5 Makanan Khas Solo yang Wajib Dicoba Ketika Berkunjung

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Solo merupakan salah satu kota di Jawa Tengah yang memiliki beragam sajian kuliner mengenyangkan. Tidak hanya cita rasanya yang lezat, kuliner khas Solo juga terkenal dengan harganya yang murah dan terjangkau.
Saking terkenalnya, di Solo bahkan terdapat tempat wisata kuliner yang diberi nama “Pusat Kuliner Khas Solo”. Tempat tersebut biasanya diisi dengan Pasar Jajanan, Pasar Dhahar, stand Pasar Dhahar, Pasar Demo dan Pasar-Pasaran.
Tujuan dibentuknya Pusat Kuliner Khas Solo yaitu untuk memberikan atraktivitas bagi wisatawan lokal nasional dengan target pasar menengah ke atas. Tujuan ini dapat dicapai melalui pengolahan tata ruang dengan pendekatan aspek variety of sense experience.
Saat Anda berkunjung ke kota Solo, jangan lupa untuk menyempatkan diri mencoba makanan-makanan khas di sana. Sebagai referensi, berikut daftar makanan khas Solo selengkapnya yang bisa Anda coba.
Makanan Khas Solo
Ada banyak makanan khas Solo yang bisa dicoba ketika Anda berkunjung ke kota ini. Dirangkum dari Makanan Khas Jawa Tengah karya Prasita Puspita Sari (2020), berikut penjelasan lengkapnya:
1. Timlo
Timlo adalah salah satu makanan khas yang sangat terkenal di Kota Surakarta. Sajian sop daging ini terdiri dari suwiran daging, telur, hati ayam, dan sosis solo.
Berbeda dengan sop lain, Timlo dibuat dengan kuah bening dan rasa kaldu yang begitu kental. Secara sekilas, sajian ini mirip seperti bakwan kawi. Namun, bahan-bahan yang digunakan berbeda dan cita rasanya cenderung lebih gurih.
2. Sate Buntel
Makanan menggugah selera ini banyak diminati oleh masyarakat Solo dan sekitarnya. Sate buntal adalah olahan sate yang dibuat dengan bahan dasar daging kambing digiling yang dibungkus dengan lemak kambing.
Konon, presiden kedua Indonesia Bapak Soeharto sangat menyukai sajian ini. Cita rasa sate buntel begitu lezat dengan tambahan merica dan kecap manis di atasnya. Sate ini cocok dihidangkan ketika masih panas atau hangat.
3. Cabuk Rambak
Nama makanan ini terdiri dari dua kata, yakni cabuk dan rambak. Kata cabuk mengacu pada saus berbahan utama wijen putih yang digunakan pada makanan ini.
Sementara kata rambak merujuk pada kerupuk yang dibuat dari kulit sapi atau kerbau. Sesuai dengan namanya, saus wijen dan rambak menjadi bagian tidak terpisahkan dari kuliner tradisional khas kota Solo ini.
4. Es Kapal
Minuman dingin ini telah dikenal oleh masyarakat Solo sejak lama. Dijelaskan dalam buku Kuliner Langka Khas Solo yang Mulai Langka susunan Dawud Achroni (2018), nama es ini diambil dari bentuk gerobak yang digunakan para penjual ketika menjajakan es mereka. Ada bentuk lancip di salah satu sisi gerobaknya, sehingga masyarakat setempat menyebutnya sebagai kapal.
5. Pecel Ndeso
Pecel adalah makanan yang terdiri atas aneka sayuran rebus yang disiram dengan sambal kacang. Makanan ini sangat populer di berbagai daerah di Indonesia, terutama di wilayah Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Namun, pecel ndeso memiliki tampilan dan rasa yang sedikit berbeda. Pecel ini disajikan dengan nasi merah. Kemudian, sambal yang digunakan juga bukan sambal kacang, melainkan sambal yang berbahan dasar wijen hitam.
(MSD)
Frequently Asked Question Section
Apa yang ada di dalam Pusat Kuliner Khas Solo?

Apa yang ada di dalam Pusat Kuliner Khas Solo?
Tempat tersebut diisi dengan Pasar Jajanan, Pasar Dhahar, Stand-Stand Pasar Dhahar, Pasar Demo dan Pasar-Pasaran.
Apa itu Timlo?

Apa itu Timlo?
Timlo adalah sop daging khas Solo yang dibuat dari suwiran daging, telur, hati ayam, sosis solo, dan lain-lain.
Apa bedanya Sate Buntel dengan sate lain?

Apa bedanya Sate Buntel dengan sate lain?
Berbeda dengan jenis sate lainnya, sate ini terbuat dari daging kambing yang sudah digiling dan dibungkus dengan lemak kambing.
