5 Perbedaan AKMI dan ANBK yang Perlu Diketahui Peserta Didik

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

5 perbedaan AKMI dan ANBK perlu diketahui bagi peserta didik yang ingin mengikuti program evaluasi pendidikan. Program ini dicanangkan oleh pemerintah sebagai pengganti ujian nasional.
AKMI dan ANBK merupakan evaluasi yang digunakan untuk memetakan mutu sistem pendidikan dengan memakai instrumen asesmen kompetensi.
Namun, keduanya memiliki perbedaan yang jelas. Jadi, apa saja perbedaan antara AKMI dan ANBK?
Perbedaan AKMI dan ANBK
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah beberapa perbedaan ANBK dan AKMI yang bisa dipahami peserta didik:
1. Pengertian
AKMI adalah singkatan dari Asesmen Kompetensi Minimum Madrasah Ibtidaiyah, yakni program evaluasi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama (Kemenag).
Sementara itu, ANBK adalah singkatan dari Asesmen Nasional Berbasis Komputer. ANBK diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek).
2. Tujuan
Mengutip laman Kemenag, AKMI bertujuan untuk mengukur kompetensi peserta didik madrasah dalam literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains, dan literasi sosial budaya.
Sementara itu, ANBK bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memeriksa input, proses, dan output pembelajaran di semua satuan pendidikan.
3. Peserta
Program AKMI hanya diikuti oleh siswa madrasah, yaitu siswa kelas 5 Madrasah Ibtidaiyah (MI), 8 Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan 11 Madrasah Aliyah (MA)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK).
Di sisi lain, ANBK diikuti oleh semua satuan pendidikan jenjang sekolah dasar dan menengah (termasuk madrasah), sekaligus program kesetaraan yang dikelola PKBM.
Siswa yang mengikuti ANBK adalah siswa kelas 5 SD/MI, kelas 8 SMP/MTs, dan kelas 11 SMA/MA/SMK. Sementara kepala sekolah dan guru mengisi survei lingkungan belajar.
4. Instrumen Penilaian
Instrumen AKMI terdiri atas literasi membaca, literasi numerasi, literasi sains, dan literasi sosial budaya. Berikut penjelasannya:
Literasi membaca, yaitu kemampuan untuk memahami, menggunakan, mengevaluasi, merefleksikan berbagai jenis teks untuk menyelesaikan masalah dan mengembangkan kapasitas individu.
Literasi numerasi, yaitu kemampuan untuk mengaplikasikan konsep bilangan dan keterampilan operasi hitung di dalam kehidupan sehari-hari.
Literasi sains, yaitu pengetahuan dan kecakapan ilmiah dalam mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah, serta mengambil simpulan berdasar fakta, dan memahami karakteristik sains.
Literasi sosial budaya, yaitu kemampuan individu dalam bersikap terhadap lingkungan sosialnya sebagai bagian dari suatu budaya dan bangsa, termasuk kemampuan untuk menerima dan beradaptasi, serta bersikap secara bijaksana atas keberagaman
Sementara itu, instrumen penilaian yang digunakan dalam ANBK terdiri atas tiga macam, yaitu:
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), yakni bentuk evaluasi yang bertujuan untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi sebagai hasil belajar secara kognitif. Evaluasi ini hanya diikuti oleh peserta didik.
Survei Karakter, yakni bentuk evaluasi yang diikuti oleh peserta didik dan guru yang mengajar dalam lembaga pendidikan. Penilaian ini bertujuan untuk mengukur sikap, kebiasaan, dan nilai-nilai sebagai hasil belajar secara non-kognitif.
Survei Lingkungan Belajar, yaitu bentuk evaluasi yang diikuti oleh kepala satuan pendidikan. Penilaian ini digunakan untuk mengukur bagaimana kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang proses pembelajaran.
5. Peran Guru dan Kepala Sekolah
Pada AKMI, kepala sekolah dan guru tidak secara langsung terlibat dalam asesmes. Mereka berfokus pada menerapkan hasil evaluasi AKMI dalam pembelajaran siswa.
Sementara pada ANBK, evaluasi ini melibatkan peran kepala sekolah dan guru dalam mengisi survei karakter dan survei lingkungan belajar. Mereka juga berperan dalam memperbaiki mutu pendidikan dengan merespons hasil evaluasi ANBK.
Itulah informasi mengenai beberapa perbedaan AKMI dan ANBK yang bisa dipahami para peserta didik.
(SFR)
