5 Tokoh Pelopor Hari Pahlawan yang Berjuang untuk Indonesia

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tanggal 10 November membawa satu peringatan penting untuk bangsa Indonesia, yakni Hari Pahlawan. Peringatan ini merupakan momen untuk mengenang Pertempuran Surabaya yang terjadi pada 10 November 1945. Tahun ini, Hari Pahlawan jatuh pada Selasa (10/11).
Pertempuran Surabaya sendiri bermula dari berkibarnya bendera Belanda di Hotel Yamato, Surabaya oleh pasukan bawahan Ploegman. Pengibaran tersebut berujung pada pertempuran sengit antara bangsa Indonesia dan pasukan asing yang dikenal sebagai Pertempuran Surabaya.
Pertempuran Surabaya merupakan peperangan terbesar dalam catatan sejarah Indonesia. Dalam pertempuran ini, arek Surabaya berusaha merebut kemerdekaan Indonesia dari belenggu penjajah dengan bermodalkan bambu runcing.
Perjuangan rakyat Surabaya kala itu tak lepas dari sejumlah tokoh penting yang turut memperjuangkan Tanah Air dan membakar semangat para pejuang. Berikut adalah 5 tokoh pelopor Hari Pahlawan.
Bung Tomo
Bung Tomo atau Sutomo merupakan seorang jurnalis, penyiar radio, sekaligus kepala Departemen Penerangan di Organisasi Pemuda Indonesia. Pria kelahiran 3 Oktober 1920 ini memegang peranan besar dalam Pertempuran Surabaya.
Dia membakar semangat para pejuang dengan berorasi. Kalimat yang dilontarkannya, yakni: “Lebih baik kita hancur lebur daripada tidak merdeka. Semboyan kita tetap merdeka atau mati!”
Moestopo
Pria kelahiran 1913 ini juga menjadi tokoh penting dalam Pertempuran Surabaya. Dirinya menjadi sosok yang membentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang berfungsi mengadang pasukan Inggris sebelum perlawanan di Surabaya. Selain itu, ia juga bertempur langsung dalam Pertempuran Surabaya.
Mayjen Sungkono
Mayjen Sungkono merupakan Panglima Angkatan Perang Surabaya. Melalui jabatannya, Mayjen Sungkono berusaha memimpin perlawanan dengan berani. Tak hanya itu, ia juga membakar semangat para pejuang untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah. Walau hanya mengenakan senjata minim, rakyat Surabaya mampu membuat pasukan Inggris kewalahan.
HR Mohammad Mangoendiprodjo
HR Mohammad Mangoendiprodjo merupakan salah satu tokoh dalam Pertempuran Surabaya. Beliau mempimpin perlawanan terhadap pasukan sekutu sebelum gencatan senjata bersama dengan Bung Tomo, Doel Arnowo, Abdul Wahab dan Drg Moestopo.
Abdul Wahab
Abdul Wahab menjadi sosok yang mengabadikan momen perobekan bendera di atap gedung Hotel Yamato Surabaya. Tak hanya itu, fotografer ini juga sempat mengambil gambar ketika pemuda Surabaya berangkat ke hotel sambil membawa bambu runcing.
(GTT)
