4 Sifat RA Kartini yang Dapat Diteladani Para Perempuan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Raden Ajeng Kartini merupakan salah satu tokoh yang sangat inspiratif terutama bagi kaum perempuan. Beliau adalah pelopor dalam memperjuangkan kesetaraan gender dan hak asasi perempuan terutama untuk mendapatkan pendidikan.
Untuk menghargai jasa beliau, setiap tanggal 21 April pun diperingati sebagai Hari Kartini. Kisahnya juga pernah dituangkan dalam film layar lebar pada tahun 2017 lalu.
Menjelang peringatan Hari Kartini tahun 2020, beberapa sifat beliau berikut ini dapat diteladani kaum hawa.
Pantang Menyerah
Seperti yang sudah banyak diceritakan, RA Kartini adalah seorang wanita yang gemar menulis. Sayangnya, hasil tulisannya berkali-kali selalu dihalangi agar tidak diterbitkan dan disebarluaskan. Namun, Kartini tidak mudah menyerah begitu saja dan selalu menemukan cara untuk menerbitkan hasil tulisannya itu.
Berani Berbicara
Melalui karya tulisannya, RA Kartini juga menyuarakan apa yang dirasa serta dipikirkan. Sifat ini perlu diteladani oleh para perempuan untuk berani berbicara tentang apa yang dirasakan. Dengan mengungkapkan pikiran dan ide positif, mungkin saja bisa mengubah banyak hal dalam hidup.
Perhatian
RA Kartini selalu ingin mengangkat derajat perempuan agar setara dengan laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa beliau sangat perhatian pada orang lain bahkan yang tidak ada hubungan darah dengannya.
Sifat perhatian beliau patut diteladani oleh banyak orang. Misalnya memperhatikan hal-hal kecil di sekitar lingkungan untuk meningkatkan rasa empati ke sesama manusia.
Rela Berkorban
RA Kartini menjadi korban perjodohan oleh orangtuanya, walau sebenarnya beliau tak ingin dengan perjodohan tersebut. Ini menjadi tanda bahwa RA Kartini seseorang yang rela berkorban dengan meredam egonya dan patuh kepada kedua orangtua. Dalam masa sekarang, rela berkorban bisa diartikan untuk lebih mementingkan kepentingan bersama daripada pribadi.
(KA)
