5 Bentuk Uququl Walidain, Durhaka Kepada Orangtua yang Perlu Dihindari

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Orangtua menempati posisi mulia dalam ajaran Islam sebab jasa mereka sungguh luar biasa. Ibu mengandung dan melahirkan anak dengan susah payah, bahkan hingga bertaruh nyawa. Bapak juga membanting tulang dan memeras keringat agar dapat mencukupi kebutuhan keluarga.
Oleh sebab itu Allah SWT memerintahkan umat-Nya untuk berbakti kepada orangtua dalam Surat Al-Luqman ayat 14 dan 15 yang berbunyi:
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun, bersyukurlah kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu."
Islam melarang keras perilaku durhaka kepada orangtua (uququl walidain) yang termasuk dosa besar. Agar tidak terjerumus pada dosa, pahami bentuk-bentuk uququl walidain yang dikutip dari buku Surga yang Terlupakan karya Irsyad Ulibaad (2018) berikut ini:
Mengucapkan perkataan yang menunjukkan ketidaksukaan dan membentak orangtua.
Ketika diperintahkan ibu atau bapak untuk melakukan sesuatu, terkadang kita menjawabnya dengan “ah” dan semacamnya untuk menunjukkan kekesalan. Padahal hal ini dilarang dalam Islam. Allah SWT berfirman:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS Al Isra ayat 23)
Mencela Orangtua
Dalam ajaran Islam, mencela dan menghina orang lain merupakan tabiat yang tidak terpuji, apalagi jika dilakukan oleh anak terhadap orangtuanya. Sesungguhnya perbuatan ini merupakan dosa besar.
Dari Abdullah bin 'Amr, Rasulullah bersabda: "Termasuk dosa besar, yaitu seorang anak mencela kedua orangtuanya." Mereka bertanya, "Ya Rasulullah adakah orang yang mencela kedua orangtuanya?" Beliau menjawab, "Ya, seseorang mencela bapaknya, seseorang mencela ibu orang lain, dan orang lain tersebut mencela ibunya." (HR. Bukhari dan Muslim).
Bermuka Masam dan Melotot Kepada Orangtua
Menampilkan wajah yang tidak ramah, menatap sinis, atau melotot kepada orangtua merupakan bentuk kedurhakaan. Mengutip buku Berbakti Kepada Ayah Bunda tulisan Ahmad Isa Asyur (2014), Aisyah r.a. mengatakan Rasulullah SAW bersabda, "Seorang anak yang membelalakkan matanya kepada orangtua termasuk anak yang tidak berbakti." (HR Baihaqi dan Ibnu Mardawih).
Memberatkan Orangtua dengan Banyak Permintaan
Seorang anak sepatutnya tidak memberatkan orangtuanya dengan berbagai macam permintaan, misalnya ponsel model terbaru, meminta banyak uang, dan lain sebagainya. Terlebih jika keluarga dalam keadaan tidak mampu.
Lepas Tanggung Jawab Untuk Merawat Orangtua
Sejak seorang anak lahir, kewajiban orangtua adalah merawat, mendidik, dan menafkahi anaknya. Namun seiring berjalannya waktu, keadaan berbalik.
Di usia senja, fisik dan mental orangtua tidak lagi mendukungnya untuk mencari nafkah. Oleh sebab itu, anak-lah yang perlu merawat mereka. Anak yang berbakti tidak akan membiarkan orangtuanya terlunta-lunta.
Diriwayatkan dari Abdullah bin 'Amr bin 'Ash, ia berkata ada seorang laki-laki mendatangi Nabi SAW kemudian meminta izin untuk berjihad. Beliau SAW pun bertanya, "Apakah kedua orangtuamu masih hidup?" Laki-laki itu menjawab, "Ya." Nabi SAW bersabda, "Maka, kepada keduanya itulah kamu berjihad." (HR Bukhari & Muslim)
Frequently Asked Question Section
Pengertian Uququl Walidain

Pengertian Uququl Walidain
Uququl Walidain adalah gangguan yang disebabkan oleh seorang anak terhadap orangtua, baik berupa perkataan maupun perbuatan.
Dalil Perintah Memuliakan Orangtua

Dalil Perintah Memuliakan Orangtua
Perintah untuk berbakti kepada orangtua tertuang dalam beberapa ayat Alquran, salah satunya Surat Al-Luqman ayat 14 dan 15.
Contoh Uququl Walidain

Contoh Uququl Walidain
Membentak orangtua, mencela orangtua, bermuka masam, memberatkan orangtua dengan banyak permintaan, dan enggan merawat orangtua.
(ERA)
