Konten dari Pengguna

5 Puisi Perpisahan Kelas 6 yang Berkesan untuk Momen Kelulusan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi perpisahan kelas 6. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi perpisahan kelas 6. Foto: Pexels

Berakhirnya masa sekolah dasar menjadi penanda dimulainya perjalanan baru menuju jenjang pendidikan menengah. Di balik kebahagiaan yang menyertai kelulusan, ada pula rasa haru karena harus meninggalkan berbagai kenangan yang telah tercipta selama bertahun-tahun.

Beragam perasaan yang hadir di momen kelulusan tersebut kerap dituangkan dalam bentuk karya sastra, salah satunya puisi. Sebagai inspirasi, berikut beberapa puisi perpisahan kelas 6 yang dapat dibacakan saat acara perpisahan sekolah atau disampaikan kepada teman dan guru.

Contoh Puisi Perpisahan Kelas 6

Ilustrasi puisi perpisahan kelas 6. Foto: Unsplash

Puisi perpisahan kelas 6 SD umumnya berisi ungkapan rasa haru, kenangan bersama teman dan guru, hingga harapan untuk masa depan. Berikut beberapa contohnya:

Puisi #1: Perpisahan

Puisi karya Ajeng Kurnia Yunari berikut diambil dari buku antologi puisi berjudul 100 Karya Puisi.

Perpisahan

Karya: Ajeng Kurnia Yunari

Semuanya terasa singkat hari ini

Kebersamaan masih melekat di hati ini

Apakah semua akan hilang setelah perpisahan ini

Apakah cerita itu dapat ku temui kembali

Semenjak 6 tahun lalu kita berjumpa

Berkenalan hingga menjadi sahabat rasa saudara

Mengukir segala bentuk cerita

Raut wajah kalian tak akan pernah ku lupa

Kita bertemu atas nama siswa

Berpisah demi cita cita

Melepas status pelajar sekolah dasar dengan air matabahaya

Teruntuk sahabat ku tercinta

Selamat tinggal sekolah

Telah menjadi rumah pengetahuan selama 6 tahun

Selamat berpisah guru telah jadi orang tua disekolah

Selamat berpisah sahabat rasa saudara

Puisi #2: Terimakasih

Puisi karya Marsya Nurul Afifah berikut dikutip dari buku antologi puisi berjudul 100 Karya Puisi.

Terimakasih

Karya : Marsya Nurul Afifah

Terimakasih untuk kesempatan mengenalmu

Itu adalah salah satu anugerah terbesar dalam hidupku

Cinta memang tidak perlu ditemukan

Cintalah yang akan menemukan kita

Terimakasih, nasihat lama itu benar sekali

Aku tidak akan menangis karena sesuatu telah berakhir

Ataupun bersedih karena itu hanya tinggal kenangan

Aku akan tersenyum karena sesuatu itu pernah terjadi

Masa lalu, Rasa sakit, Masa depan, Mimpi-mimpi

Semua akan berlalu

Seperti sungai yang mengalir

Maka biarlah hidupku mengalir seperti sungai kehidupan

Puisi #3: Perpisahan Sekolah

Puisi berikut dikutip dari buku Sebuah Nasihat dari Sastra: Puisi dan Pantun Anak untuk Lebih Bermoral dan Bermartabat oleh Margaretha Dwi Astuti, dkk.

Perpisahan Sekolah

Ketika senja mulai menyapa

Teringatlah aku pada suatu masa

Masa di saat kita bersama

Kita tertawa, menangis, dan bercanda

Tak akan kulupakan masa itu

Masa itu takkan berlalu

Akan kuingat selalu

Waktu indah bersamamu

Kini kita terpisah jarak dan waktu

Semua itu kita lakukan demi ilmu

Untuk masa depan agar tak kelabu

Itu adalah kenangan dalam hidupku

Meski sedih menyelimutiku

Kuhapus semua rasa itu

Kubahagiakan selalu hatiku

Dengan mengenang masa itu

Puisi #4: Tak Lagi Sama

Puisi berikut berasal dari buku Sebuah Nasihat dari Sastra: Puisi dan Pantun Anak untuk Lebih Bermoral dan Bermartabat oleh Margaretha Dwi Astuti, dkk.

Tak Lagi Sama

Dulu jajaran kursi ini

Terisi oleh canda tawa bersama

Canda kita bersama guru

Canda kita menertawakan hal yang tidak lucu

Setiap hari kita bersama

Waktu demi waktu kita lalui

Ilmu-ilmu kita tampung

Beribu-ribu pertanyaan kita lontarkan

Kini

Jajaran kursi ini kosong

Penuh dengan debu

Penuh dengan rasa hampa

Rasa sesak menyelimuti dada

Rasa rindu meluap dalam hati

Sekarang

Kita duduk bersama sepi

Tidur terlelap bersama kenangan

Puisi #5: Perpisahan Hanya Sementara

Puisi berikut dikutip dari unggahan Scribd berjudul Puisi Perpisahan Kelas 6 SD oleh Derry Gunawan.

Perpisahan Hanya Sementara

Sekarang telah usai perjuangan kita di Sekolah Dasar

6 tahun terlalui penuh dengan warna-warni seperti pelangi

Tangisan karena kejailan teman yang seperjuangan

Semua akan dirindukan setelah dipisahkan dengan perpisahan

Seragam merah dan putih yang sudah lusuh ini

Akan menghantarkan kita ke tempat penuh nikmat

Siap menyusuri jalan juang berteman jurang seram

Semangat dilakukan hanya untuk sebuah kemenangan

Sahabat...

Kenanglah selalu kisah-kisah kebersamaan kita yang telah dijalani

Jangan lupakan bersama sombongnya keberhasilan yang telah diraih

Dan jangan pernah lupakan doa-doa untuk mengiringi

Tetaplah rendah hati menjadi lingkaran yang serasi

Tanpa dukungan sahabat mungkin kita tidak akan menjadi kupu-kupu

Indah dipandang memancarkan pesona di kembang-kembang

Memukau pesonanya disetiap orang yang memandang

Tetap hati terendahkan dengan iman melekat di sanubari

Sahabat yakinlah perpisahan ini hanya bersifat sementara

Giat menyemai pengetahuan untuk di hari esok tua

Langkah yang beda untuk menggapai impian

Tapi tetap dalam satu tujuan menempuh pendidikan

Sahabat walau raga nyata terpisahkan

Namun rasa persahabatan masih tetap melekat

Pantang melupakan dan pantang merendahkan

Hingga kita bersama menggenggam kesuksesan

Baca Juga: 7 Puisi untuk Guru TK yang Singkat dan Menyentuh Hati

(SA)