6 Contoh Puisi Sumpah Pemuda yang Membangkitkan Semangat

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumpah Pemuda adalah ikrar bersejarah yang menjadi tonggak persatuan bangsa Indonesia. Peristiwa ini kerap diperingati setiap tahun pada tanggal 28 Oktober dengan berbagai cara, salah satunya lewat pembacaan puisi Sumpah Pemuda.
Puisi bisa dijadikan sebagai media untuk mengenang kembali perjuangan para pemuda serta membangkitkan semangat persatuan dan nasionalisme. Lewat barisan kata penuh makna, pesan luhur persatuan bangsa bisa disampaikan kepada generasi muda.
Contoh Puisi Sumpah Pemuda
Dikutip dari buku Antologi Puisi 50 Suara Perempuan Dalam Satu Buku (2020) oleh Korps PMII Putri, buku Aku Pemuda: Antologi Karya Lomba Cipta Puisi Nasional Terpilih (2019) oleh Penulis Pilihan LCPN Aku Pemuda, dan buku SUARA PEMUDA: Antologi Puisi (2022) oleh Andis Syah Putra dkk., berikut beberapa contoh puisi Sumpah Pemuda:
Contoh 1: Pemuda Harapan Bangsa oleh Wafirotul Fikriyah
Wahai pemuda pemudi harapan bangsa
Ke mana saja kalian
Saat negeri ini hancur?
Ke mana saja kalian
Saat rakyat tersungkur?
Wahai pemuda pemudi…
Engkaulah harapan bangsa
Engkaulah harapan pertiwi
Engkaulah harapan tanah air
Dan engkaulah harapan negeri ini
Wahai pemuda pemudi bangsa…
Di kakimulah, maju mundurnya negermu
Dan di tanganmulah…
Kau genggam masa depan negermu
Buktikan, inilah pemuda pemudi harapan pertiwi
Yang senantiasa berjiwa sejati
Yang selalu berkorban untuk bangsa
Dan bersatu demi negeri Indonesia
Bangunlah wahai pemuda pemudi pertiwi…
Langkahkan kakimu dan kepalkan tanganmu
Katakan pada bangsa dan tanah airmu
Bahwa kaulah pemuda pemudi berbakti
Pembela kebenaran sejati dan pendobrak kebohongan abadi
Bersatu kita teguh bercerai kita mati.
Contoh 2: Kita Pemuda Bangsa oleh Riadhu Sholikhah
Kita pemuda bangsa…
Berjuang untuk bangsa Indonesia
Bukan lewat perang atau senjata
Namun dengan ilmu yang berguna
Mentari berganti rembulan
Hari berganti hari
Waktu terus berlalu
Mari kita berubah!
Potensi, bakat yang kita miliki
Semoga mampu menjadikan prestasi
Untuk menggapai mimpi
Dan untuk kemajuan bangsa ini
Teruskan mimpi pahlawan!
Demi kita, dan masa depan
Dengan usaha, keyakinan, dan
Pantang menyerah pintu menuju kesuksesan
Contoh 3: Napasku Masih Muda oleh Alfi Durrotul Laily
Fajar baru saja terbit
Aku menatap seperti rumput di tepian sungai
Seperti matahari menjelang siang yang semakin kuat
Kutau nyawaku tak harus mati dengan murah
Jiwaku harus berkobar meski berdiri di atas hujan
Ibu, anakmu masih muda
Punya seribu nyawa untuk bangsa yang penuh cinta
Menjerit pejabat-pejabat buncit
Ditodong kehormatan pemuda-pemuda langit
Jangan kau usik negeri kami
Pergi! atau kamu memilih mati dengan sepi
Jejakmu yang abu-abu hanya akan berujung pilu
Selagi napasku masih muda
Jangan kira dirimu akan baik-baik saja
Tangan-tangan muda yang kau curi haknya
Akan menyeret dirimu pergi dari ibu pertiwi
Hingga detik yang akan terus berganti
Dan setiap mimpi di hari-hari yang telah terlewati
Aku bersumpah pada tanah air ini
Pemuda yang kau miliki
Tak akan lelah berdiri meski dijajah orang sendiri
Contoh 4: Aku Pemuda oleh Muhammad Mahfudz
Aku adalah seorang pemuda
Giat, teguh dan konsisten dalam bekerja
Bekerja untuk keluarga
Bekerja demi kedaulatan bangsa
Di tanah Indonesia aku terlahir
Tanah yang indah dan berjuta-juta kekayaannya
Aku adalah pemuda
Siap menjadi generasi penerus bangsa
Penerus para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan
Demi menjaga kedaulatan dan keamanan Indonesia Raya
Aku adalah pemuda
Kan menjadi penerus bangsa Indonesia
Untuk menjadikan negara semakin jaya
Melindungi warisan budaya dan adat istiadat
Dari rebutan negara tetangga
Aku adalah pemuda
Mengingat sejarah dan menatap masa depan cerah
Masa depan yang siap berjuang demi negara
Berperang dalam era milenial
Aku adalah pemuda
Siap berjuang mati-matian untuk kemajuan Indonesia tercinta
Contoh 5: Derap Langkahku oleh Nisa Azzahra
Pemuda,
Semangatmu tampak begitu bergejolak
Tak peduli seberapa kuat penghalang
Kau pasti mampu menghalaunya
Kepal tanganmu melambangkan keyakinan
Akan kemampuan tuk menjadi tumpuan
Di pundakmu
Bangsa ini dititipkan dengan segala pengorbanan
Di pundakmu ratusan juta jiwa menantikan
Harapan, kejayaan, dan kemakmuran
Wahai pemuda,
Kaulah agen perubahan bangsa
Membangun dan mengisi kemerdekaan
Dengan kemampuan dan semangatmu
Ubah negeri ini menjadi pusat dunia
Bukankah bangsamu menunggumu
Menunggu torehan karya cipta
Buah fikir dan kreativitasmu
Membangun negeri ini
Lihatlah hamparan kekayaan tanah ini
Tanah pertiwi yang membentang
Yang utuh tangan-tangan pemuda negeri
Mewujudkan kesejahteraan hakiki
Wahai pemuda bangkitlah, bangunlah dari tidur panjang ini
Contoh 6: Pemuda oleh Balang Mardoki
Hentakan butiran air hujan di atas atap rumah
Ketika itu hujan di kala malam
Membangunkan dari lelapnya tidur
Dari mimpi indah tentang
Dunia yang damai, aman, dan sejahtera
Rintik hujan yang deras itu juga
Mengingatkan kita akan dunia yang sebenarnya
Belum ada kata tentram
Belum ada kata aman
Dan belum ada kata sejahtera
Keributan dan tuntutan masih banyak dilayangkan
Masih banyak rakyat yang risau
Terhadap dunia yang penuh dengan kekejaman ini
Masih banyak masyarakat yang mengeluh
Karena tidak bisa makan,
Anaknya tidak bisa sekolah
Uang yang seharusnya untuk rakyat
Namun menjadi milik pejabat saja
Dimana pemuda kita selaku penggerak?
Sebagai pembawa perubahan, pengontrol masyarakat
Ayo pemuda!
Tunjukan taringmu untuk membela rakyat
Semangatmu masih berkobar-kobar
Fisikmu masih kuat untuk membela rakyat
Tuntaskan ketidakadilan
Jadilah manusia yang bermanfaat untuk orang lain
(FHK)
Baca juga: 3 Contoh Pidato Sumpah Pemuda di Sekolah sebagai Referensi
