Konten dari Pengguna

4 Puisi Paskah Modern Karya Penyair Indonesia

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi paskah. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi paskah. Foto: Unsplash.

Paskah adalah hari suci bagi umat Kristen yang menandai kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Momen istimewa tersebut bisa dirayakan dengan berbagai cara, salah satunya membacakan puisi Paskah.

Paskah merupakan peristiwa agung saat Yesus Kristus bangkit setelah mati di salib untuk menebus dosa umat manusia. Peristiwa itu terjadi pada hari ketiga setelah ia wafat karena penyiksaan yang dilakukan oleh tentara Kekaisaran Romawi.

Mengutip Learn Religion, Yesus ditelanjangi, dicambuk, dan dipukuli dengan sangat kejam. Kepalanya dipasangi mahkota duri dan tangan serta kakinya dipancang dengan paku untuk ditempelkan pada kayu salib. Penderitaan tersebut ia lalui semata untuk umatnya.

Selain beribadah, umat Kristen juga bisa memperingati pengorbanan Sang Juru Selamat dengan merenungkan beberapa puisi bertema Paskah.

4 Puisi Paskah Modern

Ilustrasi paskah. Foto: Unsplash.

Berikut 4 puisi Paskah gubahan penyair-penyair ternama di Tanah Air yang dihimpun dari jurnal Sang Kristus dalam Puisi Indonesia Modern oleh Yoseph Yapi Taum.

1. Balada Penyaliban

Oleh: WS Rendra

Yesus berjalan ke Golgota

disandangnya salib kayu

bagai domba kapas putih

Tiada mawar-mawar di jalanan

tiada daun-daun palma

domba putih menyerap azab dan dera

merunduk oleh tugas teramat dicinta

Mentari meleleh

segala menetes dari lupa

dan leluhur kita Ibrahim

berlutut, dua tangan pada Bapa:

Bapa kami di sorga

telah terbantai domba paling putih

atas altar paling agung.

Bapa kami di sorga

berilah kami bianglala!

Ia melangkah ke Golgota

jantung berwarna paling agung

mengunyah dosa demi demi

dikunyahnya dan betapa getirnya.

Tiada jubah terbentang di jalanan

bunda menangis dengan rambut dan

debu dan menangis pula segala

perempuan kota

Perempuan!

mengapa kau tangisi diriku

dan tiada kau tangisi dirimu?

Air mawar merah dari tubuhnya

menyiram jalanan kering

jalanan liang-liang jiwa yang papa

dan pembantaian berlangsung

atas taruhan dosa.

Akan diminumnya dari tuwung kencana

anggur darah lambungnya sendiri

dan pada tarikan napas terakhir bertuba

Bapa, selesailah semua!

2. Celana Ibu

oleh: Joko Pinurbo

Maria sangat sedih

menyaksikan anaknya

mati di kayu salib tanpa celana

dan hanya berbalutkan sobekan jubah

yang berlumuran darah.

Ketika tiga hari kemudian

Yesus bangkit dari mati,

pagi - pagi sekali Maria datang

ke kubur anaknya itu, membawa

celana yang dijahitnya sendiri

dan meminta Yesus mencobanya

"Paskah?" tanya Maria.

"Pas!" jawab Yesus gembira

Mengenakan celana buatan ibunya,

Yesus naik ke surga

3. Leiden 12/10/78

Oleh: Subagio Sastrowardoyo

Mengapa selalu harus ada siksa

sebelum bisa terucap geliat nyawa

Dia yang disalib

ditusuk lambungnya dengan tombak derita

darahnya titik memurnikan sabda

Kebahagiaan melumpuhkan tenaga

berkata sebelum sama sekali bisu

Biar kujatuhkan diri dari menara

sehingga terlepas sengsara dalam

syair paling merdu

4. Himne

Oleh: Saini K. M.

Bahkan batu-batu yang keras dan bisu

Mengagungkan namaMu dengan cara sendiri

Menggeliat derita pada lekuk dan liku bawah sayatan khianat dan dusta.

Dengan hikmat selalu kupandang patungMu

Menitikkan darah dari tangan dan kaki dari mahkota duri dan sembulan paku

Yang dikarati dosa manusia

Tanpa luka-luka yang lebar terbuka

Dunia kehilangan sumber kasih

Besarlah mereka yang dalam nestapa

mengenalmu tersalib di dalam hati.

Baca Juga: Apa Itu Kamis Putih? Ini Sejarah dan Rangkaian Ibadahnya

(GLW)