Konten dari Pengguna

5 Contoh Pidato Hari Pahlawan yang Membangkitkan Semangat

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pidato Hari Pahlawan. Sumber: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pidato Hari Pahlawan. Sumber: Unsplash.

Pidato Hari Pahlawan setiap tanggal 10 November mengingatkan kembali akan sejarah perjuangan bangsa. Melalui pidato, semangat pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan bisa disampaikan untuk menjadi teladan bagi generasi muda.

Menurut buku Pasti Top SD/MI (2017) oleh Tim Ganesha Operation-Tim Tunas Karya Guru, pidato adalah kegiatan berbicara yang disampaikan kepada orang banyak dengan tujuan tertentu. Tujuan pidato bisa tercapai apabila naskah pidato tersusun dengan baik dan teknik menyampaikannya tepat.

Pidato Hari Pahlawan

Ilustrasi pidato Hari Pahlawan. Sumber: Unsplash.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut contoh pidato Hari Pahlawan yang bisa dijadikan sebagai referensi.

Contoh 1

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dalam memperingati Hari Pahlawan, kita ingat sosok pejuang yang dengan gagah berani maju ke medan pertempuran untuk mempertahankan kemerdekaan. Sosok pejuang itu manusia hebat yang rela mengorbankan tenaga, pikiran, harta, dan juga nyawanya.

Mereka berjuang tanpa mengharapkan gaji, tanpa mengharapkan imbalan. Bagi mereka, itu semua tidak dipikirkan dan juga tidak diharapkan. Yang diharapkannya adalah Indonesia merdeka, bebas dari penjajahan.

Salah satu pertempuran yang paling dahsyat meletus di Surabaya pada 10 November 1945. Itulah sebabnya, tanggal 10 November ditetapkan sebagai Hari Pahlawan dan kita peringati setiap tahun.

Waktu itu Surabaya benar-benar gegap gempita. Suara bedil, meriam, teriakan, jeritan, dan rintihan berbaur. Keringat bercucuran dan darah menetes. Namun, para pejuang kita tak kenal lelah. Dalam keadaan mandi keringat dan bersimbah darah mereka terus maju menggempur musuh.

Bung Tomo terus menggelorakan semangat para pejuang dengan pidato-pidatonya yang dahsyat. Banyak pejuang kita gugur di Surabaya dan di daerah-daerah lain. Berkat perjuangan para pahlawan itu, kita menjadi bangsa merdeka. Kita bersyukur kepada Yang Maha Kuasa. Kita sangat berterima kasih kepada para pahlawan.

Sebagai wujud rasa terima kasih dan penghargaan itu, tentu saja tidak cukup bila kita hanya mengucapkannya di bibir. Kita harus meneruskan perjuangan para pahlawan itu.

Bagaimana caranya? Apa kita juga harus ikut bertempur? Tidak. Perjuangan kita sekarang lain.

Sebagai pelajar, kita sudah dianggap berjuang bila rajin belajar, disiplin, dan sopan. Perilaku disiplin dan sopan bukan hanya kita lakukan di sekolah, melainkan juga di rumah, di jalan, dan di mana saja.

Dengan rajin belajar, berdisiplin, dan selalu sopan, kita kelak dapat melakukan perjuangan seperti para pahlawan kita meskipun dalam bentuk lain. Semoga yang Maha Pemurah meridai dan memudahkan semua usaha kita.

Sekian dan terima kasih.

(Sumber: buku Terampil Pidato (2001) oleh Asul Wiyanto)

Contoh 2

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kita ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat, hidayah dan inayah dari-Nya lah kita masih bisa diberikan kesempatan untuk bisa berkumpul di pagi hari yang cerah ini.

Saudara-saudara sekalian sebangsa dan setanah air, hadirin semua yang mulia,

Di pagi yang cerah ini, tepat tanggal meletusnya perang besar di Surabaya dalam rangka mempertahankan kemerdekaan negeri kita tercinta, Republik Indonesia. Pada saat itu, tidak terhitung berapa jumlah jiwa yang melayang demi kemerdekaan negara kita.

Bukan hanya nyawa, tetapi juga harta benda yang juga tak terhitung. Pada saat itu, pertempuran tidak hanya terjadi di Surabaya, melainkan juga meletus di seluruh pelosok kota bahkan terjadi pula di seluruh pelosok tanah air. Semua itu dilakukan demi kemerdekaan negara kita tercinta.

Di bawah kepemimpinan Bung Tomo, pekik-pekik kemerdekaan pun menggelegar bagaikan suara petir. Teriakan "merdeka" menggema dari arek-arek Surabaya bagaikan jeritan singa yang haus daging dan darah.

Walaupun arek-arek Surobyo kalah canggih dalam persenjataan dengan senjata para penjajah yang modern, hal tersebut tidak membuat mereka mundur sejengkal pun. Mereka tetap bertempur melawan penjajah, meski hanya dengan tombak dan bambu runcing yang ditambah dengan letusan-letusan semangat menggelora. Nyali para penjajah mengecil dan akhirnya bertekuk lutut meninggalkan tanah air yang merdeka dan berdaulat.

Marilah bersama-sama. Dengan momen hari pahlawan ini, kita aplikasikan semangat juang para pahlawan kita dalam kehidupan kita sehari-hari. Terutama dalam hal membangun negeri ini untuk menjadi negeri yang lebih baik dari tahun ke tahun.

