Konten dari Pengguna

4 Kultum tentang Isra Miraj dengan Beragam Tema

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi peringatan Isra Miraj. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi peringatan Isra Miraj. Foto: Pexels

Peringatan Isra Miraj kerap diwarnai dengan berbagai kegiatan, salah satunya adalah penyampaian kultum. Kultum tentang Isra Miraj bertujuan untuk mengingatkan umat Muslim tentang makna dan hikmah dari perjalanan istimewa Nabi Muhammad saw.

Isra Miraj merupakan peristiwa penting yang diperingati setiap tanggal 27 Rajab. Menurut kalender Masehi, Isra Miraj pada tahun ini jatuh pada tanggal 27 Januari 2025.

Jika mendapat tugas untuk menyampaikan kultum, Anda bisa menyimak contoh kultum Isra Miraj berikut ini sebagai referensi.

Contoh Kultum Isra Miraj

Ilustrasi contoh memberikan kultum saat acara Isra Miraj. Foto: Unsplash

Dikutip dari buku 52 Kultum Favorit untuk Muslimah oleh Zakiah Nur Jannah dan Noor Hafild (2023), kultum adalah akronim kuliah tujuh menit, artinya ceramah yang disampaikan dengan durasi singkat.

Kultum umumnya disampaikan dalam berbagai acara keagamaan sebagai sarana komunikasi untuk menyampaikan pesan-pesan agama Islam. Sebagai referensi, berikut adalah beberapa contoh kultum Israj Miraj yang dihimpun dari berbagai sumber:

1. Peristiwa Isra Miraj Tonggak Sejarah Perintah Sholat Lima Waktu - KemenpanRB

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Para hadirin yang terhormat,

Peristiwa Isra Miraj adalah kejadian yang sulit diterima akal manusia, namun sebagai umat Muslim, kita wajib meyakininya. Setelah peristiwa itu, Rasulullah saw menceritakan pengalamannya kepada kaum Muslimin dan masyarakat Makkah, namun banyak yang meragukannya, termasuk kaum kafir Quraisy.

Abu Lahab bahkan mengejeknya. Namun, Abu Bakar Shiddiq membenarkan peristiwa tersebut dan meyakini kebenarannya, sehingga ia diberi gelar As-Siddiq. Isra Miraj menjadi ujian bagi keimanan kaum Muslimin pada waktu itu, karena bagaimana mungkin seorang manusia bisa pergi dari Makkah ke Palestina dan naik ke Sidratul Muntaha dalam semalam.

Namun, dengan iman, kita percaya tidak ada yang mustahil bagi Allah Swt, seperti yang dijelaskan dalam Surah Al-Isra ayat 1. Isra Miraj menandai dimulainya kewajiban sholat lima waktu. Dalam peristiwa ini, Rasulullah saw diperjalankan dari Makkah ke Palestina, lalu dinaikkan ke Sidratul Muntaha untuk melihat kekuasaan Allah.

Pada peristiwa ini, sholat lima waktu diwajibkan bagi umat Muslim. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan kualitas ibadah sholat kita melalui peringatan Isra Miraj ini, agar sholat yang kita lakukan dapat memperbaiki perilaku dan mencegah perbuatan keji, sebagaimana firman Allah dalam Surat Al-Ankabut ayat 45.

Baca juga: 2 Kultum Singkat tentang Bersyukur yang Bisa Jadi Referensi

2. Isra Miraj sebagai Sarana Intropeksi untuk Memperkuat Keimanan - Kemenag Kalsel

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Alhamdulillah, pada kesempatan ini, marilah kita bersama-sama merenungkan dan mengingat salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam, yaitu Isra dan Miraj.

Peristiwa Isra Mi'raj tidak hanya memiliki dimensi religius spiritual, tetapi juga dimensi geopolitik global. Dimensi religius spiritual terkait dengan kewajiban salat lima waktu, sementara dimensi geopolitik global terkait dengan pencabutan mandat dari Bani Israil dan pengalihan kepemimpinan spiritual serta politik Yerusalem kepada Nabi Muhammad saw.

