5 Cara Menghafal Alquran agar Tidak Mudah Lupa

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan menghafal Alquran adalah perbuatan yang baik dan juga ibadah paling mulia di sisi Allah SWT. Selain itu, seseorang yang menghafal Alquran juga akan mendapatkan keutamaan, salah satunya diberikan derajat yang tinggi di surga kelak.
Untuk memperoleh keutamaan tersebut, dalam menghafal Alquran harus disertai dengan niat yang ikhlas mencari ridha Allah SWT dan kebahagiaan akhirat. Bukan karena ingin mendapatkan pujian manusia, tidak pula ingin menjadi orang yang terkenal dan lain sebagainya.
Selain itu, sebelum memulai menghafal Alquran ada hal yang penting diperhatikan dan dipersiapkan. Sebagaimana dijelaskan dalam buku Kiat Jitu Hafal Al-Qur’an Hanya 2 Tahun karya El-Hosniah, ada tiga kondisi yang harus dipersiapkan, yakni menyiapkan mental/psikis, fisik, dan juga pikiran.
Setelah mempersiapkan diri, selanjutnya adalah mengetahui seperti apa cara menghafal Alquran dengan mudah dan lancar. Simak cara-caranya dalam ulasan berikut ini.
Cara Menghafal Alquran
Dalam menghafal Alquran, setiap orang mempunyai metode dan cara yang berbeda-beda. Akan tetapi, metode apapun yang dipakai tidak akan efektif jika tidak dipraktikkan berulang-ulang sampai dapat melafalkannya tanpa melihat kitab sedikit pun.
Sa’dullah, SQ, SAg, dalam bukunya 9 Cara Praktis Menghafal Al-Quran menuliskan beberapa cara atau metode dalam menghafal Alquran yang dapat dilakukan melalui kegiatan-kegiatan berikut ini:
1. Bin-Nazhar
Yaitu membaca dengan cermat ayat-ayat Alquran yang akan dihafal dengan melihat mushaf Alquran secara berulang-ulang. Ketika melakukan proses bin-nazhar ini hendaknya dilakukan sebanyak mungkin atau 41 kali dalam sehari seperti yang biasa dilakukan oleh para ulama terdahulu. Hal ini dilakukan agar lebih cepat memperoleh gambaran secara menyeluruh tentang lafadz maupun urutan ayat-ayat yang terdapat dalam Alquran.
2. Tahfizh
Yaitu menghafalkan dengan metode sedikit demi sedikit ayat-ayat Alquran yang telah dibaca secara berulang kali. Bisa dimulai dengan menghafal satu baris, kemudian beberapa kalimat, hingga sepotong ayat pendek sampai tidak ada kesalahan ketika membacanya kembali.
Setelah satu baris atau beberapa ayat tersebut sudah dapat dihafal dengan baik, selanjutnya ditambah dengan merangkaikan baris atau kalimat berikutnya sampai sempurna. Kemudian berlanjut dengan rangkaian ayat-ayat berikutnya lagi dan diulang kembali sampai benar-benar hafal sebanyak mungkin.
3. Talaqqi
Yaitu memperdengarkan hafalan kepada seseorang, seperti guru atau instruktur. Namun, guru yang dimaksud harus seseorang yang sudah hafal dengan Alquran, telah mantap agamanya, dan dikenal mampu menjaga dirinya. Proses ini dilakukan agar mengetahui sejauh mana hasil hafalan seorang calon hafidz dalam menghafal Alquran yang telah dilakukan sebelumnya.
4. Takrir
Yaitu mengulang hafalan atau men-sima’kan hafalan yang pernah diperdengarkan kepada guru tahfidz. Takrir dimaksudkan agar hafalan yang pernah dihafalkan sebelumnya dapat terjaga dengan baik.
Selain dengan guru, takrir juga dapat dilakukan sendiri-sendiri dengan maksud untuk melancarkan hafalannya, sehingga tidak mudah lupa. Contohnya, pagi hari diisi untuk menghafal materi hafalan baru, dan sore harinya diisi untuk mengulang materi yang telah dihafalkan.
5. Tasmi’
Yaitu memperdengarkan hafalan Alquran kepada orang lain baik kepada perseorangan ataupun jamaah. Dengan tasmi’ ini seseorang yang menghafal Alquran akan mudah mengetahui kekurangan pada dirinya, karena bisa saja ia lengah dalam mengucapkan huruf atau harakat yang dibaca. Dengan proses ini juga seseorang akan lebih mudah berkonsentrasi dalam menghafal.
(IMR)
