5 Waktu yang Tepat untuk Beli Emas, Begini Strateginya!

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menentukan waktu yang tepat untuk beli emas menjadi kesulitan bagi sebagian orang, terutama bagi mereka yang mau mulai berinvestasi. Emas sendiri dikenal sebagai aset yang tahan terhadap inflasi dan menjadi pilihan utama di tengah ketidakpastian ekonomi.
Tak hanya itu, investasi emas juga cenderung lebih aman jika dibandingkan dengan instrumen lain yang lebih fluktuatif seperti saham atau kripto. Hal ini terlihat dari sejarah emas yang sudah digunakan sebagai alat investasi selama berabad-abad.
Karena itu, catatan pergerakan harganya bisa menjadi dasar untuk memperkirakan bagaimana kansnya pada tahun-tahun mendatang. Bagi yang tertarik mengetahui kapan waktu yang pas untuk membeli emas, simak pembahasan lengkapnya di bawah ini.
5 Waktu yang Tepat untuk Beli Emas
Mengutip buku berjudul Decision Making Blueprint Clearer, More Confident & Reliable Decision Making karya Coach Barlian (2020), ada beberapa barang dan jasa tertentu yang harganya dipengaruhi oleh waktu, salah satunya adalah emas.
Adapun waktu yang tepat untuk beli emas adalah sebagai berikut:
1. Saat Harga Emas Menurun
Waktu yang tepat untuk membeli emas adalah ketika harga pasar sedang mengalami penurunan. Seperti diketahui, harga emas memang sering berubah sepanjang tahun. Namun, berdasarkan data historis, harga emas lebih rendah pada bulan Januari, April, Mei, dan Juni.
Harga emas biasanya turun setelah mencapai kenaikan yang cukup tinggi atau mencetak rekor beberapa kali. Penurunan ini terjadi karena banyak investor menjual untuk mengambil keuntungan saat harga sedang tinggi, atau untuk menutup kerugian dari pasar instrumen lainnya.
2. Saat Nilai Rupiah Menguat
Ketika nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat, harga emas cenderung turun. Hal ini disebabkan karena emas diperdagangkan menggunakan dolar, sehingga penguatan rupiah membuat biaya pembelian emas dalam mata uang lokal menjadi lebih murah.
Ini adalah momen yang baik untuk membeli emas dengan harga lebih terjangkau. Selain itu, penguatan rupiah juga menambah daya beli investor dalam negeri, sehingga waktu seperti ini sering dianggap momen tepat untuk berinvestasi emas.
3. Saat Konflik Dunia Mereda
Kondisi geopolitik global kerap menjadi penyebab harga emas melonjak tajam. Sebaliknya, ketika situasi dunia mulai membaik dan ketegangan mereda, harga emas biasanya stabil atau bahkan mengalami penurunan.
Momen ini bisa dimanfaatkan untuk mulai membeli atau menambah jumlah kepemilikan emas dengan harga yang lebih terjangkau. Karena itu, penting untuk mengikuti perkembangan berita global yang bisa memengaruhi pergerakan harga emas.
4. Saat Nilai Dolar AS Menguat
Dolar AS dan emas memiliki hubungan yang saling memengaruhi. Saat dolar menguat terhadap rupiah, harga emas dalam negeri cenderung turun karena konversi menjadi lebih murah. Momen ini bisa dimanfaatkan untuk membeli emas sebelum harganya kembali naik.
5. Saat Kondisi Amerika Serikat Stabil
Sebagai pemain utama dalam ekonomi global, kebijakan Amerika Serikat sangat memengaruhi harga emas. Ketika AS mengambil langkah agresif seperti menaikkan suku bunga secara tajam, harga emas biasanya akan melonjak karena investor mencari aset aman. Sebaliknya, saat kondisi AS stabil, harga emas cenderung murah.
Baca juga: Usai Emas, Kini Harga Perak Cetak Rekor Tertinggi ke USD 49,57 per Troy Ounce
(RK)
