5 Kriteria Teman yang Baik Menurut Islam Berdasarkan Pendapat Ulama

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Definisi teman yang baik memiliki banyak sekali penafsiran. Ada yang menganggap bahwa teman yang baik adalah orang yang dapat dipercaya untuk menjadi tempat menceritakan semua rahasia.
Namun, ada juga yang mengatakan bahwa teman yang baik adalah mereka yang setia menemani, baik dalam keadaan senang maupun susah. Definisi tersebut tidaklah salah, karena sejatinya teman yang baik adalah orang yang selalu ada dan bisa diandalkan.
Mengutip buku Catatan Pejuang Hijrah karya Nilam Tika Sari (2017), Islam mengartikan teman yang baik sebagai orang yang membantu kita untuk lebih dekat kepada Allah. Sehingga, kita senantiasa taat pada perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.
Ada beberapa kriteria teman yang baik menurut Islam yang dipaparkan para ulama. Apa saja? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Kriteria Teman yang Baik Menurut Islam
Imam al-Ghazali dalam karyanya yang berjudul Bidayatul Hidayah mengungkapkan 5 kriteria teman yang baik menurut Islam. Teman ini bisa diajak untuk mengarungi berbagai persoalan dunia dan agama bersama-sama.
Dirangkum dari buku Persahabatan Hakiki karya Marsidi (2021), berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda:
1. Cerdas dan berilmu
Berteman dengan orang bodoh tidak membawa manfaat apapun bagi Anda. Justru ia akan membawa pada keputusasaan dan kesesatan dunia. Dalam sebuah syair, Imam Ghazali pernah berkata “Janganlah berteman dengan orang bodoh karena akan celaka engkau dan celaka pula dia.”
2. Memiliki akhlak yang baik
Jangan berteman dengan orang yang tidak baik akhlaknya. Imam Ghazali mengumpamakan orang tersebut seperti seseorang yang tidak mampu menguasai amarah dan hawa nafsunya sendiri.
Seorang ahli hikmah bernama Al-Utharridi pernah memberikan nasihat kepada putranya agar berteman dengan orang yang selalu menjaga kehormatannya sendiri. Sehingga, ia selalu mencukupi kebutuhan, menambah kemuliaan, dan menjaga ibadah temannya.
3. Orang yang saleh
Orang saleh akan mengajak pada kebaikan dan menjauhi maksiat. Imam Ghazali melarang umat Muslim untuk berteman dengan orang fasik yang tidak takut kepada Allah SWT.
Dalam Surat Al-Kahfi ayat 28, Allah SWT berfirman yang artinya: “Dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannyadan perilakunya sudah melewati batas.”
4. Tidak tamak dunia
Orang yang tamak dapat membawa racun hati yang mematikan. Bergaul dengan orang yang tamak bisa menyebabkan Anda lupa pada hakikat agama yang sesungguhnya.
Oleh sebab itu, sebaiknya bertemanlah dengan orang yang zuhud. Ia akan membuat Anda lebih mensyukuri semua nikmat yang telah dikaruniakan oleh Allah SWT. Alih-alih mengejar dunia, orang yang zuhud justru akan memperbanyak ibadah.
5. Jujur
Kejujuran akan membawa Anda pada kebenaran. Oleh sebab itu, bertemanlah dengan orang yang jujur dan selalu bertanggung jawab dengan perkataannya. Berteman dengan pembohong hanya akan membawa Anda pada kesesatan yang nyata.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa yang dimaksud dengan teman yang baik?

Apa yang dimaksud dengan teman yang baik?
Teman yang baik adalah seseorang yang dapat dipercaya dan menjadi tempat yang tepat untuk menceritakan semua rahasia
Bagaimana teman yang baik menurut Islam?

Bagaimana teman yang baik menurut Islam?
Islam mengartikan teman baik sebagai orang yang membantu kita untuk lebih dekat kepada Allah.
Mengapa Islam menganjurkan berteman dengan orang yang cerdas dan berilmu?

Mengapa Islam menganjurkan berteman dengan orang yang cerdas dan berilmu?
Sebab, berteman dengan orang bodoh tidak membawa manfaat apapun bagi Anda. Justru ia akan membawa pada keputusasaan dan kesesatan dunia.
