5 Kumpulan Doa Ketika Turun Hujan yang Bisa Diamalkan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 7 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Hujan adalah rahmat yang diturunkan oleh Allah SWT kepada seluruh makhluk-Nya di bumi. Itu mengapa umat Muslim dianjurkan untuk mengamalkan kumpulan doa ketika turun hujan sebagai bentuk rasa syukur.
Waktu turunnya hujan juga salah satu momen mustajab untuk memanjatkan hajat. Ada berbagai bacaan doa spesifik yang diajarkan untuk dibaca, baik saat hujan turun, lebat, atau disertai petir.
Kumpulan Doa Ketika Turun Hujan
Dikutip dari buku Kumpulan Dzikir dan Doa Shahih: Tuntunan Hidup 24 Jam (2010) oleh Anshari Taslim, berikut kumpulan doa ketika turun hujan yang bisa dibaca.
1. Doa Ketika Turun Hujan
Doa ini paling umum dibaca saat hujan mulai turun untuk memohon agar hujan tersebut membawa manfaat.
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Allaahumma shayyiban naafi‘aa.
Artinya: “Ya Allah, jadikan hujan ini bermanfaat.”
2. Doa Ketika Hujan Turun Terlalu Lebat dan Takut Membahayakan
Jika hujan turun sangat deras dan disertai angin kencang atau petir yang menimbulkan kekhawatiran akan terjadi bencana, umat Islam dianjurkan membaca doa ini untuk memohon perlindungan:
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Allaahumma hawaalaina wa laa ‘alaina. Allaahumma ‘alal aakaami wazh zharaabi wa buthuuni alawdiyati wa manaabitis syajari.
Artinya: “Ya Allah, di sekitar kami saja (hujan ini turun) jangan di atas kami (membanjiri kami), ya Allah jadikan ia (air hujan itu) turun di gundukan tanah, perbukitan, lembah-lembah dan tempat tumbuhnya pohon.”
3. Doa Ketika Hujan Berhenti
Setelah hujan berhenti, umat dianjurkan bersyukur atas rahmat yang telah Allah berikan dengan membaca doa berikut:
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ
Muthirnaa bi fadhlillaahi wa rahmatih.
Artinya: “Kita diberi hujan dengan fadhlilah (keutamaan) dan rahmat (kasih sayang) dari Allah.”
4. Doa Ketika Ada Angin
Hujan terkadang datang bersamaan dengan angin kencang. Saat menghadapi cuaca tersebut, umat dianjurkan membaca doa berikut:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَهَا وَخَيْرَ مَا فِيهَا وَخَيْرَ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ مَا فِيهَا وَشَرِّ مَا أُرْسِلَتْ بِهِ
Allaahumma innii as’aluka khairahaa wa khaira maa fiihaa wa khaira maa ursilat bihii, wa a’uudzu bika min syarrihaa wa syarri maa fiihaa wa syarri maa ursilat bih.
Artinya: “Ya Allah, sungguh aku mohon kepada-Mu kebaikannya (angin ini), kebaikan yang terkandung di dalamnya, dan kebaikan yang terkandung dalam pengirimannya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan yang terkandung dalam pengirimannya.”
5. Doa Ketika Ada Petir
Rasulullah SAW mengajarkan doa khusus saat mendengar petir yang datang bersamaan dengan hujan.
سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ
Subhaanallaadzii yusabbihur ra’du bihamdihii wal malaa’ikatu min khiifatih.
Artinya: “Maha suci (Allah) di mana petir bertasbih memuji-Nya dan malaikat bertasbih karena takut pada-Nya.”
Baca juga: Kumpulan Doa untuk Kedua Orang Tua dan Keutamaan Membacanya
Amalan Sunnah Saat Hujan
Selain membaca doa, umat Muslim juga disunnahkan melakukan amalan lain sebagaimana dikutip dari buku Panduan Amal Shalih di Musim Hujan (2021) oleh Muhammad Abduh Tuasikal.
1. Mengambil Berkah (Tabarruk) dari Air Hujan
Amalan ini memiliki dasar yang kuat. Rasulullah SAW sengaja membiarkan sebagian tubuhnya terkena air hujan, terutama saat hujan baru pertama kali turun di awal musim.
Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, ia berkata:
"Hujan turun membasahi kami saat kami sedang bersama Rasulullah SAW. Lalu Rasulullah SAW menyingkap pakaiannya (membuka sebagian penutup kepala atau baju) hingga hujan mengguyur tubuhnya. Kami bertanya, 'Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan ini?' Beliau menjawab: 'Karena ia (hujan) baru saja datang dari Rabb-nya (Allah) Ta’ala.'" (HR. Muslim)
Hal ini merupakan bentuk kegembiraan dan rasa syukur terhadap rahmat yang baru saja Allah SWT turunkan dari langit. Itu karena air hujan yang pertama turun dianggap mengandung keberkahan.
Jika ingin mengamalkannya, Anda bisa menyingkap sedikit lengan baju, membasuh wajah, atau membiarkan kepala terkena tetesan air hujan secara langsung. Kemudian, renungkan bahwa hujan ini adalah berkah langsung dari Allah SWT.
2. Memperbanyak Doa Hajat
Waktu turunnya hujan merupakan salah satu waktu yang mustajab untuk berdoa. Hal ini didasarkan pada hadis Rasulullah SAW:
"Dua doa yang tidak akan ditolak: doa ketika adzan dan doa ketika hujan." (HR. Al Hakim)
Saat hendak berdoa untuk memohon hajat, dianjurkan mengawalinya dengan membaca doa ketika hujan turun. Setelah itu, ungkapkan semua keinginan dan kebutuhan (hajat) secara spesifik dan sungguh-sungguh. Contohnya:
"Ya Allah, di waktu hujan yang penuh berkah ini, hamba memohon kepada-Mu... (sebutkan hajat). Mudahkanlah urusan hamba, kabulkanlah doa hamba, Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa."
