Konten dari Pengguna

50 Pantun Penutup Acara, Singkat dan Menarik

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 7 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pantun penutup acara. Foto: Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pantun penutup acara. Foto: Pixabay

Selain salam penutup, pantun juga kerap digunakan untuk mengakhiri sebuah acara. Pantun penutup acara adalah puisi berirama yang terdiri dari empat baris dan digunakan untuk menandai akhir dari suatu acara.

Pantun yang diucapkan oleh pembawa acara dapat menjadi kata penutup yang seru dan berkesan. Pantun penutup biasanya berisi tentang ucapan terima kasih, perpisahan dan harapan untuk bertemu dilain kesempatan.

Dengan menyampaikan pantun di akhir acara, suasana menjadi lebih menyenangkan dan meriah. Lantas, apa saja contoh pantun penutup acara yang bisa digunakan untuk berbagai kesempatan?

Pantun Penutup Acara

Ilustrasi pantun penutup acara. Foto: Pixabay

Dikutip dari buku berjudul “Antologi 212 Pantun” ditulis oleh Lina A., dkk, Pantun adalah salah satu jenis karya sastra yang mengikuti aturan tertentu, mengandung ide kritis serta kreatif, dan kaya akan makna.

Pantun pertama kali muncul pada sejarah Melayu dan hikayat-hikayat populer yang disisipkan ke dalam syair-syair. Pantun digunakan oleh rakyat Melayu pada momen-momen khusus.

Pantun juga digunakan oleh para pemuda-pemudi untuk saling berkenalan. Dulunya, pantun menjadi sastra lisan yang diucapkan secara langsung oleh masyarakat tanpa pikir panjang.

Pantun banyak digunakan pada permainan anak, upacara, pernikahan, hingga percintaan. Namun, seiring berjalannya waktu, pantun menjadi sastra tulis yang menggunakan bahasa sebagai media.

Terdapat berbagai jenis pantun berdasarkan isinya, seperti pantun agama, pantun nasihat, pantun jenaka, pantun teka-teki, dan pantun lainnya.

Pantun kerap dijadikan sebagai pembuka dan penutup dari suatu acara untuk menghidupkan suasana. Kurang lengkap rasanya jika membuka dan mengakhiri acara tanpa pantun.

Pantun dapat memberikan kesan akhir yang ringan dan menyenangkan, serta memperkuat hubungan dengan para hadirin. Pantun penutup yang baik biasanya singkat, relevan dengan tema acara, dan mengandung pesan positif atau ucapan terima kasih.

Berikut rekomendasi pantun penutup acara yang dihimpun dari buku "Kehilangan (Kumpulan Pantun, Syair, Puisi, dan Cerpen)" karya Zaniza dan sumber-sumber lainnya.

Pantun Penutup Acara MC

Warnanya putih si biri-biri

Dijual untuk diambil bulunya

Acara ini kami akhiri

Terima kasih atas perhatiannya

Sungguhlah manis buah kuini

Buah dimakan dengan cepat

Berakhir sudah acara ini

Semoga bisa memberi manfaat

Pisang masak dimakan kera

Pisang dimakan di tempat kelam

Sampailah kita di penghujung acara

Kami tutup mengucapkan salam

Dara melayu cantik jelita

Jika tersenyum sungguh menawan

Berakhir sudah acara kita

Sampai jumpa di tahun depan

Dikala hujan bersama kekasih

Pergi membeli pemen gulali

Cukup sekian dan terimakasih

Sampai bertemu kembali

Kalau ada bola di lapang

Bola ditendang memakai kaki

Kalau ada umur panjang

Mari kita berpantun lagi

Pergi ke pasar membeli beras

Bera mahal merek Marhalah

Pabila aktivitas telah tuntas

Mari lekas, ucap Alhamdulillah

Kakek-kakek mesti dihormati

Jangan hanya senyum belaka

Mohon maaf acara ini mesti diakhiri

Mari selanjutnya berdoa bersama

Jari telunjuk untuk menunjukkan

Cincin kawin di jari manis

Kulihat kalian sudah mengantuk

Tenang saja, acaranya sudah habis

Padi habis tinggal jerami

Bakar dulu sampai bersih

Rupanya acara kita sampai di sini

Cukup sekian dan terima kasih

Pantun Penutup Presentasi

Hari senin waktunya bersih-bersih

Pasang bendera biar berkibar

Cukup sekian dan terima kasih

Maaf jika presentasinya panjang lebar

Jalan-jalan ke Surabaya

Tidak lupa membeli makanan

Demikian presentasi saya

Jika salah mohon dimaafkan

Pisau diasah buat bertani

Bawa ke ladang naik pedati

Selesai sudah presentasi ini

Semoga bisa memberi arti

Untuk apa jadi bujang

Hidup sepi tak bermuara

Ingin hati presentasi panjang

Apa daya masih ada acara

Tidur nyenyak di atas ranjang

Air mengalir di kolam ikan

Presentasi kami memang panjang

Tapi tetap menyenangkan

Kalau ada sumur di ladang

Bolehlah kita menyikat gigi

Kalau ada umur yang panjang

Bolehkah saya presentasi lagi?

