4 Puisi tentang Paskah yang Penuh Makna dan Refleksi Iman

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hari Paskah menghadirkan makna iman yang mendalam bagi umat Kristen. Momen ini mengingatkan pada kebangkitan Yesus Kristus setelah wafat di kayu salib, sebuah peristiwa yang sarat akan harapan dan kemenangan.
Perayaan Paskah biasanya diisi dengan doa-doa dan pujian yang menjadi ungkapan syukur umat Kristen. Namun, makna perayaan Paskah juga bisa disampaikan lewat karya sastra seperti puisi.
Melalui puisi yang menyentuh hati, pesan Paskah menjadi lebih mudah direnungkan. Bagi yang sedang mencari puisi tentang Paskah, simak beberapa contohnya dalam artikel berikut!
Puisi tentang Paskah
Banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik dari peristiwa Paskah. Nilai tentang keikhlasan, harapan, serta kekuatan untuk bangkit kembali menjadi pesan yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
Dihimpun dari buku 100 Wisdoms For Enriching Your Soul oleh Xavier Quentin Pranata dan laman SABDA Paskah, berikut beberapa contoh puisi tentang Paskah yang dapat dijadikan inspirasi.
Puisi 1
Puisi Paskah
Karya Ulil Abshar Abdala
la yang rebah, di pangkuan perawan suci, bangkit setelah tiga hari, melawan mati.
la yang lemah, menghidupkan harapan yang nyaris punah.
la yang maha lemah, jasadnya menanggungkan derita kita.
la yang maha lemah, deritanya menaklukkan raja-raja dunia.
la yang jatuh cinta pada pagi, setelah dirajam nyeri.
la yang tengadah ke langit suci, terbalut kain merah
kirmizi: Cintailah aku!
Mereka bertengkar tentang siapa yang mati di palang kayu.
Aku tak tertarik pada debat ahli theologi.
Darah yang mengucur itu lebih menyentuhku.
Saat aku jumawa dengan imanku, tubuh nyeri yang tergeletak di kayu itu, terus mengingatkanku: Bahkan la pun menderita, bersama yang nista.
Muhammadku, Yesusmu, Krisnamu, Buddhamu, Konfuciusmu - mereka semua guru-guruku, yang mengajarku tentang keluasan dunia, dan cinta. Penyakitmu, wahai kaum beriman:
Kalian mudah puas diri, pongah, jumawa, bagai burung merak.
Kalian gemar menghakimi! Tubuh yang mengucur darah di kayu itu, bukan burung merak.
la mengajar kita, tentang cinta, untuk mereka yang disesatkan dan dinista.
Penderitaan kadang mengajarmu tentang iman yang rendah hati.
Huruf-huruf dalam kitab suci, kerap membuatmu merasa paling suci.
Ya, Jesusmu adalah juga Jesusku. la telah menebusku dari iman yang jumawa dan tinggi hati.
la membuatku cinta pada yang dinista! Semoga semua hidup berbahagia dalam kasih Tuhan.
Puisi 2
Jalan Salib
Karya Gembala Sion
Langkah-Mu tertatih menuju salib Golgota
Dengan badan penuh luka sayatan aniaya
Darah mengalir tercecer di mana-mana
Demi untuk keselamatan manusia
Pedih dan perih pasti terasa
Berkorban 'tuk menghapus dosa
Tak ada seorang yang membela
Semua mencerca dan mencela
Kini KAU telah rela mati
Tiga hari bangkit kembali
Hidup kekal telah diberi
Bagi mereka yang mengimani
Puisi 3
Sang Penyelamat
Karya Ayub Tanjung
Begitu besar kasih dan anugerah-Mu ya Allah
Tak kau pedulikan berapa besar kami salah
Sejauh timur dari barat kau lemparkan dosa
Darah-Mu membasuh tiap kami yang mau percaya
Kau menukar luka kami dengan menanggung derita
Kau menelan maut kami supaya kami tetap berharap
Salib-Mu melahirkan Injil yang membawa selamat
Membawa kabar selamat bagi seluruh umat percaya
Puisi 4
Lihat Salib
Oleh: Ayub Tanjung
Kala kumelihat Salib-Mu, di situlah aku merasa malu
Aku malu karena dulu kutak begitu tahu
Kini aku tahu, curahan anugerah dan kasih-Mu
Ya Allahku, kiranya kusetia dalam mengikuti jalan-Mu
Kematian-Mu membongkar segala kematianku
Kebangkitan-Mu membawaku dalam berkat-Mu
Siapa aku begitu berharga di dalam-Mu?
Engkau Allah tempat kediamanku
Baca Juga: 10 Lagu untuk Paskah yang Mengenang Kasih Yesus
(SA)
