6 Amalan Bulan Muharram yang Dianjurkan bagi Umat Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Muharram dikenal sebagai penanda Tahun Baru Islam atau Tahun Baru Hijriah bagi umat Muslim. Sebagai bulan pertama dalam kalender Hijriah, Muharram juga termasuk salah satu dari empat bulan haram atau Asyhurul Hurum yang memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah SWT.
Pada bulan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, menjauhi perbuatan maksiat, serta meningkatkan amal saleh sebagai upaya memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah. Lantas, apa saja amalan bulan Muharram yang dianjurkan? Simak beberapa contohnya lewat artikel berikut!
Contoh Amalan Bulan Muharram
Amalan yang dilakukan pada bulan Muharram memiliki nilai yang besar di sisi Allah SWT. Disadur dari laman Baznas, berikut beberapa contoh amalannya.
1. Memperbanyak Puasa Sunnah
Salah satu amalan utama di bulan Muharram adalah memperbanyak puasa sunnah. Rasulullah SAW menyebut puasa terbaik setelah Ramadan ialah puasa di bulan Allah, yaitu Muharram. Dua puasa yang dianjurkan antara lain:
Puasa Tasu’a (9 Muharram)
Dilaksanakan sehari sebelum Asyura sebagai pembeda dari kebiasaan sebagian kaum Yahudi. Mengutip buku Meraih Surga dengan Puasa karya H. Herdiansyah Achmad, berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ تَاسُعَةَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yauma tasu'ata sunnata-lillâhi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa Tasua sunnah karena Allah Ta'ala."
Puasa Asyura (10 Muharram)
Dikenal memiliki keutamaan besar, yaitu menghapus dosa-dosa kecil selama satu tahun yang telah lalu dengan izin Allah. Berikut bacaan niat puasa Asyura:
نَوَيْتُ صَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَأَ سُنَّةَ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma yauma 'asyûra-a sunnata-lillâhi ta'âla.
Artinya: "Aku berniat puasa Asyura sunnah karena Allah Ta'ala."
2. Memperbanyak Sholat Sunnah
Pada bulan Muharram, umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sholat sunnah sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah SWT. Beberapa di antaranya adalah:
Sholat Rawatib: Dilaksanakan sebelum dan sesudah shalat fardhu untuk menyempurnakan ibadah wajib.
Sholat Tahajud: Dikerjakan di sepertiga malam sebagai bentuk pendekatan diri dan permohonan kepada Allah SWT.
Sholat Dhuha: Dilaksanakan di pagi hari sebagai pembuka rezeki dan wujud rasa syukur atas nikmat Allah SWT.
3. Memperbanyak Doa dan Dzikir
Dzikir dan doa menjadi amalan yang dapat dilakukan kapan saja untuk menjaga hubungan spiritual dengan Allah SWT. Amalan seperti dzikir pagi-petang serta doa yang diajarkan Rasulullah SAW dapat menjadi rutinitas di bulan Muharram.
4. Bersedekah
Sedekah sangat dianjurkan dalam Islam, termasuk di bulan Muharram. Bentuknya tidak hanya harta, tetapi juga bisa berupa tenaga, waktu, maupun ilmu. Melalui sedekah, manfaat dapat dirasakan orang lain sekaligus menjadi ladang pahala.
5. Menjaga Tali Silaturahmi
Muharram juga menjadi waktu yang tepat untuk mempererat hubungan sosial. Silaturahmi dapat dilakukan dengan keluarga, tetangga, maupun teman agar hubungan semakin harmonis dan penuh keberkahan.
6. Memperbanyak Taubat dan Muhasabah
Pergantian tahun Hijriah menjadi momen untuk melakukan introspeksi diri. Muhasabah membantu mengevaluasi perjalanan hidup, menyadari kekurangan, serta mensyukuri nikmat Allah SWT. Setelah itu, dianjurkan memperbanyak istighfar dan memohon ampunan atas kesalahan yang telah lalu.
Baca juga: 100 Caption IG 1 Muharram untuk Refleksi Diri dan Semangat Hijrah
(RK)