Peringatan Isra Miraj yang diadakan setiap tahun, selain untuk merayakan syiar Islam, juga bertujuan untuk memperkuat keimanan dan keyakinan umat Islam kepada Allah Swt. Peringatan ini diharapkan dapat memperkuat sikap istiqamah dalam meneladani perjuangan Rasulullah Saw.

Isra dan Miraj yang dialami Rasulullah dilakukan dengan ruh dan jasad dalam waktu kurang dari satu malam. Jika dilihat dari sudut pandang akal dan nalar manusia yang terbatas, peristiwa ini tentu tampak irasional. Namun, itulah yang disebut mukjizat, yang menunjukkan kekuasaan Allah Swt yang melampaui logika manusia.

Peristiwa Isra Miraj mewajibkan umat Islam untuk melaksanakan salat lima waktu sebagai sarana komunikasi langsung dengan Allah Swt. Selain itu, peristiwa ini juga memberikan pencerahan jiwa dan semangat bagi Rasulullah dalam menghadapi berbagai tantangan, baik dalam menyebarkan syiar Islam maupun dalam membangun kehidupan masyarakat.

Dengan demikian, Isra Miraj bukan hanya merupakan transformasi spiritual, tetapi juga transformasi sosial. Transformasi spiritual mengajarkan kita untuk selalu taat, tunduk, dan bertakwa kepada Allah Swt, sementara transformasi sosial mendorong kita untuk terus melakukan perubahan; dari kesalahan menuju kebaikan, dari kegelapan menuju cahaya, dan dari keterbelakangan menuju kemajuan.

3. Isra Miraj: Menyadari Keagungan dan Kebesaran Allah

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kita sebagai umat Islam memiliki kekayaan spiritual yang luar biasa dalam peristiwa Isra Miraj. Ketika Rasulullah saw melakukan perjalanan ke langit ketujuh, kita diajarkan untuk menyadari keagungan dan kebesaran Allah Swt.

Isra Miraj mengajarkan kepada kita betapa besar dan luar biasanya kekuasaan-Nya. Dari peristiwa ini, kita dapat belajar untuk selalu merenungkan kebesaran Allah dalam segala hal yang kita lakukan. Mari kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kita, serta selalu mengingat dan mengagungkan Allah swt dalam setiap langkah hidup kita.

Semoga kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran berharga dari peristiwa Isra Miraj ini untuk meningkatkan keimanan dan kualitas hidup kita. Amin. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

4. Isra dan Mikraj, Peristiwa Luar Biasa

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Alhamdulillah, pada hari ini kita diberi kesempatan untuk membahas sebuah peristiwa yang sangat luar biasa yang dialami oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu Isra dan Mikraj.

Isra dan Mikraj terjadi dalam satu malam, di mana Rasulullah dibawa oleh malaikat Jibril dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Baitul Maqdis, yang disebut sebagai Isra. Di sana, Rasulullah bertemu dengan para nabi sebelumnya dan melaksanakan salat bersama, yang menunjukkan betapa pentingnya persatuan umat Islam.

Setelah itu, Rasulullah melanjutkan perjalanan Mikraj, yaitu naik ke langit. Melalui tujuh lapisan langit, beliau bertemu dengan para nabi dan akhirnya berada di hadapan Allah. Di sana, Allah menetapkan kewajiban salat lima waktu bagi umat Islam.

Dari peristiwa Isra dan Mikraj, kita bisa mengambil beberapa pelajaran. Pertama, kita diajak untuk mengagumi kebesaran Allah melalui perjalanan malam Rasulullah. Kedua, kita diingatkan tentang pentingnya persatuan umat Islam dalam melaksanakan salat. Ketiga, kita harus merenungkan kewajiban salat sebagai cara untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Semoga kita dapat meneladani Rasulullah dan meningkatkan kualitas salat kita. Mari kita bersyukur atas nikmat ini dan terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah dalam setiap langkah hidup kita.

Terima kasih. Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

(RK)