5 Fakta Unik Seputar Terumbu Karang

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
7 Januari 2021 11:17
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
5 Fakta Unik Seputar Terumbu Karang (39873)
searchPerbesar
Terumbu Karang. Foto: Unsplash
Terumbu karang merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang dengan mudah ditemukan di laut. Keberadaan terumbu karang tidak hanya menyajikan keindahan laut yang eksotis, tetapi juga sebagai sumber kehidupan dari sebagian ikan yang hidup di laut.
ADVERTISEMENT
Terumbu karang adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis (hidup saling menguntungkan) dengan zooxanthellae, organisme mirip tumbuhan. Terumbu karang termasuk dalam jenis filum Cnidaria kelas Anthozoa yang memiliki tentakel.
Hewan ini memiliki peran sangat penting dalam menjaga ekosistem laut. Sebab, disanalah tempat tinggal banyak makhluk hidup seperti ikan dan hewan laut lainnya.
Terumbu karang juga mempunyai peran layaknya hutan bakau, yaitu melindungi daratan dari terjangan ombak dan angin, atau disebut dengan fenomena abrasi. Dikarenakan terumbu karang dapat memperkecil energi ombak yang datang dari arah lautan sehingga tidak merusak pantai.
5 Fakta Unik Seputar Terumbu Karang (39874)
searchPerbesar
Terumbu Karang di Lautan. Foto: Unsplash

5 Fakta Unik Terumbu Karang

Berikut fakta unik seputar terumbu karang yang keberadaannya mudah ditemukan di lautan Indonesia.
1. Menyerap Karbon Lebih Baik daripada Pohon
ADVERTISEMENT
Terumbu karang merupakan biota laut yang memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida. Bahkan, organisme ini diklaim mampu menyerap karbon tiga kali lebih baik dibandingkan dengan pepohonan.
Terumbu karang memiliki kemampuan untuk berfotosintesis karena memiliki zat klorofil. Terumbu karang sendiri terdiri dari unsur binatang karang bernama Polip yang melakukan simbiosis mutualisme dengan tumbuhan alga, yakni ganggang hijau.
2. Hasilkan 12,5 Juta Ton Ikan Per Tahun
Seperti yang diketahui, terumbu karang merupakan tempat hidup, berlindung, dan sumber makanan bagi kelompok ikan. Jika ekosistemnya mampu terjaga dengan baik, maka Indonesia bisa menghasilkan sekitar 12,5 juta ton ikan setiap tahunnya dari ekosistem pesisir laut ini.
3. Dijuluki Amazon of the Ocean
Julukan Amazon disematkan bagi terumbu karang yang ada di Indonesia karena jenisnya yang sangat beragam. Pemerintah sendiri melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengklaim bahwa 69 persen varietas seluruh terumbu karang yang ada di dunia terdapat di Indonesia. Dari sinilah ekosistem terumbu karang di Indonesia mendapat julukan Amazon of the Ocean.
5 Fakta Unik Seputar Terumbu Karang (39875)
searchPerbesar
Terumbu Karang. Foto: Unsplash
4. Luasnya Mencapai 25.000 Kilometer Persegi
ADVERTISEMENT
Terumbu karang merupakan penghuni besar wilayah lautan. Biota yang dianggap sebagai "pohonnya laut" ini diperkirakan terhampar luas hingga 25.000 kilometer persegi.
Melansir situs Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP), kondisi terumbu karang di Indonesia sekitar 37 persen di antaranya berkategori baik, dan 29,9 persen dalam keadaan sangat baik. Sisanya, diperlukan upaya penanganan dan perlindungan yang cukup serius agar kembali tumbuh dengan baik.
5. Ditargetkan Terus Meningkat
Mengutip siaran Kementerian Kelautan dan Perikanan, pada 2019 luasan kawasan konservasi terumbu karang mencapai 23,34 juta hektar, atau setara dengan 7,18 persen dari keseluruhan perairan di Indonesia.
Ditargetkan, pada tahun 2030 kelak luas kawasan konservasi terumbu karang dapat mencapai 32,5 juta hektar atau setara dengan 10 persen total perairan laut di negara ini.
ADVERTISEMENT
(VIO)
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020