Konten dari Pengguna

5 Tips Hindari Serangan Jantung di Usia Produktif

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi serangan jantung. Foto: cbc news
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi serangan jantung. Foto: cbc news

Serangan jantung acap kali terjadi secara mendadak dan menimpa siapa saja tanpa mengenal batas usia. Waktu munculnya pun bisa kapan saja, bahkan saat penderita sedang tertidur. Beberapa kasus serangan jantung juga terjadi pada mereka yang sedang berolahraga.

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, angka kejadian penyakit jantung dan pembuluh darah semakin meningkat dari tahun ke tahun. Setidaknya, 15 dari 1000 orang, atau sekitar 2.784.064 individu di Indonesia menderita penyakit jantung.

Dilansir dari inaheart, diperkirakan bahwa di seluruh dunia, Penyakit Jantung Koroner (PJK) menjadi pembunuh pertama terbesar pada 2020, yakni sebesar 36% dari seluruh penyakit yang berujung kematian. Ini dua kali lebih tinggi dari angka kematian akibat kanker.

Beberapa dekade lalu, serangan jantung hanya menyerang mereka yang sudah berusia lanjut. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, serangan jantung mulai mengintai orang-orang di usia produktif.

Buruknya gaya hidup yang dijalani orang-orang di usia produktif dapat meningkatkan risiko serangan jantung. Kemajuan teknologi yang begitu besar membuat beberapa orang menjadi malas beraktivitas fisik. Ditambah dengan mulai menjamurnya makanan siap saji dan makanan atau minuman kekinian yang mengandung gula tinggi. Hal-hal seperti ini yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Untuk menghindari terjadinya serangan jantung di usia muda, maka orang-orang di usia produktif perlu menerapkan tips-tips berikut ini:

Olahraga teratur

Perlu diketahui, tidak semua olahraga baik untuk kesehatan jantung. Itu mengapa ada banyak kasus serangan jantung yang menimpa saat orang sedang berolahraga. Olahraga yang terbaik untuk kesehatan jantung adalah olahraga ritmik, seperti jalan santai, bersepeda, dan lainnya yang dilakukan secara teratur.

Jangan memaksakan diri untuk berolahraga dalam waktu yang lama ataupun dalam keadaan lelah. Dalam kondisi itu, beban kerja jantung menjadi lebih berat. Idealnya, olahraga dapat dilakukan dalam waktu 150 menit per minggu atau 30 menit per harinya. Meskipun sebentar, ini efektif untuk membuat tubuh menjadi bugar.

Atur asupan makanan

Seringnya mengkonsumsi junk food akan membuat kadar kolesterol di dalam darah melaju tinggi. Seperti diketahui, kolesterol merupakan lemak jahat. Lemak jahat tersebut dapat meninggalkan plak yang menempel pada dinding-dinding pembuluh darah. Itu akan membuat aliran darah menjadi terhambat. Hal ini menyebabkan oksigen dan nutrisi yang masuk ke dalam jantung menjadi berkurang. Dan itu meningkatkan potensi serangan jantung.

Hindari juga makanan yang mengandung gula tinggi agar tak menimbulkan diabetes. Ingat, serangan jantung juga sangat sering menimpa penderita diabetes.

Hindari rokok dan alkohol

Faktor risiko terbesar terjadinya serangan jantung adalah rokok. Dalam jangka waktu lama, rokok dapat menimbulkan masalah pada beberapa organ, salah satunya adalah jantung. Juga bisa membuat kerusakan pembuluh darah yang berakibat pada penyempitan arteri.

Mengkonsumsi alkohol dalam jumlah besar setiap hari juga dapat meningkatkan tekanan darah sampai level yang tidak sehat. Dalam jangka waktu lama, kebiasaan tersebut akan merusak sebagian jantung. Hasilnya akan berdampak pada melemahnya otot jantung.

Rutin kontrol tekanan darah

Tekanan darah tinggi atau hipertensi juga merupakan salah satu penyakit yang menjadi faktor risiko terjadinya serangan jantung. Untuk itu mulai sekarang, periksakan tekanan darah secara rutin, minimal satu bulan sekali.

Normalnya tekanan darah sistolik (mmHg) berada di angka kurang dari 130, artinya di antara 121-129. Sedangkan untuk tekanan darah diastolik (mmHg) berada di angka 81 – 84. Jika tekanan darah melebihi batas normal, .itu harus diwaspadai.

Kelola stres

Stres akan mengakibatkan hormon kortisol menjadi berlebihan. Pembuluh darah pun menjadi kaku. Jika kondisi ini sering terjadi, akan berdampak pada kesehatan jantung.

Atasi stres berlebih dengan istirahat yang cukup, kurangi aktivitas yang dapat meningkatkan stres, dan jangan membebani pikiran dengan hal-hal yang tidak terlalu penting.

(RAA)