudaraan ini, saya berpesan khususnya kepada diri saya dan umumnya kepada jamaah. Marilah kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan cara melaksanakan semua perintah-Nya dan menjahui segala larangan-Nya.
Saat ini kita telah memasuki bulan Muharram, yang berarti kita memulai lagi Tahun Baru Islam. Saat ini, kita seperti membuka lembaran baru dalam hidup kita, lalu segera mengisinya sesuai rencana. Namun sebelum mengisi lembaran baru tersebut, ada baiknya kita merenungkan apa yang sudah kita lakukan di tahun lalu.
Jika kita sudah berbuat baik, maka di tahun ini hendaknya lebih ditingkatkan lagi, dan bila di tahun lalu kita melakukan sesuatu yang kurang bermanfaat atau bahkan merugikan, maka hendaknya di tahun ini tidak mengulanginya lagi.
Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barang siapa hari ini lebih dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi, dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang celaka."
Hadis di atas mengisyaratkan agar kita berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Tahun ini harus lebih baik daripada tahun lalu dalam segala hal, terutama dalam urusan ibadah.
Tentunya kita tidak ingin semakin bertambahnya umur semakin sedikit kebaikan yang kita perbuat. Kita juga pasti tidak mau hidup yang sangat singkat ini menjadi sia-sia, sehingga kita tidak punya bekal untuk perjalanan akhirat.
Baca juga: Istilah Memberikan Nasihat kepada Pendengar untuk Meningkatkan Ketakwaan
4. Khutbah 4
Berikut contoh khutbah Jumat 1 Muharram berjudul Merenungi Makna dan Hikmah Hijrah oleh Muhammad Faizin (2023) yang dikutip dari laman NU Online:
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat rahimakumullah. Saat ini kita berada di bulan Muharram yang merupakan bulan pertama dalam kalender Islam.
Dijadikannya Muharram sebagai bulan pertama tahun hijriah tidak terlepas dari sejarah fenomenal yang dialami oleh Nabi Muhammad yakni peristiwa hijrah atau pindahnya Nabi bersama sahabat-sahabatnya dari Kota Makkah ke Madinah.
Hijrah yang dilakukan Nabi ini merupakan perintah Allah swt dan menjadi momentum kebangkitan umat Islam dari penindasan dan ketidakberdayaan yang dialami bertahun-tahun di Makkah.
Oleh karena itu, pada khutbah kali ini, khatib mengajak kepada seluruh jamaah untuk merenungi kembali makna dan hikmah yang terkandung dalam peristiwa hijrah dengan meresapi pesan-pesan moral yang terkandung di dalamnya sekaligus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Secara harfiah, hijrah bisa dimaknai ‘berpindah’. Berpindah dalam konteks hijrah tidak bisa dimaknai sebagai perpindahan secara fisik semata.
Namun lebih dari itu, hijrah yang dilakukan Nabi merupakan perpindahan yang memiliki dimensi spiritual dalam rangka membangun masa depan umat Islam yang lebih baik di berbagai sektor kehidupan.
(SLT)
