Konten dari Pengguna

5 Makanan Khas Wonogiri yang Wajib Dicoba Pelancong

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi makanan khas Wonogiri. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi makanan khas Wonogiri. Foto: Pixabay

Daftar isi

Kabupaten Wonogiri tidak hanya memiliki keindahan alam yang memanjakan mata, tapi juga makanan khas yang beragam. Wonogiri sendiri mempunyai julukan sebagai Kota Gaplek.

Dihimpun dari buku Wisata Kars Kota Gaplek, Argi Noor Hidayat menjelaskan, julukan tersebut diberikan karena pada zaman dahulu Wonogiri banyak menghasilkan singkong yang kemudian dimanfaatkan menjadi olahan makanan tiwul.

Selain tiwul, Wonogiri juga mempunyai makanan khas lainnya yang dapat Anda coba saat berkunjung ke kota tersebut. Berikut makanan khas Wonogiri yang dikutip dari buku Makanan Tradisional Indonesia Seri 1 (Kelompok Makanan Fermentasi dan Makanan yang Populer di Masyarakat) oleh Eni Harmayani, dkk., dan buku Makanan Khas Jawa Tengah oleh Prasita Puspita Sari, dkk.

Makanan Khas Wonogiri

Ilustrasi makanan khas Wonogiri. Foto: Pixabay

1. Pindang Kambing

Pindang khas Wonogiri dibuat dengan campuran kikil, jeroan kambing yang dipadukan dengan pindang. Kedua bahan tersebut dimasak dengan menggunakan tepung singkong.

Makanan ini didominasi bumbu rempah seperti lengkuas, gula jawa, ketumbar, dan serai. Dalam penyajiannya pindang kambing dibungkus menggunakan daun jati.

2. Nasi Tiwul

Meskipun dinamakan nasi, tidak ada campuran beras dalam bahan pembuatannya. Nasi tiwul terbuat dari gaplek atau singkong yang dikeringkan lalu ditumbuk.

Nasi tiwul memiliki rasa manis khas yang didapatkan dari singkong dengan warna kecoklatan. Nasi tiwul disajikan dengan gula merah dan dimakan bersama dengan ikan asin, urap, dan sambal cabuk sebagai pelengkap.

3. Cabuk Wijen

Cabuk wijen atau sambal wijen berasal dari ampas pembuatan biji wijen, lalu dicampur dengan merang padi yang dibakar sehingga terbentuk menjadi pasta berwarna hitam.

Cabuk wijen juga diolah dengan campuran gula jawa, garam, cabe rawit, kemangi, dan bawang putih. Tampilannya mirip dengan pepes namun lebih kecil. Sebab, dalam penyajiannya cabuk wijen dibungkus dengan daun pisang dan dipanggang di atas bara api.

4. Bakso Wonogiri

Meskipun bakso sering dijumpai namun bakso dari Wonogiri memiliki ciri khasnya tersendiri. Bahan dasar yang digunakan untuk membuat daging bakso adalah bagian belakang badan sapi. Dalam penyajiannya, bakso wonogiri mengganti mie dengan rebusan daun sawi dan dilengkapi dengan tetelan daging sapi.

5. Kacang Mete

Makanan khas satu ini cocok untuk dijadikan oleh-oleh untuk keluarga. Namun yang kerap ditemukan di pasaran adalah kacang mete goreng yang telah diberi bumbu sehingga rasanya lebih gurih.

(ANS)

Frequently Asked Question Section

Apa yang membedakan bakso Wonogiri dengan bakso dari kota lainnya?
chevron-down

Bahan dasar yang digunakan untuk membuat daging bakso adalah bagian belakang badan sapi. Dalam penyajiannya bakso wonogiri mengganti mie dengan rebusan daun sawi.

Mengapa Wonogiri dijuluki Kota Gaplek?
chevron-down

Pada zaman dahulu Wonogiri banyak menghasilkan singkong yang kemudian dimanfaatkan menjadi olahan makanan tiwul.

Apa yang membedakan pindang Wonogiri dengan pindang lainnya?
chevron-down

Pindang khas Wonogiri dibuat dengan campuran kikil, jeroan kambing yang dipadukan dengan pindang. Keduanya dimasak dengan menggunakan tepung singkong.