Siang-siang pergi ke kota

Jangan lupa beli alpukat

Demikian presentasi kita

Semoga bisa bermanfaat

Menggoreng ikan dicampur bakmi

Goreng terpisah, jangan sekaligus

Cukup sekian presentasi kami

Moga mendapat nilai yang bagus

Anak kecil duduk di papan

Memakai dasi dan celana

Puluhan menit berdiri di depan

Moga presentasi kami memberi makna

Mentari senja telah tenggelam

Hujan turun mulai terjatuh

Kami tutup presentasi dengan salam

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pantun Penutup Webinar

Pergi menikah di KUA

Hati deg-degan dan bergetar

Terima kasih untuk hadirin semua

Karena sudah berkenan mengikuti webinar

Mengurus sapi di peternakan

Sapinya diberi nama Ina

Sampai jumpa saya ucapkan

Semoga webinar kali ini memberi banyak makna

Seorang anak yang dinanti

Datangnya dari orang tua yang baik hati Selesai sudah webinar kali ini

Terima kasih dan semoga bisa memberi arti

Pagi-pagi melihat petani

Membajak sawah di tanah Bu Karsih

Saya tutup webinar kali ini

Cukup sekian dan terima kasih

Main sore di rumah Pak Etan

Disuguhi teh hangat juga ketan

Sampai jumpa di lain kesempatan

Semoga webinar kali ini ada kelanjutan

Pergi ke sawah untuk bertani

Pergi bertani bersama Ibu Titi

Cukup sekian webinar kali ini

Semoga pesan tadi bisa sampai ke lubuk hati

Punya mantan namanya Ani

Kalau mamanya, dipanggilnya Ummi

Webinar berakhir sampai di sini

Jika ada salah mohon dimaklumi

Jalan-jalan ke kebun Pak Rehan

Pulang pergi untuk menangkap ikan

Jika ada pertemuan pasti ada perpisahan Terima kasih, dan semoga webinar bisa tersampaikan

Pagi-pagi membajak sawah

Membajak dengan sapi peliharaannya

Jangan galau jangan gundah

Semoga webinar bisa ada kelanjutannya

Lampu kamar terang menyala

Kalau siang, lampu dimatikan

Cukup sekian webinar dari saya

Jika ada salah, mohon dimaafkan

Pantun Penutup Pidato

Jalan-jalan ke Kota Mekkah

Ingin sembahyang berlama-lama

Semoga pidato ini membawa berkah

Membawa rahmat untuk bersama

Padi habis tinggal jerami

Bakar dulu hingga bersih

Rupanya pidato ku sampai di sini

Cukup sekian terima kasih

Bukan lebah bukan sigung

Mungkin kancil bukan lutung

Jangan marah jangan tersinggung

Ini pidato bukan manggung

Mekkah sudah, Madinah sudah

Pulang ke kampung urusin empang

Pidato sudah makan sudah

Perut kenyang waktunya pulang

Bang Rendra datang dengan berani

Ke dokter untuk mencabut gigi

Izinkan saya mengakhiri pidato ini

Jangan kangen besok ketemu lagi

Gula manis rasanya

Kalau gurih itu santan

Sekian pidato dari saya

Jika ada salah mohon dimaafkan

Goreng ikan dan semur udang

Semua lengkap di warung Parto

Walau pidato ini panjang

Hadirin semua tetap senang, to?

Ke pasar jajan makaroni

Bersama Ibu agar dibelikan

Sekian saya akhiri pidato ini

Terima kasih atas segala perhatian

Beli sayur bayam lima ikat

Ternyata hanya butuh empat

Pidato ini memang singkat

Tapi semoga sangat bermanfaat

Duduk santai di waktu senggang

Taman indah airnya memancar

Kepada hadirin yang datang

Moga rezekinya makin lancar

Pantun Penutup Ceramah

Bayi merangkak di atas tanah

Merangkak hingga ke belakang rumah

Semoga ceramah ini jadi berkah

Untuk lentera di alam barzah

Goreng ikan di hari raya

Digoreng terpisah, jangan sekaligus

Cukup sekian ceramah saya

Semoga mendapat nilai bagus

Kalau adas sumur di ladang

Bolehkah kita menyikat gigi

Kalau ada umur yang panjang

Bolehkah saya ceramah lagi?

Mangga harum namanya kuini

Sayang sedang saakit gigi

Ceramah saya sampai di sini

Besok-besok disambung lagi

Tidur nyenyak di atas ranjang

Air mengalari dari kolam ikan

Ceramah ini memang panjang

Tapi sangat menyenangkan

Sungguh enak buah srikaya

Tapi jangan ditambah bluntas

Cukup sekian dari saya

Karena ceramahnya sudah tuntas

Tetangga baru namanya Alan

Punya anak namanya Dahlan

Mohon maaf jika ada kekurangan

Jika ada lebihnya jangan dikembalikan

Ke pasar ikan beli ikan teri

Akan dimasak jadi kuah gulai

Selesai sudah ceramah ini

Mirip kita yang selesai tanpa memulai

Pergi ke hutan berburu angsa

Sekali tembak langsung dapat

Demikian ceramah saya

Semoga bisa bermanfaat

Beli tiga ngakunya lima

Bu warung sedang bersih-bersih

Ceramah saya tidak akan lama

Langsung selesai dan terima kasih

Baca juga: 30 Pantun Hari Batik Nasional yang Penuh Semangat

(RK)