Konten dari Pengguna

5 Gaya Hidup Ramah Lingkungan yang Bisa Dipraktikkan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi memulai gaya hidup lingkungan dengan menanam tumbuhan. Foto: CandyRetriever/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi memulai gaya hidup lingkungan dengan menanam tumbuhan. Foto: CandyRetriever/Shutterstock

Gaya hidup ramah lingkungan dikenal dengan semboyan 4R, yakni Reduce, Reuse, Recycle, dan Replace. Semboyan tersebut mengajarkan masyarakat untuk mengurangi jumlah sampah, kemudian mendaur ulangnya menjadi suatu barang yang memiliki nilai guna.

Upaya 4R dapat menjaga kebersihan lingkungan di sekitar serta mengurangi risiko efek rumah kaca akibat menumpuknya gas metana. Melalui praktik ini, masyarakat dapat memanfaatkan sampah sebagai sumber ekonomi berkelanjutan.

Selain lewat gerakan 4R, kamu juga bisa menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dengan cara lain. Misalnya, dengan mengurangi penggunaan energi sebaik mungkin dalam aktivitas sehari-hari.

Ambil langkah kecil namun berarti untuk berkontribusi menyelamatkan lingkungan di sekitar. Sebagai referensi, simak contoh gaya hidup ramah lingkungan selengkapnya dalam artikel berikut ini.

Contoh Gaya Hidup Ramah Lingkungan

Belanja dengan tas ramah lingkungan. Foto: Dok. Freepik

Dengan menerapkan gaya hidup ramah lingkungan, kamu bisa membantu menjaga keseimbangan ekosistem dan mengurangi dampak perubahan iklim. Yuk, simak beberapa contoh tindakannya berikut ini:

1. Menghindari gaya hidup konsumerisme

Mengutip laman Just Energy, gaya hidup konsumerisme bisa memboroskan uang sekaligus merusak sumber daya alam. Jadi, disarankan untuk membeli barang dengan bijak. Kamu bisa membeli barang yang dibutuhkan saja, bukan yang diinginkan.

Pilih produk yang tahan lama dan dapat digunakan berulang kali. Daripada membeli tisu sekali pakai, gunakanlah handuk kain yang bisa dicuci dan dipakai berulang kali. Dengan begitu, Anda bisa mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan.

2. Mengurangi penggunaan energi

Cobalah untuk meminimalisir penggunaan AC di dalam rumah. Sebagai gantinya, kamu bisa membuka jendela atau gunakan kipas angin saja.

Maksimalkan penggunaan cahaya alami dengan membuka tirai di siang hari. Matikan lampu dan keran air apabila tidak digunakan. Dengan begitu, kamu bisa menghemat tagihan listrik dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Ilustrasi gaya hidup ramah lingkungan dari kebiasaan di dapur. Foto: Shutter Stock

3. Hindari penggunaan plastik sekali pakai

Hindari penggunaan botol air, kantong belanja, dan alat makan plastik sekali pakai agar lebih ramah lingkungan. Dijelaskan dalam laman Be Outdoors, sampah plastik biasanya sulit diurai, sehingga penumpukan jumlahnya hanya akan merugikan lingkungan sekitar.

Sebagai gantinya, gunakan produk yang dapat digunakan kembali seperti botol air stainless steel, kantong belanja kain, dan alat makan yang bisa dicuci.

4. Mengurangi limbah makanan

Sebagian besar makanan yang dibeli sering kali berakhir di tempat sampah dan menumpuk di TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Apabila dibiarkan, jumlah gas metana dapat meningkat dan menimbulkan efek rumah kaca.

Solusinya, belilah makanan sesuai kebutuhan. Lalu, kamu bisa mengubah sisa makanan menjadi pupuk kompos agar menjadi benda yang lebih berguna.

5. Memperhatikan pola makan

Disarankan untuk mengurangi konsumsi daging dan beralih ke sumber makanan nabati. Upaya ini dapat membantu mengurangi jejak karbon di lingkungan sekitar. Sehingga, efek rumah kaca dapat dicegah.

Raffi Ahmad, Raisa sampai Bu Khofifah mengapresiasi tas daur ulang baliho pemilu, masa kamu nggak? Dapatkan secara eksklusif di kum.pr/merchandise

(MSD)