Lalu, akhiri dengan doa sapu jagat atau doa memohon kemudahan, seperti:
Doa Sapu Jagat
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil-akhirati hasanatan wa qina 'adzaban-nar.
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan peliharalah kami dari siksa api neraka."
Doa Nabi Musa untuk Memohon Kemudahan
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي, وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي
Robbisrohlii shodrii, wa yassirlii amrii.
Artinya: "Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, dan mudahkanlah urusanku."
3. Tidak Mencela Hujan
Hujan adalah ketetapan dan rahmat Allah SWT. Oleh karena itu, manusia dilarang untuk mengeluh, kesal, atau bahkan mencaci maki hujan.
Mencela hujan sama saja dengan mencela Dzat yang menurunkannya, yaitu Allah SWT. Ini adalah sikap yang bertolak belakang dengan rasa syukur dan ridha terhadap takdir Allah.
Jika hujan terlalu deras dan menimbulkan kekhawatiran, umat Muslim diajarkan untuk membaca doa ketika hujan terlalu lebat agar dialihkan ke tempat yang lebih membutuhkan.
4. Bersyukur dan Mengingat Allah
Setelah hujan reda, amalan yang dianjurkan adalah bersyukur dengan lisan dengan membaca doa setelah hujan berhenti. Umat Muslim harus meyakini bahwa hujan turun semata-mata atas kehendak dan rahmat Allah, bukan karena musim atau ramalan bintang.
5. Berwudhu atau Mandi dengan Air Hujan
Air hujan adalah air yang suci dan menyucikan. Oleh karena itu, memanfaatkannya untuk bersuci adalah hal yang baik. Allah SWT berfirman:
"...Dan Kami turunkan dari langit air yang amat bersih (suci lagi mensucikan)." (QS. Al-Furqan: 48)
Meskipun tidak ada perintah khusus, menggunakan air hujan bersih yang tertampung untuk berwudhu adalah cara lain untuk menikmati dan memanfaatkan berkah dari air tersebut.
Kisah-Kisah Teladan tentang Hujan dalam Sejarah Islam
Hujan tercatat dalam banyak kisah penting sejarah Islam, baik sebagai rahmat dan pertolongan sebuah peristiwa maupun jawaban langsung atas doa yang dipanjatkan.
1. Hujan sebagai Penolong di Perang Badar
Salah satu contoh hujan sebagai rahmat dari Allah SWT ada dalam kisah Perang Badar. Di malam sebelum pertempuran, Allah SWT menurunkan hujan di Lembah Badar. Hujan ini diabadikan dalam QS. Al-Anfal ayat 11.
اِذْ يُغَشِّيْكُمُ النُّعَاسَ اَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءً لِّيُطَهِّرَكُمْ بِهٖ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلٰى قُلُوْبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْاَقْدَامَۗ
“(Ingatlah) ketika Allah membuat kamu mengantuk sebagai penenteraman dari-Nya dan menurunkan air (hujan) dari langit kepadamu untuk menyucikan kamu dengan (hujan) itu, menghilangkan gangguan-gangguan setan dari dirimu, dan menguatkan hatimu serta memperteguh telapak kakimu.” (QS. Al-Anfal ayat 11)
Bagi kaum Muslimin, hujan ini menjadi rahmat karena menenangkan hati para sahabat dan menghilangkan was-was dari setan. Hujan ini juga menyediakan air bersih untuk mereka minum dan bersuci.
2. Hujan dan Doa Istisqa'
Di zaman Nabi Muhammad SAW, pernah terjadi kekeringan hebat di Madinah. Seorang Arab Badui datang menemui Nabi saat beliau sedang berkhutbah Jumat. "Wahai Rasulullah, harta benda telah binasa dan keluarga kelaparan. Berdoalah kepada Allah untuk kami!"
Rasulullah SAW pun mengangkat kedua tangannya dan berdoa, "Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami. Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami."
Anas bin Malik, sang perawi hadis, bersaksi bahwa saat itu langit benar-benar bersih tanpa awan sedikit pun. Namun, setelah Nabi berdoa, awan tebal muncul dari balik gunung, menyebar, lalu menurunkan hujan deras. Hujan itu turun terus-menerus selama satu minggu penuh.
3. Munculnya Doa Hujan yang Turun Terlalu Lebat
Pada Jumat berikutnya, orang Badui kembali datang. Kali ini ia berkata, "Wahai Rasulullah, bangunan-bangunan telah hancur dan harta benda tenggelam. Berdoalah kepada Allah untuk kami (agar hujan ini beralih)!"
Di sinilah Rasulullah SAW tersenyum, lalu mengangkat tangannya dan membaca doa yang kini diamalkan sebagai doa saat hujan turun terlalu lebat:
"Allahumma hawalaina wa la 'alaina..."
Ya Allah, di sekitar kami saja, jangan di atas kami...
Anas bersaksi, "Tidaklah beliau menunjuk ke satu arah di langit dengan tangannya, kecuali awan di arah itu langsung menyingkir." Langit Madinah menjadi cerah kembali, sementara hujan tetap turun di daerah-sekelilingnya.
(FHK)
Baca juga: Bacaan Doa Istighosah Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
