Konten dari Pengguna

6 Contoh Puisi Sumpah Pemuda yang Membangkitkan Semangat

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi Sumpah Pemuda. Sumber: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi Sumpah Pemuda. Sumber: Unsplash.

Sumpah Pemuda adalah ikrar bersejarah yang menjadi tonggak persatuan bangsa Indonesia. Peristiwa ini kerap diperingati setiap tahun pada tanggal 28 Oktober dengan berbagai cara, salah satunya lewat pembacaan puisi Sumpah Pemuda.

Puisi bisa dijadikan sebagai media untuk mengenang kembali perjuangan para pemuda serta membangkitkan semangat persatuan dan nasionalisme. Lewat barisan kata penuh makna, pesan luhur persatuan bangsa bisa disampaikan kepada generasi muda.

Contoh Puisi Sumpah Pemuda

Ilustrasi puisi Sumpah Pemuda. Sumber: Unsplash.

Dikutip dari buku Antologi Puisi 50 Suara Perempuan Dalam Satu Buku (2020) oleh Korps PMII Putri, buku Aku Pemuda: Antologi Karya Lomba Cipta Puisi Nasional Terpilih (2019) oleh Penulis Pilihan LCPN Aku Pemuda, dan buku SUARA PEMUDA: Antologi Puisi (2022) oleh Andis Syah Putra dkk., berikut beberapa contoh puisi Sumpah Pemuda:

Contoh 1: Pemuda Harapan Bangsa oleh Wafirotul Fikriyah

Wahai pemuda pemudi harapan bangsa

Ke mana saja kalian

Saat negeri ini hancur?

Ke mana saja kalian

Saat rakyat tersungkur?

Wahai pemuda pemudi…

Engkaulah harapan bangsa

Engkaulah harapan pertiwi

Engkaulah harapan tanah air

Dan engkaulah harapan negeri ini

Wahai pemuda pemudi bangsa…

Di kakimulah, maju mundurnya negermu

Dan di tanganmulah…

Kau genggam masa depan negermu

Buktikan, inilah pemuda pemudi harapan pertiwi

Yang senantiasa berjiwa sejati

Yang selalu berkorban untuk bangsa

Dan bersatu demi negeri Indonesia

Bangunlah wahai pemuda pemudi pertiwi…

Langkahkan kakimu dan kepalkan tanganmu

Katakan pada bangsa dan tanah airmu

Bahwa kaulah pemuda pemudi berbakti

Pembela kebenaran sejati dan pendobrak kebohongan abadi

Bersatu kita teguh bercerai kita mati.

Contoh 2: Kita Pemuda Bangsa oleh Riadhu Sholikhah

Kita pemuda bangsa…

Berjuang untuk bangsa Indonesia

Bukan lewat perang atau senjata

Namun dengan ilmu yang berguna

Mentari berganti rembulan

Hari berganti hari

Waktu terus berlalu

Mari kita berubah!

Potensi, bakat yang kita miliki

Semoga mampu menjadikan prestasi

Untuk menggapai mimpi

Dan untuk kemajuan bangsa ini

Teruskan mimpi pahlawan!

