Konten dari Pengguna

5 Etika Berbicara yang Bisa Diterapkan dalam Percakapan Sehari-hari

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi perempuan mengobrol. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi perempuan mengobrol. Foto: Shutterstock

Etika berbicara perlu dipahami dengan baik sebelum memulai percakapan dengan seseorang. Tidak lupa, kita juga harus mengaitkannya dengan adat istiadat dan norma yang berlaku di masyarakat.

Dikutip dari buku Etika Birokrat oleh Prof. Dr. Andi Rasyid, dkk., kata etika berasal dari bahasa Yunani “etos” yang berarti adat istiadat atau kebiasaan yang baik. Sedangkan secara istilah, etika adalah nilai mengenai benar atau salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

Etika sangat diperlukan ketika bicara. Ini bisa meminimalisir kesalahpahaman yang mungkin saja terjadi dalam percakapan. Lantas, bagaimana etika berbicara yang harus diterapkan? Simak artikel berikut untuk mengetahui jawabannya.

Etika Berbicara dalam Percakapan

Setidaknya ada lima etika berbicara yang bisa diterapkan dalam percakapan sehari-hari. Dirangkum dari laman Art of Manliness, berikut uraiannya:

Ilustrasi Pria India sedang berbicara Foto: Shutter Stock

1. Lebih banyak mendengarkan

Kunci sebuah percakapan bukanlah berbicara, melainkan mendengarkan. Hindari narsisme dalam percakapan dan cobalah untuk ajukan pertanyaan menarik kepada lawan bicara.

Menggali informasi menarik dari lawan bicara bisa membuat hubungan kalian cenderung lebih akrab. Jangan lupa beri respon positif pada setiap informasi yang disampaikan.

2. Siapkan topik menarik

Topik menarik bisa membuat obrolan kalian menjadi lebih seru. Pikirkan hal baru yang unik, jangan biarkan lawan bicara Anda merasa jenuh.

Anda bisa juga memberikan candaan yang lucu. Pastikan untuk menyampaikannya dengan gaya kasual dan tidak berlebihan.

3. Sesuaikan topik obrolan dengan lawan bicara

Jangan gunakan bahasa yang terlalu baku jika berbicara dengan teman sebaya, jangan gunakan istilah ilmiah ketika berbicara dengan kaum marjinal, dan seterusnya. Itu adalah contoh nyata dari menyesuaikan obrolan dengan lawan bicara.

Ilustrasi mengobrol dengan rekan kerja. Foto: Shutter Stock

Sikap ini perlu dilatih terus menerus. Jika tidak, Anda akan terkesan merendahkan seseorang, baik itu menyangkut jabatan, profesi, strata ekonomi, dan lain-lain. Jangan sampai lawan bicara Anda tersinggung dan merasa tidak nyaman.

4. Ambil giliran Anda

Jika sudah menjadi pendengar yang baik, maka ini saatnya untuk mengambil giliran. Ungkapkan cerita dari sudut pandang Anda seperlunya, jangan berlebihan.

Gunakan gaya cerita yang santai dan menyenangkan. Tetap perhatikan sopan santun dan jangan perlihatkan gestur yang tidak mengenakkan.

5. Berpikir sebelum Anda berbicara

Ini adalah bagian terpenting dalam etika berbicara. Sebab, banyak kesalahpahaman terjadi akibat perkataan yang menyinggung perasaan.

Terkadang, seseorang tidak mampu mengendalikan ucapannya secara spontan. Untuk itu, perlu dipikirkan terlebih dahulu kata-kata yang hendak dilontarkan. Jangan sampai kata-kata tersebut menyakiti perasaan seseorang.

(MSD)

Frequently Asked Question Section

Apa itu etika?

chevron-down

Etika adalah nilai mengenai benar atau salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

Mengapa etika berbicara perlu diperhatikan?

chevron-down

Ini bisa meminimalisir kesalahpahaman yang mungkin saja terjadi dalam percakapan.

Apa saja etika berbicara dalam percakapan?

chevron-down

Berfikir sebelum berbicara, lebih banyak mendengarkan, siapkan topik yang menarik, siapkan topik dengan obrolan, dan masih banyak lagi.