5 Adab Bangun Tidur Seperti Rasulullah SAW

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidur adalah aktivitas untuk mengistirahatkan seluruh organ setelah seharian digunakan. Selain itu, tidur merupakan salah satu nikmat yang diberikan Allah SWT. Pikiran dan fisik seakan dipulihkan kembali setelah lelah menjalani hari.
Allah menjadikan tidur bagi manusia sebagai tanda kekuasaan-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT dalam Alquran Surat Ar-Rum ayat 23:
“Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah tidurmu di waktu malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.” (QS. Ar-Rum:23)
Ketika seseorang bangun dari tidur, artinya ia masih diberi kesempatan untuk bernapas dan beraktivitas. Islam telah mengatur banyak tentang kehidupan manusia, termasuk ketika bangun tidur.
Tidak hanya menjelang tidur, ada beberapa hal yang harus diperhatikan umat Muslim saat bangun tidur. Apa saja?
Adab Bangun Tidur dalam Islam
Dalam agama Islam, ada adab-adab yang seharusnya dilakukan seorang Muslim ketika bangun tidur. Berikut ini adab bangun tidur ala Rasulullah yang dikutip dari buku Berkata Baik atau Diam: 294 Adab Kebiasaan Rasulullah SAW, oleh Ninik Handrini.
1. Membaca doa
Dalam Islam, sangat dianjurkan untuk berdoa terlebih dulu sebelum melakukan segala sesuatu, termasuk ketika bangun tidur. Rasulullah SAW pun selalu membaca doa ketika bangun tidur. Berikut ini adalah doa bangun tidur dalam tulisan latin.
Alhamdulillahilladzii ahyaanaa ba'da maa amatanaa wa ilaihinnusyuur.
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang menghidupkan kami kembali setelah Dia mematikan kami, dan hanya kepada-nya kami akan dibangkitkan."
2. Membasuh tangan setiap bangun tidur
Adab bangun tidur selanjutnya adalah membasuh tangan setiap bangun tidur. Rasulullah SAW rupanya memiliki kebiasaan membasuh tangan setiap bangun tidur. Dalam hadist Riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Jika salah seorang di antara kalian bangun dari tidur, hendaklah menuangkan (Air) ke atas tangannya tiga kali sebelum dia memasukkan tangannya ke dalam bejana, karena kalian tidak mengetahui tangan kalian berada di mana ketika sedang tidur.” (HR. Muslim)
Saat tidur, seseorang tidak selalu sadar apa saja yang dilakukan dengan tangannya. Maka dari itu, Rasulullah SAW menganjurkan supaya membasuh tangan setelah bangun tidur. Barulah melakukan kegiatan lain seperti berwudhu ataupun mandi.
3. Menggosok gigi dan bersiwak
Membersihkan mulut merupakan perkara mendasar, namun sangat penting. Salah satu menjaga kesehatan dan kebersihan mulut adalah dengan menggosok gigi. Rasulullah SAW mengajarkan dan mencontohkan membersihkan mulut dengan bersiwak.
Siwak adalah batang kayu yang berserat lembut serta bersifat basah. Seratnya tidak berjatuhan ketika digunakan. Manfaat siwak dapat membersihkan mulut, memutihkan gigi, menguatkan gigi, menguatkan gusi, mengharumkan mulut hingga memperbaiki kesehatan mulut.
Di zaman modern seperti sekarang ini, siwak digantikan dengan sikat dan pasta gigi. Namun, keistimewaan siwak tentu tidak dapat tergantikan oleh sikat gigi.
4. Berwudhu
Adab bangun tidur selanjutnya adalah berwudhu. Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, Rasulullah SAW bersabda:
“Setan mengikat tengkuk kepala seseorang di antara kalian ketika sedang tidur dengan tiga ikatan. Pada setiap ikatannya ia mengatakan: “malammu masih panjang, teruslah tidur”.
Maka jika orang tersebut bangun, kemudian ia berdzikir kepada Allah, terbukalah satu ikatan. Kemudian jika ia berwudhu terbukalah satu ikatan lagi. Kemudian jika ia shalat maka terbukalah seluruh ikatan.
Sehingga ia pun bangun dalam keadaan bersemangat dan baik jiwanya. Namun jika tidak melakukan demikian, maka ia biasanya akan bangun dalam keadaan buruk jiwanya dan malas.” (HR. Bukhari dan Muslim)
5. Menyegerakan sholat
Ini dilakukan jika seorang muslim terbangun di malam hari atau di waktu subuh. Hendaknya ia bergegas untuk mengerjakan sholat dan tidak menunda-nundanya agar tidak terus tenggelam dalam rasa malas dan kantuk.
Ketika bangun malam hari, seorang Muslim dapat melakukan sholat sunat, membaca Al-Quran, bertafakur dan berwirid sementara menunggu masuk waktu shubuh.
(IPT)
