5 Hikmah Sakit dalam Islam yang Wajib Dipahami Umat Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu bentuk kasih sayang Allah kepada umatnya yaitu mengujinya dengan rasa sakit atau memberinya suatu penyakit. Karenanya, umat Islam harus bisa memahami dengan lurus dan benar makna di balik hikmah sakit yang diberikan Allah.
Sebagaimana dikutip melalui buku Hikmah Sakit Mereguk Kasih Sayang Ilahi karya Dr. Zaprulkhan, menurut Said Nursi, penyakit yang hadir dalam kehidupan seseorang yaitu untuk mengingatkan sekaligus mempersiapkan datangnya kematian. Walaupun tidak semua penyakit mengantarkan seseorang menuju pintu kematian.
Dengan kata lain, salah satu hikmah datangnya sebuah penyakit adalah agar manusia selalu waspada dan bersiap menyambut datangnya kematian. Selain hikmah yang telah disebutkan, terdapat beberapa hikmah lain yang harus diketahui.
Untuk mengetahui apa saja hikmah sakit dalam Islam lainnya, simak ulasannya di bawah ini.
Baca juga: Tulisan Kalimat Cepat Sembuh dalam Bahasa Arab yang Benar
Hikmah Sakit dalam Islam
Berikut ini adalah beberapa keutamaan dan hikmah di balik ujian sakit yang Allah berikan disadur dari buku Bahagia Ketika Sakit oleh Abu Muhammad Rafif Triharyanto:
1. Sakit sebagai ujian iman
Dalam pandangan Islam, setiap penyakit merupakan cobaan yang diberikan Allah kepada umat-Nya untuk menguji keimanannya. Sebagaimana disampaikan Rasulullah SAW dalam sabdanya:
“Dan sesungguhnya bila Allah SWT mencintai suatu kaum, dicobanya dengan berbagai cobaan. Siapa yang ridha menerimanya, maka dia akan memperoleh keridhoan Allah. Dan barangsiapa yang murka (tidak ridha) dia akan memperoleh kemurkaan Allah.” (HR. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)
Dengan demikian, sakit dapat menjadi tolak ukur sejauh mana seseorang membuktikan keimannya ketika sedang diuji oleh Allah SWT.
2. Dapat menghapus dosa
Betapa mulia dan bahagianya seseorang yang mendapatkan cobaan berupa sakit. Sebab, sakit yang dideritanya akan menjadi kafarat atau mendapatkan jaminan ampunan dosa dari Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda, “Tiada seorang mu’min yang rasa sakit, kelelahan (kepayahan), diserang penyakit atau kesedihan (kesusahan) sampai duri yang menusuk (tubuhnya) kecuali dengan itu Allah menghapus dosa-dosanya.” (HR. Bukhari)
3. Mendapatkan pahala sebagaimana ketika sehat
Ketika seseorang ditimpa cobaan berupa sakit, ia akan tetap mendapatkan pahala kebaikan dan ibadahnya sebagaimana ketika ia melakukannya saat sehat. Hal membuktikan betapa besar rasa sayang Allah kepada hamba-Nya. Sakit ini juga sekaligus menjadi cambuk agar semakin rajin beribadah dan dapat menanam kebaikan setelah sehat nanti.
“Apabila seorang hamba sakit atau berpergian (safar), maka Allah mencatat pahalanya seperti pahala amal yang dikerjakannya sewaktu ia tidak bepergian atau sehat.” (HR. Bukhari)
4. Memperoleh derajat yang tinggi di sisi Allah
Selaian pahala, hikmah yang didapatkan ketika sakit yaitu seseorang akan diangkat derajatnya di sisi Allah SWT. Sebab, di dalam surga ada derajat tertentu yang harus dicapai. Apabila seorang Muslim tidak mampu mencapainya dengan suatu amal, ia bisa meraihnya karena sakit yang dideritanya.
Rasulullah SAW bersabda, “Seorang hamba memilki sutu deratat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapainya dengan amal-amal kebaikannya, maka Allah menguji dan mencobanya agar dia dapat mencapai derajat itu.” (HR. Thabrani)
5. Ajang introspeksi diri
Dalam kondisi sakit, umat Muslim biasanya akan lebih dekat pada Allah SWT. Sehingga momen itu dapat memberikan kesempatan kepada seorang Muslim untuk introspeksi diri.
Menyesali semua dosa serta kesalahan yang pernah dilakukan dan akan berusaha untuk memperbaiki diri ketika sudah sembuh nanti. Allah SWT berfirman, “Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)." (QS. Al-A’raaf: 168)
(IMR)
