Konten dari Pengguna

5 Lagu Rohani Rabu Abu yang Dinyanyikan Saat Misa beserta Liriknya

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Rabu Abu merupakan momen yang menandakan dimulainya Masa Prapaskah. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Rabu Abu merupakan momen yang menandakan dimulainya Masa Prapaskah. Foto: Unsplash.com

Lagu rohani Rabu Abu kerap dinyanyikan dalam perayaan Misa Rabu Abu untuk mengiringi umat dalam berdoa. Lagu-lagu ini mengandung makna mendalam, mengajak umat untuk merenungkan kehidupan, memohon ampun, dan meningkatkan keimanan dalam persiapan menuju Paskah.

Mengutip buku Wartakanlah Sabda Tuhan II oleh Prof. Dr. Kees Bertens, MSC, Rabu Abu merupakan hari pertama dalam masa Prapaskah yang ditandai dengan penerimaan abu di dahi sebagai simbol pertobatan dan kesadaran akan kefanaan manusia. Pada momen ini, umat Katolik diajak untuk memulai perjalanan rohani dengan lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.

Dalam Misa Rabu Abu, umat Katolik akan menyanyikan beberapa lagu rohani untuk mengiringi proses perayaan, mulai dari pembukaan, penerimaan abu, hingga penutupan sebagai ungkapan tobat dan harapan akan kasih Tuhan.

Daftar Lagu Rohani Rabu Abu

Lagu rohani Rabu Abu seirng dinyanyikan selama proses perayaaan dilaksanakan. Foto: Unsplash.com

Disadur dari situs Paroki Santo Paulus Depok, berikut lagu-lagu rohani yang dinyanyikan pada Misa Rabu Abu beserta liriknya:

1. Hamba Hambamu Berhimpun (Puji Sykur No. 481)

Hamba-hambaMu berhimpun Tuhan lihatlah,

dalam kasih kami pandang salibMu Tuhan.

Kami satu dalam doa di depan Allah,

Bimbing langkah kami Tuhan, Dikau jalan.

Macam-macam logat menceraikan manusia,

kasih Allah dan hukumNya kan menyatukan.

Dalam kegelapan kami tak pernah resah,

Di dampingi Yesus guru kebenaran.

Dunia berubah slalu, tak kunjung henti,

dimanakah disegarkan orang yang lelah ?

Yang tertindih salib hidup tak kenal akhir,

buatlah lega ya Yesus kehidupan.

Tuhan baharuilah hidup kami umatMu,

bantulah kami dalam bekerja, dan bersyukur,

curahkanlah semangat kekuatan dan iman.

Dikau jalan kebenaran, kehidupan.

2. Hanya Debulah Aku (Puji Syukur Nomor 481)

Hanya Debulah Aku

Hanya debulah aku di alas kakiMu Tuhan

Haus ‘kan titik embun

sabda penuh ampunTak layak aku tengadah menatap wajahMu

Namun tetap ‘ku percaya

Maha Rahim Engkau

Ampun seribu ampun

Hapuskan dosa – dosaku

Segunung sesal ini ‘ku unjuk padaMu

Tak layak aku tengadah menatap wajahMu

Namun tetap ‘ku percaya

Maha Rahim Engkau

3. Dulu Yesus Berpuasa (Puji Syukur Nomor 490)

Dulu Yesus berpuasa empat puluh hari lamanya.

Ia pun merasa lapar, si penggoda datang katanya,

"Bila Kau Putra Ilahi, batu ini jadikanlah roti."

Jawab Yesus sabda-Nya, "Hidup tak hanya dengan roti."

Kerajaan yang gemilang diperlihatkan kepada-Nya;

diserahkan bagi Yesus, asal Yesus mau menyembah.

"Kuberikan bagi Dikau, asal Tuan mau menyembahku."

Jawab Yesus, sabda-Nya, "Hanya Allah boleh disembah."

Maka Yesus pun diangkat ke tempat yang tinggi dan ngeri,

agar Yesus mau meloncat hingga orang kagum tak henti.

"Jatuhkanlah Diri Anda, dan malaikat-Mu akan menjaga."

Jawab Yesus, sabda-Nya, "Janganlah mencobai Allahmu."

4. Dari Bawah Tubir Dosa (Puji Syukur Nomor 606)

Dari Bawah Tubir Dosa, Padamu Kuberseru,

Tuhan, Dengarkanlah Hamba, Indahkanlah Doaku!

Jika Tuhan Ingat Dosa, Siapa Dapat Tahan?

Tuhan Ampunilah Kami, Agar Umat-Mu Takwa!

Harapanku Pada Tuhan, Tumpuan Kerahiman.

Jiwaku Menanti Tuhan, Sabda-Nya Kudambakan.

Akan Fajar Dinihari, Rindu Para Penjaga.

Akan Tuhan Dan Ampun-Nya, Rindulah Umat Allah.

Buatlah Umat-Mu Tuhan, Menantikan Sabda-Mu;

Kerelaan Yang Sejati Hanya Ada Padamu.

Ampun Yang Berlimpah-Limpah Hanya Padamu Allah.

Tuhan, Bebaskanlah Kami, Dari Hukuman Dosa!

5. Kasihanilah Umatmu Tuhan (Puji Syukur Nomor 601)

Kasihanilah Umatmu Tuhan

Karna Maharahim Engkau

Dan Hapuskan Dosa, Salah Kami

Karna Darah Putramu

Kami Bagai Anak-Anak Hilang

Yang Telah Pergi Darimu

Padamu Sekarang Kami Pulang

Dalam Tobat Yang Penuh

Hati Kami Buatlah Bersih

Dan Sanubari Pun Berseri

Agar Bersorak-Sorai Lidah Kami

Mewartakan Kasihmu

Baca Juga: Jadwal Misa Rabu Abu 2025 di Jakarta di Berbagai Gereja

(SAI)