6 Amalan Malam Takbiran Idul Fitri yang Dapat Meningkatkan Ketakwaan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Malam hari raya Idul Fitri dikenal sebagai Lailatul Jaaizah yang artinya "malam pembagian hadiah". Pada malam tersebut umat Muslim dianjurkan untuk memperbanyak ibadah atau amalan guna mendapatkan berkah dan kemuliaan di sisi Allah SWT.
Dianjurkan juga menghidupkan malam Idul Fitri dengan gema takbir sebagai bentuk ketakwaan seorang Muslim sesudah bulan Ramadhan. Bahkan anjuran ini telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya.
“Barangsiapa yang menghidupkan malam Idul Fitri dan Idul Adha atas dasar perintah Allah, maka hatinya tidak akan pernah mati pada hari semua hati mati.” (Ath-Thabrani, Ad-Daruqutni, dan Ibn Majah dari Ubadah bin Shamit)
Dijelaskan juga dalam buku 12 Bulan Mulia karangan Abdurrahman Ahmad, disunnahkan memperbanyak takbir pada malam Idul Fitri. Takbir ini dapat dilakukan sepanjang kesempatan itu ada, baik setelah sholat fardhu, di masjid-masjid, ataupun pada kesempatan lainnya.
Lantunan takbir yang dapat dicontohkan berbunyi sebagai berikut:
llāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar. Lā ilāha illallāhu wallāhu akbar. Allāhu akbar wa lillāhil hamdu. Allāhu akbar kabīrā, walhamdu lillāhi katsīrā, wa subhānallāhi bukratan wa ashīlā, lā ilāha illallāhu wa lā na‘budu illā iyyāhu mukhlishīna lahud dīna wa law karihal kāfirūn, lā ilāha illallāhu wahdah, shadaqa wa‘dah, wa nashara ‘abdah, wa hazamal ahzāba wahdah, lā ilāha illallāhu wallāhu akbar.
Selain melantunkan takbir, terdapat amalan malam takbiran Idul Fitri yang dapat dilakukan oleh umat Muslim untuk menambah pahala dan ketakwaan. Apa saja? Simak uraiannya di bawah ini.
Amalan Malam Takbiran Idul FItri
Berikut ini adalah beberapa amalan yang dapat dilakukan di malam menjelang hari raya Idul Fitri. Amalan-amalan ini telah dirangkum melalui buku Kedahsyatan Puasa Terbitan Galangpress Group.
1. Memperbanyak Ibadah
Di antara amalan yang disunnahkan dalam menyambut hari raya Idul Fitri adalah menghidupkan malam tersebut dengan beribadah kepada Allah SWT. Mulai dari mengerjakan sholat fardhu atau sunnah serta berdoa kepada Allah.
Selain itu, dianjurkan juga mengerjakan amalan tersebut dilakukan di masjid atau musala sampai menjelang subuh seraya bersholawat, membaca Alquran, berdzikir, dan bentuk ibadah lainnya. Hal tersebut dilakukan tak lain untuk menambah ketakwaan menjelang berpisah dengan bulan Ramadhan dan menyambut Hari Kemenangan.
2. Berdzikir
Selain melaksanakan sholat ataupun memanjatkan doa, berdzikir juga termasuk salah satu amalan yang dapat dilakukan pada malam menjelang Idul Fitri. Berdzikir bisa menjadi salah satu upaya untuk selalu mengingat, mendekatkan diri, serta menunjukkan rasa syukur atas limpahan berkah yang diberikan Allah SWT.
3. Berdoa Usai Sholat Maghrib
Memperbanyak doa di waktu-waktu usai sholat fardhu juga sangat dianjurkan dilakukan di malam takbiran, terutama sholat Maghrib.
Berdoalah usai sholat Maghrib dan sholat sunnah maghrib, dengan tangan menengadah ke atas: Wahai pemilik anugerah dan karunia, wahai yang memilih Muhammad dan membantunya. Sampaikanlah kesejahteraan kepada Muhammad dan keluarga Muhammad. Ampunilah kami dari segala dosa yang sudah Engkau hitung dan semua dosa itu telah Engkau catat dalam kitab yang jelas.
4. Sholat Subuh dan Isya berjamaah
Amalan selanjutnya yang dapat dilakukan pada malam takbiran Idul Fitri adalah melaksanakan sholat Isya dan Subuh berjamaah. Setelah itu, dianjurkan memperbanyak doa sambil bertawasul kepada Rasulullah SAW disertai bacaan sholawat untuk beliau.
5. Zakat Fitrah
Zakat fitrah merupakan salah satu amalan yang wajib dilakukan pada bulan Ramadhan atau menjelang hari raya Idul Fitri dengan perincian yang sudah ditentukan dalam kitab-kitab fikih. Kewajiban membayar zakat fitrah ini ditegaskan dalam Alquran pada surat Al-Baqarah ayat 43, Allah berfirman:
“Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat, ruku’lah beserta orang-orang yang ruku.” (QS. Al-Baqarah: 43)
6. Mandi
Disunnahkan bagi siapapun baik laki-laki, perempuan bahkan wanita yang sedang haid atau nifas melakukan mandi Idul Fitri. Kesunnahan ini juga berlaku bagi yang tidak menghadiri sholat Idul Fitri, seperti orang sakit.
Adapun waktu mandi ini dimulai sejak tengah malam Idul Fitri sampai tenggelamnya matahari di keesokan harinya. Akan tetapi, lebih utama dilakukan setelah terbit fajar. Berikut bacaan niatnya:
نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu ghusla’iidil fithri sunnatan lillaahi ta’ala.
Artinya: “Aku niat mandi Idul fitri, sunnah karena Allah”.
(IMR)