Semoga Tuhan selalu bersama kita dalam memperjuangkan nasib hari depan yang cerah dan lebih baik lagi. Terima kasih atas kesempatan dan waktu yang diberikan.

(Sumber: buku Lancar Pidato & MC (2017) oleh Astri Novia)

Contoh 3

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Tuhan atas berkat rahmat dan karunia-Nya kita bisa bersama-sama hadir di tempat yang mulia ini dalam keadaan sehat dan tidak kekurangan sesuatu apa pun.

Perkenankan saya di sini memberikan sedikit pengetahuan dan berbagi ilmu pada kawan serta Bapak/Ibu semua berkaitan dengan memperingati Hari Pahlawan tanggal 10 November ini.

Pada hari itu, tanggal 10 November 1945 di Surabaya telah terjadi peperangan. Para pejuang dengan gagah berani menyerbu penjajah yang ingin menguasai Ibu Pertiwi.

Para penjajah ingin mengambil tanah subur kita, tanah yang kaya dan loh jinawi ini. Para pejuang dengan gagah dan pertumpahan darah menyerbu dan membebaskan kita dari belenggu kekangan yang begitu berat.

Di tengah derasnya arus globalisasi, dengan keterbatasan dan kondisi negara yang masih menginjak 70 tahun, seluruh rakyat Indonesia masih kompak menolak kembalinya penjajahan. Rakyat sudah muak dengan penjajahan! Kemerdekaan adalah harga mati dan nyawa pun dipertaruhkan untuk mempertahankannya!

Kini, dengan memperingati Hari Pahlawan, sejenak kita kembali mengingat jasa para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Jika mereka rela berkorban nyawa demi kemerdekaan, apa yang akan kita berikan kepada negara ini untuk menjaga kemerdekaannya?

Apakah ilmu? Apakah pembangunan? Apakah karya? Hanya kitalah yang dapat menjawab semua itu.

Bapak/ibu sekalian yang saya hormati dan teman-teman sekalian.

Pada kesempatan ini saya mengajak kepada semua, dengan memperingati Hari Pahlawan, marilah kita bahu membahu membangun negeri tercinta ini agar menjadi negara yang maju dan disegani di dunia. Hilangkan perselisihan dan perbedaan, satukan langkah menuju Indonesia yang semakin maju dan merdeka.

Sekian saja pidato dari saya. Apabila ada salah saya mohon maaf. Terima kasih.

(Sumber: buku Ahli Berbicara (2020) oleh Suhada Martakim)

Contoh 4

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin yang berbahagia,

Apakah makna pahlawan sesungguhnya? Masa perang sudah berakhir, bisakah kita menjadi pahlawan? Sampai kapan pun setiap orang bisa menjadi pahlawan.

Pahlawan adalah pejuang yang gagah berani, keberanian serta pengorbanannya sangat menonjol dalam membela kebenaran. Para pahlawan yang telah berjuang untuk mempertahankan ibu pertiwi sehingga terbebas dari penjajahan patutlah menjadi contoh keteladanan bagi kita saat ini.

Kita pun mengemban tugas untuk mengisi kemerdekaan sesuai dengan bidangnya masing-masing demi kemajuan dan kemakmuran bangsa. Sudahkah kita melakukannya? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing.

Para hadirin sekalian,

Sebelum saya mengakhiri pidato ini, marilah kita pekikkan semboyan persatuan dengan lantang, SEKALI MERDEKA TETAP MERDEKA! Semoga bangsa ini tetap dikaruniai kemerdekaan dan persatuan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan semoga kita semua selalu berada di bawah lindungan-Nya. Amin.

Demikianlah pidato singkat yang dapat saya sampaikan kali ini. Apabila ada kesalahan ucapan atau menyinggung perasaan, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Semoga pidato saya kali ini berguna untuk kita semua.

Terimakasih atas perhatiannya.

(Sumber: buku Anti Panik Berbicara di Depan Umum (2018) oleh Asti Musman)

Contoh 5

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, pada tanggal 10 November kita akan memperingati Hari Pahlawan.

Hari Pahlawan kiranya tidak hanya sekedar diingat pada setiap tanggal 10 November. Peristiwa 10 November 1945 dan pengorbanan para pahlawan yang telah mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia perlu terus dikenang sepanjang masa oleh kita semua.

Apa yang telah dilakukan para pahlawan kiranya dapat menginspirasi dan memotivasi kita semua untuk meneruskan perjuangan mereka. Kalau dulu kita berjuang dengan mengangkat senjata, maka sekarang kita berjuang melawan berbagai permasalahan bangsa, seperti kemiskinan, bencana alam, narkoba, dan paham-paham radikal.

Nilai-nilai kepahlawanan seperti percaya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, rela berkorban, pantang menyerah, suka membantu, bergotong-royong, perlu terus dirawat dan dipupuk agar dapat tumbuh bersemi di dalam hati sanubari setiap rakyat Indonesia.

Mari tunjukkan kontribusi kita kepada bangsa dan negara dengan menjadi pahlawan masa kini yang memiliki empati untuk menolong sesama, saling menghargai, dan menghormati satu sama lain.

Selamat Hari Pahlawan. Semoga Tuhan yang maha kuasa, senantiasa memberikan bimbingan dan kekuatannya kepada bangsa Indonesia.

Sekian, terima kasih.

(Sumber: Kanal Youtube Kemensos RI)

(FHK)

Baca juga: Khutbah Jumat Hari Pahlawan, Meneladani Semangat Pahlawan dalam Kehidupan