5 Jenis Vaksin Anjing yang Perlu Diberikan Sesuai dengan Umurnya

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Vaksinasi merupakan tindakan pencegahan terhadap penyakit-penyakit strategis pada hewan kesayangan, termasuk anjing. Beberapa penyakit yang dapat menyerang anjing di antaranya parvovirus, distamper, parainfluenza, dan adenovirus tipe 2, serta hepatitis yang disebabkan adenovirus tipe 1.
Dalam pemberiannya, terdapat beberapa tahapan vaksinasi sebelum anjing dapat menerima vaksinasi lengkap yang diulang setiap satu tahun. Contohnya pada usia dua bulan dan kondisi anjing dalam keadaan sehat, maka sudah bisa mulai menerima vaksinasi. Setelah vaksinasi diberikan, antibodi baru akan mencapai maksimal setelah 14 hari.
Anjing yang baru divaksin harus benar-benar diperhatikan pemeliharaannya. Mengutip buku Cara Praktis Merawat Anjing terbitan Penebar Swadaya Grup, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan vaksinasi anjing, antara lain:
Anjing yang baru dibeli sebaiknya tidak langsung divaksin dan beradaptasi lebih dulu di rumah selama 1 minggu.
Setelah divaksin, anjing sebaiknya jangan langsung ditempatkan ke lingkungan baru atau melakukan perjalanan yang jauh.
Anjing tidak dimandikan setelah diberikan vaksinasi.
Anak anjing yang belum menerima vaksinasi lengkap sebaiknya tidak dimandikan dulu dan sementara waktu bisa menggunakan dry shampo.
Tempatkan anjing yang baru divaksin di lingkungan yang aman dari cuaca dingin.
Lalu, bagaimana jika anjing yang Anda beli belum pernah mendapatkan vaksinasi?
Apabila anjing berumur di atas 12 minggu, harus dilakukan setidaknya dua kali vaksinasi dengan jeda 3-4 minggu untuk mendapatkan kekebalan yang lebih tinggi. Selanjutnya, vaksinasi dapat diberikan umur 1 tahun dan dilakukan pengulangan setiap tahunnya.
Pastikan anjing dalam kondisi prima sebelum divaksin, tidak sakit maupun terdapat infestasi caplak, kutu, atau cacing. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter hewan sebelum vaksinasi untuk mendapatkan pemeriksaan yang lengkap.
Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah ulasan mengenai program vaksinasi dan jenis vaksin yang disarankan untuk hewan kesayangan Anda berdasarkan umurnya.
Program Vaksinasi dan Jenis Vaksin yang Disarankan
Masih mengutip dari Cara Praktis Merawat Anjing, berikut ini beberapa jenis vaksin apa saja yang perlu diberikan sesuai dengan umur hewan kesayangan Anda:
1. Vaksin Distemper
Distemper merupakan sebutan untuk salah satu penyakit menular dan berbahaya pada anjing yang disebabkan oleh virus tertentu. Infeksi ini dapat ditularkan pada anjing melalui paparan udara atau tempat makanan yang digunakan bersama dengan hewan lain yang terjangkit virus.
Apabila tidak segera dicegah dengan vaksin, penyakit ini berisiko menyebabkan gangguan pada pernapasan dan kerusakan otak permanen pada hewan tersebut. Selain itu, distemper juga dapat menyebabkan diare, dehidrasi, kejang, dan kesulitan menelan makanan.
Berikut aturan pemberian dosis vaksin distemper pada anjing:
Diberikan pada anjing yang berusia 6 minggu.
2 dosis diberikan pada anjing usia di atas 16 minggu dengan jarak 3-4 minggu.
Dosis vaksin booster pada anjing setelah 1 tahun vaksinasi penuh.
2. Vaksin Hepatitis
Hepatitis adalah infeksi pada anjing yang disebabkan oleh virus menular (adenovirus tipe-1) yang menyerang hati, ginjal, limpa, paru-paru, dan mata anjing. Penyakit ini bisa ditularkan melalui air liur, urine, dan tinja anjing yang terinfeksi virus.
Jika tidak diberikan vaksin, anjing yang terkena virus ini berisiko mengalami kerusakan hati yang parah dan bahkan menyebabkan kematian. Karenanya, untuk mencegah hepatitis berikanlah vaksin sesuai dengan program berikut ini:
Vaksin diberikan pada anjing yang berusia 9 minggu.
Dosis vaksin booster diberikan pada anjing setiap 3 tahun.
3. Vaksin Parvo
Parvo atau parvovirus adalah suatu penyakit yang menyerang saluran pencernaan dan menyebabkan gejala seperti tidak nafsu makan, demam, muntah, buang air besar berdarah, dan dehidrasi. Penyakit ini umumnya menyerang anjing berusia kurang dari 4 bulan yang belum diberi vaksinasi.
Adapun program pemberian dosis vaksin parvo antara lain:
Diberikan pada anjing berusia 12 minggu.
Dosis booster pada anjing setelah 1 tahun vaksinasi penuh.
4. Vaksin Rabies
Rabies adalah infeksi virus yang menyerang otak dan sumsum tulang belakang pada anjing. Rabies umumnya ditularkan melalui gigitan atau paparan dari hewan liar. Adapun cara terbaik untuk mencegahnya yaitu dengan vaksinasi sesuai jadwal atau program berikut ini:
Diberikan pada anjing berusia 4 bulan atau 16 minggu di bawahnya.
Dosis vaksin booster diberikan setiap 3 tahun.
5. Vaksin Parainfluenza
Parainfluenza adalah infeksi virus yang menyerang sistem pernapasan pada anjing dan dapat menyebabkan kennel cough atau batuk pada anjing. Berikut program vaksin parainfluenza untuk anjing antara lain:
Diberikan pada anjing berusia 1 tahun dan diulang setiap tahunnya.
Dosis vaksin booster diberikan setiap 3 tahun.
(IMR)
