Konten dari Pengguna

5 Fenomena Langit Bulan Juni 2026 yang Sayang untuk Dilewatkan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi fenomena langit bulan Juni 2026. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fenomena langit bulan Juni 2026. Foto: Unsplash.

Bulan Juni 2026 menghadirkan sejumlah peristiwa astronomi yang bisa disaksikan tanpa memerlukan alat khusus. Setidaknya ada lima fenomena langit bulan Juni 2026 yang sayang untuk dilewatkan, mulai dari pertemuan dua planet terang hingga bulan purnama.

Fenomena-fenomena langit ini dapat diamati dari berbagai penjuru dunia, termasuk wilayah Asia Tenggara, meski waktunya sedikit berbeda tergantung lokasi. Penasaran ingin menyaksikannya? Simak daftar fenomena dan jadwal selengkapnya berikut ini!

Fenomena Langit Bulan Juni 2026

Ilustrasi fenomena langit bulan Juni 2026. Foto: Unsplash.

Dirangkum dari laman astronomy.com dan nationalgeographic.com, berikut daftar fenomena langit yang terjadi sepanjang Juni 2026, diurutkan berdasarkan tanggal kemunculannya.

1. Konjungsi Venus dan Jupiter (8-9 Juni 2026)

Konjungsi adalah peristiwa dua benda langit tampak sangat berdekatan di langit jika dilihat dari Bumi. Pada tanggal 8 dan 9 Juni 2026, Venus dan Jupiter akan tampak sangat berdekatan di langit dengan jarak hanya sekitar 1,6 derajat. Jarak tersebut cukup kecil sehingga kedua planet bisa terlihat bersamaan dalam satu bidang pandang.

Kedua planet ini bisa disaksikan di langit barat laut setelah matahari terbenam, di dekat rasi bintang Gemini. Kemudian di sekitar keduanya, bintang terang Castor dan Pollux dari rasi Gemini akan ikut memperindah pemandangan.

2. Elongasi Terbesar Merkurius (15 Juni 2026)

Elongasi adalah momen sebuah planet dalam (Merkurius atau Venus) berada di titik terjauh secara sudut dari Matahari sehingga paling mudah diamati dari Bumi. Pada 15 Juni 2026, Merkurius mencapai elongasi terbesar di sebelah timur Matahari, berjarak 25 derajat. Planet ini bisa ditemukan di langit barat laut sekitar 12 derajat di atas cakrawala saat langit mulai gelap.

3. Bulan Sabit Bergabung dengan Trio Planet (16-17 Juni 2026)

Pada malam 16 dan 17 Juni 2026, bulan sabit tipis akan bergabung dengan Venus, Jupiter, dan Merkurius di langit barat. Keempat objek langit ini membentuk susunan yang sangat indah untuk difoto maupun diamati langsung. Susunan ini mencakup pula bintang Pollux dari rasi Gemini sehingga langit barat saat itu akan diramaikan oleh lima objek terang sekaligus dalam satu area pandang.

4. Venus Berdekatan dengan Beehive Cluster (18-19 Juni 2026)

Beehive Cluster atau Messier 44 (M44) adalah gugus bintang terbuka yang terletak di rasi Cancer. Pada 18-19 Juni 2026, Venus akan berada sangat dekat dengan gugus bintang ini, hanya sekitar 1,3 derajat pada 18 Juni dan kurang dari 1 derajat pada 19 Juni.

Pemandangan ini dapat dinikmati sekitar satu jam setelah matahari terbenam. Venus yang sangat terang akan tampak berdampingan dengan ribuan bintang redup dari gugus Beehive sehingga menciptakan kontras visual yang memukau.

5. Bulan Purnama Strawberry Moon (29 Juni 2026)

Bulan purnama bulan Juni dikenal dengan sebutan Strawberry Moon. Nama ini berasal dari tradisi komunitas adat Amerika Utara yang mengaitkan bulan purnama di periode ini dengan masa panen buah stroberi.

Strawberry Moon diperkirakan akan terjadi pada 29 Juni sekitar pukul 19.00 WIB. Warna bulan tidak benar-benar merah, tetapi saat bulan baru terbit di ufuk timur mendekati waktu matahari terbenam, atmosfer Bumi akan membiaskan cahayanya sehingga tampak berwarna oranye keemasan. Berikut waktu terbaik untuk menyaksikannya:

  • Saat bulan terbit: Sekitar waktu matahari terbenam, bulan akan tampak paling oranye.

  • Tengah malam: Bulan akan bersinar paling terang di langit berwarna putih keperakan.

  • Saat bulan terbenam: Menjelang matahari terbit keesokan harinya, bulan kembali tampak oranye keemasan saat posisinya rendah di cakrawala sebelum terbenam.

Baca juga: Tanggal Merah Bulan Juni 2026, Apakah Ada Cuti Bersama?

(FHK)