5 Game Ice Breaking Seru untuk Mencairkan Suasana Pembelajaran

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ice breaking adalah permainan atau kegiatan yang berfungsi mengubah suasana kaku dan tegang dalam suatu kelompok. Kegiatan ini dapat memfokuskan perhatian peserta untuk mendengarkan dan memerhatikan penjelasan guru di dalam kelas.
Dengan ice breaking, kegiatan pembelajaran bisa berubah menjadi lebih menyenangkan. Mengutip buku 80+ Ice Breaker Games susunan Maria Agustina (2010), ice breaking berperan penting dalam menciptakan suasana riang dan membuat peserta akrab satu sama lain.
Selain itu, ice breaking juga bisa membantu peserta baru untuk beradaptasi lebih cepat, mendorong kerja sama antartim, menciptakan kenyamanan, serta menciptakan suasana yang baik dan partisipatif.
Ada banyak game ice breaking yang bisa dicoba untuk mencairkan suasana pembelajaran. Apa saja? Simak ragamnya dalam artikel berikut ini.
Game Ice Breaking
Ice breaking bisa diterapkan di berbagai situasi mulai dari kelas pembelajaran, seminar, talkshow, hingga gathering. Anda bisa menyesuaikan permainannya dengan jenis acara dan karakteristik audiens.
Dirangkum dari buku 120+ Ice Breaking dalam Pembelajaran karya Wahyu Eko Handayani, berikut kumpulan game ice breaking selengkapnya yang bisa dicoba:
1. Ini Namaku
Permainan ini bisa dilakukan berkelompok sebanyak 7-20 orang. Waktu yang digunakan kurang lebih 15 menit. Berikut tata cara permainannya:
Peserta diminta melingkari fasilitator.
Fasilitator memberikan bola tenis kepada salah satu peserta dan memintanya memperkenalkan diri dengan cara melemparkan bola ke atas sebanyak tiga kali sambil menyebutkan namanya. Misalnya "Ini namaku Ani" (lempar) ..." Ani" (lempar) ..." Ani"(lempar).
Kemudian, peserta mengoper bola kepada peserta lain secara acak sambil mengatakan "Giliranmu..."
Peserta yang mendapatkan bola menjawab, "Terima kasih, Ani...", setelah itu ia memperkenalkan diri dengan kalimat "Saya Rudi. Saya mendapatkan bola dari Ani. Giliranmu...".
Langkah ini dilakukan secara berulang sampai semua peserta mendapatkan bola dan berkesempatan memperkenalkan dirinya masing-masing.
Peserta terakhir harus mengembalikan bola kepada peserta pertama dengan mengatakan "Terima kasih... (sebut nama pemberi bola). Nama saya Desi. Saya mendapat bola dari ... Menerima dari... yang sebelumnya mendapatkan dari dan seterusnya (menyebutkan semua nama anggota kelompok). Sekarang bola ini saya kembalikan kepada Ani (peserta pertama). Bola ini kukembalikan padamu Ani.”
2. Pagi, Siang, dan Malam
Permainan ini bisa menguji fokus dan konsentrasi peserta. Ketika instruktur memberikan aba-aba "pagi", maka peserta tepuk tangan satu kali. Jika "siang", tepuk tangan dua kali dan "malam" tepuk tangan tiga kali.
Instruktur akan menyebutkan ketiga kata ini secara cepat dan acak. Nantinya, peserta harus berkonsentrasi untuk bisa memenangkan permainan ini.
3. Berhitung Kelipatan
Permainan ini bisa melatih konsentrasi peserta. Instruktur bisa meminta peserta untuk berhitung dengan kelipatan tertentu. Jika sudah sampai di kelipatan tersebut, maka peserta harus mengatakan "dorrr".
Contohnya: satu, dua, tiga, dorrr, lima, enam, tujuh, dorrr, sembilan, sepuluh, sebelas, dorr, dan seterusnya. Permainan akan berhenti jika ada peserta yang menyebutkan angka kelipatan 4.
4. Temukan dia
Game ice breaking ini dapat melatih peserta agar lebih aktif dan komunikatif. Sebelum dimulai, Anda harus menyiapkan potongan kertas ukuran 10 x 15 dan alat tulis (bolpoin atau pensil). Berikut tata cara memainkannya:
Setiap peserta menuliskan 1 sampai 3 pernyataan di kartu kecil kosong, seperti warna favorit, artis favorit, hobi atau tempat favorit, lokasi liburan.
Fasilitator kemudian mengacak kartu-kartu tersebut sehingga setiap peserta memegang kartu milik peserta lain.
Selanjutnya, peserta-peserta tersebut diminta untuk mencari pemilik kartu yang mereka pegang itu dan memperkenalkan diri mereka pada teman barunya.
Setiap peserta lalu memperkenalkan teman barunya secara bergiliran.
5. Rujak Buah
Permainan ini bertujuan untuk melatih peserta berkomunikasi. Berikut tata cara memainkannya:
Para peserta diminta untuk membentuk sebuah lingkaran.
Fasilitator mempersilakan setiap peserta untuk memilih satu nama buah yang paling disukai. Para peserta harus memastikan bahwa nama masing masing berbeda. Setelah itu, seluruh peserta diajak memasuki irama permainan.
Mereka harus mengingat-ingat rangkaian irama tersebut, yaitu "Tepuk 2 tangan pada 2 paha sebanyak 2 kali, tepuk tangan 2 kali, jentikkan 2 jari kiri dan 2 jari kanan bergantian".
Jika peserta sudah menguasai rangkaian tersebut, permainan dapat dimulai.
Mereka diminta untuk berkomunikasi dengan menggunakan instruksi berikut. "Pada jentikan pertama, seorang peserta menyebutkan nama pilihan peserta lain".
Peserta lain yang namanya disebut harus berkomunikasi dengan cara yang sama.
Demikian seterusnya dan para peserta lain harus tetap membunyikan rangkaian irama, sedangkan yang tidak seirama dipersilakan keluar dari lingkaran.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan ice breaking?

Apa yang dimaksud dengan ice breaking?
Ice breaking adalah permainan atau kegiatan yang berfungsi mengubah suasana kaku dan tegang dalam suatu kelompok.
Apa manfaat ice breaking?

Apa manfaat ice breaking?
Ice breaking bisa membantu anggota baru untuk beradaptasi, mendorong kerja sama, menciptakan kenyamanan, serta menciptakan suasana yang baik dan partisipatif.
Kapan kita bisa menggunakan ice breaking?

Kapan kita bisa menggunakan ice breaking?
Ice breaking bisa diterapkan di berbagai situasi seperti kelas pembelajaran, seminar, talkshow, dan lain-lain.