Demi kita, dan masa depan

Dengan usaha, keyakinan, dan

Pantang menyerah pintu menuju kesuksesan

Contoh 3: Napasku Masih Muda oleh Alfi Durrotul Laily

Fajar baru saja terbit

Aku menatap seperti rumput di tepian sungai

Seperti matahari menjelang siang yang semakin kuat

Kutau nyawaku tak harus mati dengan murah

Jiwaku harus berkobar meski berdiri di atas hujan

Ibu, anakmu masih muda

Punya seribu nyawa untuk bangsa yang penuh cinta

Menjerit pejabat-pejabat buncit

Ditodong kehormatan pemuda-pemuda langit

Jangan kau usik negeri kami

Pergi! atau kamu memilih mati dengan sepi

Jejakmu yang abu-abu hanya akan berujung pilu

Selagi napasku masih muda

Jangan kira dirimu akan baik-baik saja

Tangan-tangan muda yang kau curi haknya

Akan menyeret dirimu pergi dari ibu pertiwi

Hingga detik yang akan terus berganti

Dan setiap mimpi di hari-hari yang telah terlewati

Aku bersumpah pada tanah air ini

Pemuda yang kau miliki

Tak akan lelah berdiri meski dijajah orang sendiri

Contoh 4: Aku Pemuda oleh Muhammad Mahfudz

Aku adalah seorang pemuda

Giat, teguh dan konsisten dalam bekerja

Bekerja untuk keluarga

Bekerja demi kedaulatan bangsa

Di tanah Indonesia aku terlahir

Tanah yang indah dan berjuta-juta kekayaannya

Aku adalah pemuda

Siap menjadi generasi penerus bangsa

Penerus para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan

Demi menjaga kedaulatan dan keamanan Indonesia Raya

Aku adalah pemuda

Kan menjadi penerus bangsa Indonesia

Untuk menjadikan negara semakin jaya

Melindungi warisan budaya dan adat istiadat

Dari rebutan negara tetangga

Aku adalah pemuda

Mengingat sejarah dan menatap masa depan cerah

Masa depan yang siap berjuang demi negara

Berperang dalam era milenial

Aku adalah pemuda

Siap berjuang mati-matian untuk kemajuan Indonesia tercinta

Contoh 5: Derap Langkahku oleh Nisa Azzahra

Pemuda,

Semangatmu tampak begitu bergejolak

Tak peduli seberapa kuat penghalang

Kau pasti mampu menghalaunya

Kepal tanganmu melambangkan keyakinan

Akan kemampuan tuk menjadi tumpuan

Di pundakmu

Bangsa ini dititipkan dengan segala pengorbanan

Di pundakmu ratusan juta jiwa menantikan

Harapan, kejayaan, dan kemakmuran

Wahai pemuda,

Kaulah agen perubahan bangsa

Membangun dan mengisi kemerdekaan

Dengan kemampuan dan semangatmu

Ubah negeri ini menjadi pusat dunia

Bukankah bangsamu menunggumu

Menunggu torehan karya cipta

Buah fikir dan kreativitasmu

Membangun negeri ini

Lihatlah hamparan kekayaan tanah ini

Tanah pertiwi yang membentang

Yang utuh tangan-tangan pemuda negeri

Mewujudkan kesejahteraan hakiki

Wahai pemuda bangkitlah, bangunlah dari tidur panjang ini

Contoh 6: Pemuda oleh Balang Mardoki

Hentakan butiran air hujan di atas atap rumah

Ketika itu hujan di kala malam

Membangunkan dari lelapnya tidur

Dari mimpi indah tentang

Dunia yang damai, aman, dan sejahtera

Rintik hujan yang deras itu juga

Mengingatkan kita akan dunia yang sebenarnya

Belum ada kata tentram

Belum ada kata aman

Dan belum ada kata sejahtera

Keributan dan tuntutan masih banyak dilayangkan

Masih banyak rakyat yang risau

Terhadap dunia yang penuh dengan kekejaman ini

Masih banyak masyarakat yang mengeluh

Karena tidak bisa makan,

Anaknya tidak bisa sekolah

Uang yang seharusnya untuk rakyat

Namun menjadi milik pejabat saja

Dimana pemuda kita selaku penggerak?

Sebagai pembawa perubahan, pengontrol masyarakat

Ayo pemuda!

Tunjukan taringmu untuk membela rakyat

Semangatmu masih berkobar-kobar

Fisikmu masih kuat untuk membela rakyat

Tuntaskan ketidakadilan

Jadilah manusia yang bermanfaat untuk orang lain

(FHK)

Baca juga: 3 Contoh Pidato Sumpah Pemuda di Sekolah sebagai Referensi