Konten dari Pengguna

5 Lagu Natal dari Kidung Jemaat yang Dinyanyikan saat Kebaktian

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Natal. Foto: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Natal. Foto: Unsplash.

Ibadah Natal dilakukan dengan beberapa tahapan, mulai dari pembacaan doa hingga menyanyikan kidung pujian. 5 lagu Natal dari Kidung Jemaat ini biasa dinyanyikan saat kebaktian.

Kidung Jemaat (KJ) merupakan buku yang disusun oleh Yayasan Musik Gereja Kristen pada 1986. Buku tersebut memuat kumpulan lagu pujian yang mengusung tema tertentu, salah satunya tentang Natal.

5 Lagu Natal dari Kidung Jemaat

Ilustrasi Natal. Foto: Unsplash.

Hari Raya Natal merupakan momen istimewa dan penuh makna bagi umat Kristiani. Pada hari tersebut, Yesus Kristus dilahirkan ke dunia untuk menjadi juru selamat.

Momen tersebut dirayakan melalui melalui serangkaian ibadah, salah satunya melantunkan lagu-lagu pujian dari Kidung Jemaat.

Dikutip dari buku Kidung Jemaat Empat Suara oleh Yayasan Musik Gereja di Indonesia, berikut 5 lagu Natal dari kidung jemaat yang biasa dinyanyikan saat kebaktian.

1. Alam Raya Berkumandang (Kidung Jemaat 101)

Alam raya berkumandang oleh pujian mulia

dari gunung, dari padang

kidung malaikat bergema

Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelsis Deo!

Hai gembala, karena apa sambutan ini menggegar?

Bagi Maharaja siapa sorak sorgawi terdengar?

Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelsis Deo!

Sudah lahir Juru Slamat itu berita lagunya.

Puji dan syukur dan hormat dipersembahkan pada-Nya.

Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelsis Deo!

Ikutilah, hai gembala, nyanyian sorga yang merdu

Mainkan suling dan rebana dan bersyukur di hatimu!

Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelsis Deo!

Mari, kita pun kesana untuk melihat Putera.

Mari, kita persembahkan suara dan hati pada-Nya!

Gloria in excelsis Deo! Gloria in excelsis Deo!

Baca juga: Bacaan Renungan Harian Ayat Alkitab Kidung Agung 5: 16

2. Malam Kudus (Kidung Jemaat 92)

Malam kudus, sunyi senyap, dunia terlelap.

Hanya dua berjaga terus ayah bunda mesra dan kudus.

Anak tidur tenang, Anak tidur tenang.

Malam kudus, sunyi senyap. Kabar Baik menggegap.

Bala sorga menyanyikannya, kaum gembala menyaksikannya: "Lahir Raja Syalom, lahir Raja Syalom!"

Malam kudus, sunyi senyap. Kurnia dan berkat

tercermin bagi kami terus di wajah-Mu, ya Anak Kudus,

cinta kasih kekal, cinta kasih kekal.

3. Tumbuhlah Tunas Baru (Kidung Jemaat 93)

Tumbuhlah tunas baru di tunggul Isai,

yang pada masa lalu disyairkan nabi.

Nubuatnya genap: bunga harapan

Lahir di malam yang gelap.

Ini maksud Yesaya dengan nubuatnya:

lahir dati Maria seorang Putera

Kudus dan mulia Firman menjadi daging

Perawan bundaNya

Bunga begitu mungil yang harum dan lembut

menghapus dari bumi gelap dan kemelut

Sungguh manusia dan sungguh-sungguh Allah

Penebus dunia

mari menyambut "Amin' atas karunia

Ya Yesus, kami yakin; ya Tuhan tolonglah

Agar dengan syukur kami memuji Dikau di Kerajaanmu

4. Di Malam Sunyi Bergema (Kidung Jemaat 96)

Di malam sunyi bergema nyanyian mulia.

Malaikat turun mendekat dengan beritanya

"Sejaht'ra bagi dunia, t'lah datang Penebus."

Heninglah bumi mendengar nyanyian yang kudus

Tetap malaikat menembus angkasa yang gelap

Membawa kidung damaiNya di bumi yang penat

Sayapnya dikembangkannya di atas yang sendu

Di kancah dosa terdengar nyanyian yang kudus

Tetapi dosa pun tetap melanda dunia

Menyangkal kidung Kabar Baik sekian lamanya

Hai insan, buka hatimu, mengapa rusuh terus?

Diamkan gaduh dan dengar nyanyian yang kudus

Hai, kamu yang menanggung b'rat, yang hidup tertekan

Mendaki, susah jalanmu, langkahmu pun pelan

Hai lihat, hari jadi trang, bebanmu ditebus

Tabahkan hati dan dengar nyanyian yang kudus

T'lah hampir penggenapannya nubuat kaum nabi

Kan datang zaman mulia, indahnya tak terperi

Serta mengulang menggema nyanyian yang kudus

5. Hai Kota Mungil Bethlehem (Kidung Jemaat 94)

Hai kota mungil Betlehem, betapa kau senyap

Bintang di langit cemerlang melihat kau lelap

Namun, di lorong gelap mu bersinar terang baka

Harapanmu dan doamu kini terkabullah

Sebab bagimu lahir Mesias, Tuhanmu

Malaikatlah penjagaNya di malam yang teduh

Hai bintang-bintang fajar, beritakan Kabar Baik

Sejahtera di dunia! Segala puji naik!

Tenang di malam sunyi terang sorga berseri

Demikianlah karunia bagimu diberi.

DatangNya diam-diam di dunia bercela

Hati terbuka dan lembut 'kan dimasukiNya

Ya Yesus, Anak Betlehem, kunjungi kami pun

Sucikanlah, masukilah yang mau menyambutMu

Telah kami dengarkan Berita mulia

Kau beserta manusia kekal selamanya

(GLW)