5 Cara Agar Tabungan Cepat Terkumpul yang Patut Dicoba

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menabung merupakan salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencapai tujuan dalam hal finansial. Biasanya, uang yang disisihkan akan digunakan untuk berbagai keperluan seperti biaya pendidikan, menikah, liburan, membeli gadget, dan lain-lain.
Ada banyak cara yang bisa dilakukan sebagai upaya menabung. Misalnya dengan menyimpan uang di bank, dompet digital, deposito, dan lain sebagainya.
Dijelaskan dalam buku Kenapa Sih Kita Harus Nabung? karya Hasna Wijayati (2020), menabung dapat melatih individu untuk belajar mengatur keuangannya sendiri. Kebiasaan positif ini dapat menumbuhkan sikap komitmen dan konsistensi dalam diri seseorang.
Meski mudah dilakukan, terkadang ada beberapa kendala yang membuat proses menabung menjadi terhambat. Mulai dari godaan untuk memenuhi gaya hidup, bentrok dengan kebutuhan, dan lain-lain.
Akibatnya, tujuan untuk mencapai jumlah tabungan tertentu pun sulit didapat. Nah, berikut ini penjelasan tentang cara agar tabungan cepat terkumpul selengkapnya yang bisa Anda simak.
Baca juga: 5 Pekerjaan Freelance untuk Mahasiswa Agar Menambah Cuan
Cara Agar Tambungan Cepat Terkumpul
Sebelum mulai menabung, Anda perlu mengatur cashflow terlebih dahulu. Sebaiknya sisihkan uang di awal waktu, kemudian sisakan untuk kebutuhan lainnya di akhir waktu.
Setelah itu, konsistenlah dalam menabung agar mendapatkan hasil yang diinginkan. Dirangkum dari buku Jangan Biarkan Gaji Numpang Lewat karya John Afifi (2017), berikut adalah tips menabung yang bisa Anda ikuti.
1. Tetapkan motivasi menabung
Pertama-tama, Anda perlu menetapkan motivasi dan tujuan menabung. Apakah Anda ingin membeli rumah, mobil, naik haji, menyiapkan dana pensiun, atau menyiapkan biaya pendidikan anak-anak.
Jika sudah tahu tujuannya, Anda bisa mulai membulatkan tekad dan komitmen. Jadikan motivasi menabung sebagai dorongan semangat untuk mengumpulkan uang lebih banyak.
2. Atur jadwal menabung
Sisihkan uang untuk menabung di awal bulan, bukan menyisakannya di akhir bulan. Bila perlu, Anda bisa langsung memasukkan uang tersebut ke tabungan begitu menerima gajian.
Kemudian, tetapkan nominal uang yang akan ditabung setiap bulannya. Misalnya dalam 1 tahun Anda ingin mengumpulkan uang sebanyak Rp36 juta, maka nominal yang harus ditabung tiap bulannya adalah Rp3 juta.
Baca juga: 3 Cara Tepat untuk Menggali Ide-Ide Peluang Bisnis
3. Catat anggaran bulanan
Agar tidak boros, Anda bisa mencatat pengeluaran tiap bulannya. Buat anggaran sedetail mungkin agar cashflow menjadi jelas.
Lakukan evaluasi terhadap anggaran tersebut. Misalnya ketika Anda boros dalam membelanjakan uang untuk fashion di bulan ini, maka anggarannya harus dikurangi di bulan depan.
4. Jangan gunakan kartu kredit
Beli barang yang Anda inginkan menggunakan uang tunai, bukan cicilan ataupun kredit. Dengan begitu, Anda bisa mengontrol pengeluaran dan meningkatkan saldo tabungan lebih banyak lagi.
5. Belajar investasi
Ada banyak instrumen investasi yang bisa digunakan untuk menabung. Anda bisa menyesuaikannya dengan target dan profil risiko masing-masing.
Misalnya, Anda butuh tabungan untuk biaya pendidikan anak 10 tahun ke depan. Maka, jenis investasi yang cocok untuk Anda adalah saham. Selain dapat mendatangkan untung (return) lebih besar, saham juga cenderung memiliki risiko yang rendah jika disimpan dalam jangka waktu yang lama.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Kita bisa menabung di mana?

Kita bisa menabung di mana?
Anda bisa menyimpan uang di bank, dompet digital, deposito, dan lain-lain.
Apa saja kendala ketika menabung?

Apa saja kendala ketika menabung?
Mulai dari godaan untuk memenuhi lifestyle, bentrok dengan kebutuhan, dan lain-lain.
Bagaimana cara menetapkan motivasi menabung?

Bagaimana cara menetapkan motivasi menabung?
Tentukan, apakah Anda ingin membeli rumah, membeli mobil, naik haji, menyiapkan dana pensiun, atau pendidikan anak-anak.
