5 Doa Pengusir Setan Menurut Ajaran Nabi Muhammad SAW

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Godaan setan dan jin tidak pernah berhenti untuk menyesatkan manusia agar senantiasa berbuat maksiat. Selain dianjurkan memperbanyak amalan baik, umat Muslim juga bisa membaca doa pengusir setan untuk mendapatkan perlindungan dari Allah SWT.
Nabi Muhammad SAW telah mengajarkan berbagai doa yang bersumber dari Al-Qur'an dan hadis untuk menangkal gangguan makhluk gaib. Umat Muslim bisa membacanya kapan saja, baik ketika merasa terganggu ataupun ketika ingin meningkatkan spiritualitas.
Lantas, apa saja bacaan doa pengusir setan yang bisa dibaca umat Muslim? Yuk, simak artikel berikut untuk mengetahui kumpulan doanya lengkap dengan tulisan latin dan terjemahan.
Doa Pengusir Setan
Setan yang mengganggu manusia bisa diusir lewat bacaan doa yang berasal dari ayat-ayat Al-Qur'an dan hadis. Dihimpun dari buku Bagaimana Menolak Sihir oleh Ali Murtadha al-Sayyid, berikut beberapa bacaan doa pengusir setan yang bisa diamalkan untuk memohon perlindungan dari gangguan makhluk gaib:
1. Al-Qur'an Surat Sad Ayat 41
وَاذْكُرْ عَبْدَنَآ اَيُّوْبَۘ اِذْ نَادٰى رَبَّهٗٓ اَنِّيْ مَسَّنِيَ الشَّيْطٰنُ بِنُصْبٍ وَّعَذَابٍۗ ٤١
wadzkur ‘abdanâ ayyûb, idz nâdâ rabbahû annî massaniyasy-syaithânu binushbiw wa ‘adzâb
Artinya: "Ingatlah hamba Kami Ayyub ketika dia menyeru Tuhannya, "Sesungguhnya aku telah diganggu setan dengan penderitaan dan siksaan (rasa sakit)."" (QS. Sad: 41)
2. Al-Qur'an Surat As-Saffat Ayat 7
وَحِفْظًا مِّنْ كُلِّ شَيْطٰنٍ مَّارِدٍۚ ٧
wa hifdham ming kulli syaithânim mârid
Artinya: "(Kami telah menjaganya dengan) penjagaan yang sempurna dari setiap setan yang durhaka." (QS. As-Saffat: 7)
3. Ayat Kursi
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥
allâhu lâ ilâha illâ huw, al-ḫayyul-qayyûm, lâ ta'khudzuhû sinatuw wa lâ na'ûm, lahû mâ fis-samâwâti wa mâ fil-ardl, man dzalladzî yasyfa‘u ‘indahû illâ bi'idznih, ya‘lamu mâ baina aidîhim wa mâ khalfahum, wa lâ yuḫîthûna bisyai'im min ‘ilmihî illâ bimâ syâ', wasi‘a kursiyyuhus-samâwâti wal-ardl, wa lâ ya'ûduhû ḫifdhuhumâ, wa huwal-‘aliyyul-‘adhîm
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi.
Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki.
Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung." (QS. Al Baqarah: 255)
4. Al-Qur'an Surat Al-Falaq
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ١ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ٢ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ٣ وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ٤ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَࣖ ٥
qul a‘ûdzu birabbil-falaq. min syarri mâ khalaq. wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab. wa min syarrin-naffâtsâti fil-‘uqad. wa min syarri ḫâsidin idzâ ḫasad.
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan yang (menjaga) fajar (subuh), dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan perempuan-perempuan (penyihir) yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki."" (QS Al-Falaq: 1-5)
5. Al-Qur'an Surat An-Nas
قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ١ مَلِكِ النَّاسِۙ ٢ اِلٰهِ النَّاسِۙ ٣ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ٤ الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ٥ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِࣖ ٦
qul a‘ûdzu birabbin-nâs. malikin-nâs. ilâhin-nâs. min syarril-waswâsil-khannâs. alladzî yuwaswisu fî shudûrin-nâs. minal-jinnati wan-nâs.
Artinya: "Katakanlah (Nabi Muhammad), "Aku berlindung kepada Tuhan manusia, raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (setan) pembisik yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia."" (QS An-Nas: 1-6)
Baca Juga: Doa agar Hujan Reda dan Cepat Berhenti yang Bisa Diamalkan
(NSF)
