Konten dari Pengguna

5 Perbedaan RNA dan DNA sebagai Materi Genetik pada Makhluk Hidup

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi struktur DNA. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi struktur DNA. Foto: Unsplash

Daftar isi

DNA dan RNA merupakan komponen yang berperan penting sebagai materi genetik pada makhluk hidup. Materi genetik ini mengacu pada informasi yang dimiliki setiap sel makhluk hidup yang dapat diwariskan kepada keturunannya.

Mengutip Praktis Belajar Biologi untuk Kelas XII oleh Fictor Ferdinand (2007: 51), DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiribosa nukleat (ADN) adalah tempat penyimpanan informasi genetik. DNA tersusun atas rangkaian nukleotida, yaitu gabungan antara molekul gugus fosfat, gula pentosa, dan basa nitrogen.

Sementara RNA (ribonucleic acid) atau asam ribonukleat (ARN) merupakan makromolekul yang berfungsi sebagai penyimpan dan penyalur informasi genetik. RNA tersusun atas rantai tunggal polinukleotida, yaitu gabungan antara molekul gugus fosfat, ribosa, dan basa nitrogen.

Komponen penyusun DNA dan RNA memiliki banyak kemiripan. Namun, karena fungsi keseluruhannya berbeda, keduanya juga memiliki beberapa perbedaan dalam hal letak, struktur, hingga komposisi kimianya. Apa saja perbedaannya?

Perbedaan RNA dan DNA

Perbedaan RNA dan DNA dapat terlihat pada fungsi, letak, struktur, komposisi kimia, hingga jenis-jenisnya. Berikut beberapa perbedaan RNA dan DNA yang dapat dikenali.

1. Perbedaan RNA dan DNA Berdasarkan Fungsinya

Dikutip dari buku Mudah dan Aktif Belajar Biologi untuk Kelas XII oleh Rikky Firmansyah, dkk., (2007: 59-60), RNA memiliki beberapa fungsi, yaitu:

  • Sebagai pelaksana dalam proses sintesis protein.

  • Sebagai penyimpan informasi genetik.

  • Sebagai penyalur informasi genetik.

Sementara DNA memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

  • Sebagai pembawa informasi genetik dari satu generasi ke generasi lain.

  • Sebagai perancang utama dalam proses sintesis protein.

  • Mengontrol aktivitas hidup baik secara langsung maupun tidak langsung.

  • Membentuk RNA.

2. Perbedaan RNA dan DNA Berdasarkan Letaknya

RNA terdapat dalam sitoplasma, terutama di dalam ribosom dan nukleus (inti sel). Sedangkan DNA terdapat di dalam nukleus, terutama dalam kromosom. Molekul DNA juga terdapat dalam mitokondria, plastida, dan sentriol.

3. Perbedaan RNA dan DNA Berdasarkan Struktur Bentuknya

Molekul RNA mempunyai struktur berupa rantai pendek seperti pita tunggal atau pita ganda tidak berpilin. Sedangkan molekul DNA mempunyai bentuk berupa rantai panjang seperti tangga tali berpilin ganda (double helix).

Ilustrasi struktur DNA yang terlihat seperti tangga tali berpilin ganda. Foto: Unplash

4. Perbedaan RNA dan DNA Berdasarkan Komposisi Kimianya

RNA terdiri dari rantai tunggal polinukleotida. Setiap nukleotida RNA terdiri dari tiga komponen, yaitu gula ribosa, gugus fosfat, dan basa nitrogen. Basa nitrogen tersusun atas pirimidin dan purin.

Sementara DNA tersusun dari rangkaian nukleotida. Satu nukleotida terdiri dari gugus fosfat, gula pentosa, dan satu basa nitrogen berupa pirin atau pirimidin.

5. Perbedaan RNA dan DNA Berdasarkan Jenisnya

Mengutip Surgery Mapping 1: Dasar-Dasar Onkologi oleh Azril Okta Ardhiansyah (2019: 5-6), RNA dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu RNA duta (RNA-d), RNA transfer (RNA-t), dan RNA ribosom (RNA-r). Berikut penjelasannya:

1. RNA-d

RNA-d merupakan RNA terbesar atau terpanjang yang disintesis dalam nukleus. RNA-d terdiri dari pita polinukleotida tunggal yang mengandung banyak kode genetik. Fungsinya membawa perintah dari DNA ke ribosom mengenai jenis protein yang harus disintesis.

2. RNA-t

RNA-t merupakan RNA yang rantainya terpendek. RNA-t berupa pita tunggal yang berbentuk seperti daun semanggi. Fungsinya untuk menerjemahkan kode genetik pada RNA-d ke dalam asam amino, kemudian mencari asam amino sesuai hasil terjemahan di sitoplasma, lalu mengikat dan mengangkut hasil terjemahan menuju ribosom.

3. RNA-r

RNA-r merupakan komponen penyusun ribosom yang jumlahnya paling banyak. RNA-r banyak diperlukan dalam sintesis protein. Molekulnya berupa pita tunggal yang bersifat fleksibel. Fungsinya sebagai mesin perakit asam-asam amino menjadi polipeptida.

Sementara itu, DNA dibedakan menjadi empat jenis, yaitu:

  1. B-DNA adalah DNA yang direplikasi dan digunakan dalam proses transkripsi dan penerjemahan RNA.

  2. Z-DNA adalah DNA yang berperan dalam transkripsi RNA, yang merupakan proses sintesis protein untuk menciptakan mRNA dari untai DNA.

  3. A-DNA adalah bentuk yang mempunyai kemiripan dengan B-DNA dan memiliki struktur yang lebih teratur.

  4. C-DNA (DNA komplementer atau klon) adalah jenis DNA yang digunakan untuk menggambarkan semacam pustaka informasi genetik.

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan DNA?
chevron-down

DNA (deoxyribonucleic acid) atau asam deoksiribosa nukleat (ADN) adalah tempat penyimpanan informasi genetik.

Apa yang dimaksud dengan RNA?
chevron-down

RNA (ribonucleic acid) atau asam ribonukleat (ARN) merupakan makromolekul yang berfungsi sebagai penyimpan dan penyalur informasi genetik.

Apa saja fungsi RNA?
chevron-down

RNA memiliki beberapa fungsi, yaitu sebagai pelaksana dalam proses sintesis protein, penyimpan informasi genetik, dan penyalur informasi genetik.

(SFR)