5 Puisi Perpisahan Kelas 6 yang Berkesan untuk Momen Kelulusan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berakhirnya masa sekolah dasar menjadi penanda dimulainya perjalanan baru menuju jenjang pendidikan menengah. Di balik kebahagiaan yang menyertai kelulusan, ada pula rasa haru karena harus meninggalkan berbagai kenangan yang telah tercipta selama bertahun-tahun.
Beragam perasaan yang hadir di momen kelulusan tersebut kerap dituangkan dalam bentuk karya sastra, salah satunya puisi. Sebagai inspirasi, berikut beberapa puisi perpisahan kelas 6 yang dapat dibacakan saat acara perpisahan sekolah atau disampaikan kepada teman dan guru.
Contoh Puisi Perpisahan Kelas 6
Puisi perpisahan kelas 6 SD umumnya berisi ungkapan rasa haru, kenangan bersama teman dan guru, hingga harapan untuk masa depan. Berikut beberapa contohnya:
Puisi #1: Perpisahan
Puisi karya Ajeng Kurnia Yunari berikut diambil dari buku antologi puisi berjudul 100 Karya Puisi.
Perpisahan
Karya: Ajeng Kurnia Yunari
Semuanya terasa singkat hari ini
Kebersamaan masih melekat di hati ini
Apakah semua akan hilang setelah perpisahan ini
Apakah cerita itu dapat ku temui kembali
Semenjak 6 tahun lalu kita berjumpa
Berkenalan hingga menjadi sahabat rasa saudara
Mengukir segala bentuk cerita
Raut wajah kalian tak akan pernah ku lupa
Kita bertemu atas nama siswa
Berpisah demi cita cita
Melepas status pelajar sekolah dasar dengan air matabahaya
Teruntuk sahabat ku tercinta
Selamat tinggal sekolah
Telah menjadi rumah pengetahuan selama 6 tahun
Selamat berpisah guru telah jadi orang tua disekolah
Selamat berpisah sahabat rasa saudara
Puisi #2: Terimakasih
Puisi karya Marsya Nurul Afifah berikut dikutip dari buku antologi puisi berjudul 100 Karya Puisi.
Terimakasih
Karya : Marsya Nurul Afifah
Terimakasih untuk kesempatan mengenalmu
Itu adalah salah satu anugerah terbesar dalam hidupku
Cinta memang tidak perlu ditemukan
Cintalah yang akan menemukan kita
Terimakasih, nasihat lama itu benar sekali
Aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir
Ataupun bersedih karena itu hanya tinggal kenangan
Aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi
Masa lalu, Rasa sakit, Masa depan, Mimpi-mimpi
Semua akan berlalu
Seperti sungai yang mengalir
Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan
Puisi #3: Perpisahan Sekolah
Puisi berikut dikutip dari buku Sebuah Nasihat dari Sastra: Puisi dan Pantun Anak untuk Lebih Bermoral dan Bermartabat oleh Margaretha Dwi Astuti, dkk.
Perpisahan Sekolah
Ketika senja mulai menyapa
Teringatlah aku pada suatu masa
Masa di saat kita bersama
Kita tertawa, menangis, dan bercanda
Tak akan kulupakan masa itu
Masa itu takkan berlalu
Akan kuingat selalu
Waktu indah bersamamu
Kini kita terpisah jarak dan waktu
Semua itu kita lakukan demi ilmu
Untuk masa depan agar tak kelabu
Itu adalah kenangan dalam hidupku
Meski sedih menyelimutiku
Kuhapus semua rasa itu
Kubahagiakan selalu hatiku
Dengan mengenang masa itu
Puisi #4: Tak Lagi Sama
Puisi berikut berasal dari buku Sebuah Nasihat dari Sastra: Puisi dan Pantun Anak untuk Lebih Bermoral dan Bermartabat oleh Margaretha Dwi Astuti, dkk.
Tak Lagi Sama
Dulu jajaran kursi ini
Terisi oleh canda tawa bersama
Canda kita bersama guru
Canda kita menertawakan hal yang tidak lucu
Setiap hari kita bersama
Waktu demi waktu kita lalui
Ilmu-ilmu kita tampung
Beribu-ribu pertanyaan kita lontarkan
Kini
Jajaran kursi ini kosong
Penuh dengan debu
Penuh dengan rasa hampa
Rasa sesak menyelimuti dada
Rasa rindu meluap dalam hati
Sekarang
Kita duduk bersama sepi
Tidur terlelap bersama kenangan
Puisi #5: Perpisahan Hanya Sementara
Puisi berikut dikutip dari unggahan Scribd berjudul Puisi Perpisahan Kelas 6 SD oleh Derry Gunawan.
Perpisahan Hanya Sementara
Sekarang telah usai perjuangan kita di Sekolah Dasar
6 tahun terlalui penuh dengan warna-warni seperti pelangi
Tangisan karena kejailan teman yang seperjuangan
Semua akan dirindukan setelah dipisahkan dengan perpisahan
Seragam merah dan putih yang sudah lusuh ini
Akan menghantarkan kita ke tempat penuh nikmat
Siap menyusuri jalan juang berteman jurang seram
Semangat dilakukan hanya untuk sebuah kemenangan
Sahabat...
Kenanglah selalu kisah-kisah kebersamaan kita yang telah dijalani
Jangan lupakan bersama sombongnya keberhasilan yang telah diraih
Dan jangan pernah lupakan doa-doa untuk mengiringi
Tetaplah rendah hati menjadi lingkaran yang serasi
Tanpa dukungan sahabat mungkin kita tidak akan menjadi kupu-kupu
Indah dipandang memancarkan pesona di kembang-kembang
Memukau pesonanya disetiap orang yang memandang
Tetap hati terendahkan dengan iman melekat di sanubari
Sahabat yakinlah perpisahan ini hanya bersifat sementara
Giat menyemai pengetahuan untuk di hari esok tua
Langkah yang beda untuk menggapai impian
Tapi tetap dalam satu tujuan menempuh pendidikan
Sahabat walau raga nyata terpisahkan
Namun rasa persahabatan masih tetap melekat
Pantang melupakan dan pantang merendahkan
Hingga kita bersama menggenggam kesuksesan
Baca Juga: 7 Puisi untuk Guru TK yang Singkat dan Menyentuh Hati
(SA)
