5 Penyebab Perut Kucing Membesar yang Menandakan Adanya Masalah Kesehatan

Menyajikan informasi terkini, terbaru dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle dan masih banyak lagi.
Konten dari Pengguna
21 November 2022 15:01
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi kucing dengan perut membesar. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kucing dengan perut membesar. Foto: Unsplash
Perut kucing membesar bisa terjadi karena berbagai penyebab. Kondisi ini sering kali menandakan bahwa kucing mengalami masalah kesehatan tertentu, seperti adanya parasit di saluran pencernaan, pembesaran organ, dan penumpukan cairan pada perut.
Tidak hanya perut yang membesar, kucing yang memiliki masalah kesehatan tertentu biasanya menunjukkan sejumlah gejala lain. Beberapa gejala penyerta yang bisa terjadi pada kucing dengan perut membesar antara lain muntah, kehilangan nafsu makan, diare, lesu, dan kekurangan energi.
Dalam kasus yang ringan, dokter hewan mungkin dapat mengetahui penyebab perut kucing membesar hanya melalui pemeriksaan fisik. Namun, kondisi ini sering kali membuat kucing perlu menjalani pemeriksaan tambahan untuk mengidentifikasi penyebab pastinya.

Perut Kucing Membesar

Ada beragam penyebab yang bisa mengakibatkan perut kucing membesar, baik pada kucing betina ataupun jantan. Dikutip dari Hill's Pet Nutrition dan PetMD, berikut beberapa masalah kesehatan yang umumnya menjadi penyebab perut kucing membesar.
Ilustrasi kucing dengan perut membesar bisa disebabkan karena berbagai faktor. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kucing dengan perut membesar bisa disebabkan karena berbagai faktor. Foto: Unsplash

1. Cacingan

Cacingan merupakan salah satu masalah kesehatan paling umum yang terjadi pada kucing. Kucing rentan menjadi tempat hidup parasit dalam tubuhnya, seperti cacing gelang, cacing pita, dan cacing tambang.
Anak kucing kerap tertular cacing dari susu induknya, sedangkan kucing dewasa bisa terkena dari makanan yang mengandung telur cacing. Kucing yang menderita cacingan awalnya akan tampak tetap lincah dan sehat, tetapi cacing akan berebut nutrisi dalam tubuh kucing yang menyebabkannya kekurangan nutrisi.
Jika tidak segera ditangani, cacing-cacing dalam tubuh kucing dapat menyebabkan bulu kucing kusam dan perut kucing membesar akibat adanya pembengkakan. Selain itu, kondisi ini juga bisa menyebabkan sejumlah gejala lain, seperti gusi pucat, muntah, dan diare.

2. Pembesaran Organ

Banyak organ dalam tubuh kucing bisa membesar dan mengakibatkan perut membengkak. Berikut beberapa pembesaran organ tubuh kucing dan penyebabnya:
  • Pembesaran hati, limpa, atau ginjal pada kucing dapat menyebabkan perut membesar. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh jenis tumor jinak dan ganas, jenis infeksi tertentu (terutama penyakit jamur), akumulasi sel inflamasi, atau respons terhadap penyakit.
  • Pembesaran kandung kemih biasanya disebabkan oleh adanya penyumbatan pada saluran kemih yang ditandai dengan kesulitan untuk buang air kecil. Kondisi ini lebih sering terjadi pada kucing jantan, tetapi bisa juga terjadi pada betina.

3. Penyumbatan Saluran Pencernaan

Penyebab lainnya yang dapat mengakibatkan perut kucing membesar adalah adanya penumpukan cairan yang menyumbat saluran pencernaan kucing. Selain cairan, perut kucing juga bisa membengkak karena saluran pencernaan tersumbat akibat benda asing atau makanan tertentu yang tidak tercerna.

4. Kehamilan

Pada kucing betina, perut yang membesar bisa disebabkan karena kehamilan. Perut kucing yang hamil mulai terlihat membesar pada usia kehamilan 5 minggu. Bagian perut ini akan terus membesar hingga mendekati saat melahirkan.

5. Pyometra

Pyometra adalah kasus kelainan hormonal dan infeksi bakteri sekunder yang biasa terjadi pada kucing betina. Umumnya, pyometra terjadi setelah siklus estrus yang tidak diikuti dengan pembuahan.
Kucing akan menampakkan gejala klinis setelah 2-4 bulan pascasiklus estrus. Pyometra disebabkan oleh ketidakseimbangan dua jenis hormon utama yang dihasilkan rahim kucing, yaitu estrogen dan progesteron.
Pyometra dapat menyerang kucing betina yang masih produktif dan tidak disteril. Kasus ini dapat terjadi pada kucing yang sudah pernah maupun belum pernah melahirkan.
Gejala yang dapat terlihat adalah perut kucing membesar karena berisi cairan (mirip seperti kehamilan). Selain itu, kucing tampak sering menjilati bagian kelamin karena banyak mengeluarkan cairan putih kekuningan. Kondisi ini juga disertai demam, lemas, sering muntah, dan menolak makan.
(SFR)
Apa penyebab perut kucing membesar?
chevron-down
Apa saja parasit yang bisa menginfeksi kucing?
chevron-down
Apa itu pyometra?
chevron-down