5 Kedudukan Shalat dalam Islam beserta Dalilnya dalam Alquran dan Hadits

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Shalat dalam syariat Islam dimaknai sebagai ucapan dengan beberapa perbuatan yang dibuka dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Dinamakan shalat karena merupakan shilah (hubungan) langsung antara hamba dengan Allah SWT.
Allah SWT memerintahkan kepada hamba-Nya untuk mendirikan shalat agar mereka selalu dilimpahi oleh kebaikan di dunia dan akhirat. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al Bayyinah yang artinya:
“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan juga agar melaksanakan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS. Al Bayyinah: 5).
Selain ayat di atas, masih banyak ayat lain dalam Alquran yang juga menyinggung perihal shalat. Sebab, shalat dalam Islam memiliki kedudukan yang sangat tinggi, bahkan melebihi ibadah-ibadah lainnya.
Hal itu berdasarkan urgensi shalat itu sendiri, di mana Allah SWT mengatur ibadah ini ke dalam rukun Islam kedua setelah membaca dua kalimat syahadat. Ada pun kedudukan shalat dalam Islam lebih jelasnya akan diterangkan dalam uraian artikel berikut ini.
Kedudukan Shalat dalam Islam
Merujuk buku Shalatul Mu’min: Bab Shalat karya Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qathani, hal yang menunjukkan betapa penting dan tingginya kedudukan shalat dalam Islam, di antaranya:
1. Shalat merupakan tiang agama
Tiang ini diibaratkan sebagai fondasi dasar dalam sebuah bangunan. Jika fondasi tersebut rusak, hancurlah bangunan tersebut.
Begitupun dengan shalat, jika ditunaikan dengan khusyu dan istiqomah, keimanan seorang Muslim akan selalu kokoh dan kuat.
Dalam hadits Mu’adz disebutkan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda: “Pokok dari segala bentuk ibadah adalah Islam; tiangnya adalah shalat; dan amalannya yang paling tinggi adalah jihad.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
2. Shalat merupakan amal ibadah yang dihisab pertama kali
Amal ibadah yang akan dihisab pertama kali di hari kiamat adalah shalat. Karenanya, shalat pun menjadi tolak ukur bagi amal ibadah lainnya. Jika ibadah ini menghasilkan timbangan yang buruk, amalan lain juga akan buruk dan sebaliknya.
Dalam hadits Anas RA dari Nabi SAW, beliau bersabda: "Amal seorang hamba yang pertama kali akan dihisab kelak pada hari Kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka seluruh amal yang lainnya akan baik pula; dan jika shalatnya jelek, maka seluruh amalnya yang lain akan jelek pula." (HR. Abu Hurairah).
3. Shalat merupakan syariat Islam yang terakhir lenyap
Syariat Islam merupakan aturan yang berlaku dalam ajaran Islam untuk mengatur seluruh sendi kehidupan manusia. Menjelang hari kiamat, seluruh syariat Islam akan Allah SWT hilangkan satu demi satu. Dan shalat akan menjadi syariat Islam terakhir yang dihilangkan oleh Allah SWT.
Dalam riwayat Abu Umamah yang marfu’ disebutkan: “Syari'at Islam akan lenyap satu demi satu. Setiap kali suatu syari'at Islam lenyap, maka manusia akan berpedoman pada aturan yang menggantikannya. Syari'at Islam yang pertama kali akan lenyap adalah hukum, sedang yang terakhir kali lenyap adalah shalat.” (HR. Ahmad).
4. Allah berikan pujian kepada mereka yang mendirikan shalat
Allah SWT sangat senang dengan hamba yang selalu mendirikan shalat, apalagi kepada mereka yang juga memerintahkan keluarganya untuk melaksanakan ibadah ini. Karenanya, Allah SWT pun akan memberikan pujian kepada umat yang mendirikan shalat.
Alquran menegaskan yang artinya: “Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al-Qur’an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan ia menyuruh ahlinya untuk mengerjakan salat dan menunaikan zakat; dan ia adalah seorang yang diridai di sisi Tuhannya.” (QS. Maryam: 54-55).
5. Termasuk ke dalam rukun Islam
Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya bahwa shalat adalah rukun Islam kedua setelah kalimat syahadat. Maka dari itu, penting bagi umat Islam untuk selalu menunaikan ibadah shalat.
Dari Abdullah bin Umar, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “Islam didirikan di atas lima dasar: bersaksi bahwa tiada ilah kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah; mendirikan shalat; menunaikan zakat; berpuasa pada bulan Ramadhan; dan mengerjakan haji ke Baitullah.” (QS. Muslim).
(NDA)
