Konten dari Pengguna

5 Mitos Imlek yang Dipercaya Membawa Kesialan

Berita Hari Ini
Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
28 Januari 2025 15:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi Imlek. Foto: andhikodwisa/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Imlek. Foto: andhikodwisa/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Tinggal menghitung jam, perayaan Tahun Baru Imlek 2576 pada Rabu (29/1) akan digelar. Sama seperti tradisi lain yang sudah berlangsung bertahun-tahun, Imlek juga diwarnai dengan berbagai mitos.
ADVERTISEMENT
Menurut laman Merriam Webster, mitos adalah kepercayaan atau tradisi populer yang tumbuh di suatu masyarakat. Mitos juga dapat diartikan sebagai anggapan yang tidak berdasar tapi dipercayai oleh banyak orang.
Salah satu contoh yang populer di Indonesia, khususnya wilayah Jawa, adalah mitos gadis tidak boleh duduk di depan pintu, karena dipercaya dapat membuat si gadis kesulitan mendapatkan jodoh. Meski tak memiliki landasan ilmiah, tapi mitos ini masih tetap diyakini banyak orang.
Lantas, apa saja mitos Imlek yang menarik? Yuk, simak daftarnya dalam artikel ini.

Daftar Mitos Imlek

Ilustrasi Imlek. Foto: E Dewi Ambarwati/Shutterstock
Merujuk pada China Highlights, berikut beberapa mitos terkait Imlek yang menarik karena berkaitan dengan keberuntungan.

1. Hindari minum obat

Minum obat atau meracik jamu merupakan hal yang tabu dilakukan pada hari pertama Tahun Baru Imlek. Sebab, hal tersebut dipercaya dapat membuat orang yang mengonsumsinya mengalami sakit selama setahun penuh.
ADVERTISEMENT
Di beberapa tempat, setelah lonceng yang menandakan pergantian Tahun Baru pada tengah malam berbunyi, orang-orang yang sakit akan memecahkan gallipot (pot obat). Mereka meyakini bahwa hal ini akan mengusir penyakit pada tahun mendatang.

2. Jangan menyapu atau membuang sampah

Jangan menyapu pada hari Imlek karena kegiatan bersih-bersih ini dipercaya dapat menyapu kekayaan dari dalam rumah. Sedangkan membuang sampah dianggap melambangkan membuang keberuntungan dari rumah.

3. Tidak boleh mengucapkan kata-kata negatif

Hindari mengucapkan kata-kata yang berhubungan dengan kematian, penyakit, kemiskinan, hantu, dan kata negatif lainnya pada hari Imlek. Sebab, kata-kata tersebut diyakini dapat membawa kesialan.
Biasanya, jika harus mengucapkan kata tersebut, orang-orang akan menggantinya dengan kata lain. Contohnya, mengatakan "seseorang telah tiada" alih-alih "seseorang telah meninggal".

4. Jangan sarapan bubur dan daging

Ilustrasi bubur. Foto: Shutterstock
Bubur dianggap sebagai menu sarapan orang miskin. Oleh karena itu, orang-orang Tionghoa menghindari makanan ini pada hari Imlek karena tidak ingin memulai tahun dengan nuansa "miskin".
ADVERTISEMENT
Di samping itu, daging juga tidak boleh dimakan saat sarapan pada hari Imlek. Tujuannya untuk memberi penghormatan kepada para dewa (Buddha) yang diyakini menentang pembunuhan hewan.

5. Hindari keramas dan potong rambut

Rambut tidak boleh dicuci pada Tahun Baru Imlek. Sebab, dalam bahasa Mandarin, rambut (发, fa) memiliki pelafalan dan karakter yang sama dengan fa dalam facai (发财), yang berarti 'menjadi kaya'.
Oleh karena itu, keramas dianggap sebagai tindakan "mencuci harta benda" di awal Tahun Baru. Hal tersebut sebaiknya dihindari karena dapat membawa kesialan. Begitupun dengan memotong rambut, tindakan ini juga diyakini dapat membawa kesialan.
(DEL)