5 Mitos Hari Natal yang Beredar di Masyarakat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam hitungan hari, umat Nasrani di seluruh dunia akan menyambut Hari Natal. Peringatan ini selalu dirayakan dengan meriah karena ini merupakan momen kelahiran Tuhan Yesus Kristus, Sang Juru Selamat.
Selain beribadah, umat Nasrani biasanya meluangkan waktu untuk berkumpul dan melepas rindu dengan keluarga. Kemudian, mereka juga memasak atribut untuk memeriahkan perayaan Natal. Misalnya, pohon Natal, lonceng, kaus kaki, dan lain-lain.
Namun di balik keceriaan Hari Natal, ada beberapa mitos yang beredar dan menguat di kalangan masyarakat. Beberapa orang telah meninggalkan mitos tersebut, namun masih ada juga yang mempercayainya.
Lantas, apa saja mitos Hari Natal yang beredar? Ketahui jawabannya di sini agar tidak penasaran.
Mitos Hari Natal
Berikut mitos Hari Natal yang dikutip dari situs Scotsman dan The Holiday Spot:
1. Keberadaan Sinterklas
Mitos keberadaan Sinterklas sudah tersebar di berbagai belahan dunia, baik benua Asia, Amerika, dan lainnya. Banyak orang yang percaya bahwa Sinterklas akan berkunjung ke rumah dan mengantar hadiah ketika anak-anak tertidur.
Dia akan masuk melalui cerobong asap dan meletakkan hadiah tersebut di bawah pohon Natal atau di dalam kaus kaki. Namun, hadiah itu hanya diberikan untuk anak-anak yang masuk dalam daftar “Anak Baik”. Karena itulah banyak anak-anak yang bersikap baik agar mendapat hadiah dari Sinterklas.
2. Hadiah di dalam Kaus Kaki
Bagi sebagian anak-anak, menggantung kaus kaki di atas perapian adalah sebuah keharusan. Mereka percaya bahwa kaus kaki tersebut akan terisi dengan hadiah esok harinya. Biasanya, kaus kaki yang digantung berwarna merah, hijau, putih, dan sebagainya.
3. Yesus Lahir Tanggal 25 Desember
Sebuah mitos mengatakan bahwa Tuhan Yesus lahir pada 25 Desember lantaran tanggal tersebut menjadi tanggal perayaan Natal. Kendati demikian, hal itu hanyalah mitos karena Alkitab tidak pernah membicarakan tanggal kelahiran Tuhan Yesus.
Justru, beberapa orang berpendapat kelahiran Yesus terjadi pada akhir Oktober. Sebab, kala itu Maria dan Yusuf tengah melakukan sensus penduduk. Sementara itu, sensus penduduk selalu digelar pada bulan September atau Oktober.
4. Nyanyian di Malam Natal
Nyanyian di malam Natal dipercaya mampu mendatangkan kebahagiaan. Karena itulah, banyak anak-anak yang bernyanyi di malam Natal. Jingle Bells, O Holy Nights, dan The First Noel menjadi beberapa lagu yang kerap dinyanyikan.
5. Sinterklas Adalah St. Nicholas
Beberapa orang percaya Sinterklas adalah St. Nicholas. Kendati demikian, hal tersebut hanya mitos belaka. St. Nicholas adalah seorang uskup di Turki selama abad ke-4 yang meninggalkan uang di kaus kaki orang miskin. Sejak saat itu, orang-orang Eropa mulai menyebut St Nicholas sebagai Bapak Natal.
(GTT)
