Konten dari Pengguna

4 Tradisi Isra Miraj di Indonesia yang Masih Eksis, Ada Ngurisan hingga Me'eraji

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tradisi Isra Miraj di Indonesia (Pixabay).
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tradisi Isra Miraj di Indonesia (Pixabay).

Ada beragam tradisi Isra Miraj di Indonesia yang unik dan kental dengan nilai budaya. Bahkan, banyak yang masih dilestarikan dengan baik hingga saat ini.

Mengutip dari berbagai sumber, sedikitnya ada empat tradisi Isra Miraj di berbagai daerah di Indonesia yang masih eksis. Apa saja? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Ragam Tradisi Isra Miraj di Indonesia

Ilustrasi tradisi Isra Miraj di Indonesia (Unsplash).

1. Ngurisan

Tradisi ini dimiliki oleh masyarakat Sasak di Lombok. Dalam buku Travelicious Lombok karya Lalu Abdul Fatah, ngurisan adalah upacara cukur rambut bayi.

Upacara ini dilakukan agar rambut sang bayi dapat tumbuh lebih lebat. Selain itu, fisik bayi tersebut juga diharapkan lebih kuat dan tidak rentan sakit.

Menurut Idail Uzmi Fitri Umami dan Muhammad Sobri dalam buku Revitalisasi Tradisi Mengancang Dulang dan Pembentukan Kesalehan, ngurisan saat peringatan Isra Miraj ini dibarengi dengan ngaji kayat yang menjadi ciri khas Lombok. Peringatan Isra Miraj pun semakin meriah dengan adanya tahlilan dan dulang atau syukuran khas masyarakat setempat.

2. Ambengan

Tak kalah menarik, Kebumen juga punya tradisi unik dalam memeringati Isra Miraj yang bernama ambegan. Tradisi ini merupakan selamatan atau syukuran yang masih dihidupkan di Desa Wadasmalang, Kebumen.

Menurut Nisa Solikhatun dalam buku Tradisi Ambegan dalam Memperingati Isra Mi’raj di Desa Wadasmalang, Kecamatan Karangsambung, Kebumen, ambegan adalah keranjang bambu yang berisi beragam makanan atau sembako. Tinggi ambegan itu beragam, mulai dari 50 cm sampai 2 m, bahkan lebih.

Saat peringatan Isra Miraj, biasanya masyarakat setempat akan memikul ambegan dari rumahnya ke masjid. Kemudian, ambegan akan dikumpulkan di halaman masjid untuk dibagikan setelah pengajian.

Baca Juga: Ragam Tradisi dan Upacara Adat Aceh yang Masih Dilestarikan

Ilustrasi tradisi Isra MIraj di Indonesia (unsplash).

3. Nganggung

Terakhir adalah tradisi nganggung. Menurut laman Warisan Budaya Kemendikbud RI, tradisi ini dimiliki oleh masyarakat Melayu Bangka Belitung, khususnya di Pulau Bangka.

Dalam tradisi ini, masyarakat Melayu Bangka Belitung akan membawa berbagai macam makanan dalam dulang yang ditutupi dengan tudung saji ke tempat pertemuan. Kemudian dulang disusun rapi di depan jemaah yang hadir.

Setelah itu, barulah acara peringatan Isra Miraj dimulai dengan membaca doa dan sholawat Nabi Muhammad SAW. Dulang kemudian dibuka dan dinikmati bersama-sama setelah acara selesai.

4. Me’eraji

Tradisi unik ini berasal dari Gorontalo. Menurut laman K.I. Komunal DJKI, me’eraji adalah pembacaan naskah Arab tentang Isra Miraj yang ditulis dengan bahasa Gorontalo.

Ridwan Tohopi dalam Tradisi Perayaan Isra Mi’raj dalam Budaya Islam Lokal Masyarakat Gorontalo pada Jurnal el Harakah Vol.14 No.1 (2012) menjelaskan, tradisi ini diawali dengan persiapan. Beberapa hal yang dipersiapkan itu antara lain kemenyan api, bara api, meja kecil yang diberi alas kain putih, satu gelas air putih, dan kain putih lain untuk menutup kepala.

Kemudian leebi atau imam akan membakar kemenyan sebelum mulai membaca naskah Arab menggunakan bahasa Gorontalo. Saat membaca, ia akan membali membakar kemenyan, tujuannya agar pendengar khusu’ mengikuti me’eraji.

Frequently Asked Question Section

Apa pengertian tradisi?
chevron-down

Tradisi adalah adat kebiasaan turun-temurun yang masih dijalankan dalam masyarakat.

Apa yang dimaksud dengan ambegan dalam tradisi Isra Miraj masyarakat Kebumen?
chevron-down

keranjang bambu yang berisi beragam makanan atau sembako. Tinggi ambegan itu beragam, mulai dari 50 cm sampai 2 m, bahkan lebih.

(NSA)