6 Doa untuk Pemimpin yang Zalim dalam Islam

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam Islam, pemimpin memiliki peran penting untuk mengatur dan membimbing umat dalam berbagai aspek kehidupan. Karena itu, seorang pemimpin diharapkan memiliki iman dan takwa, bersikap adil dan bijaksana, serta mampu menjalankan kepemimpinannya dengan baik.
Namun, pada kenyataannya, tidak semua pemimpin memiliki sifat yang terpuji. Ada kalanya sebuah wilayah dipimpin oleh sosok yang zalim, sewenang-wenang, dan tidak adil. Jika mengalaminya, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah berdoa kepada Allah SWT.
Doa ini dapat diamalkan oleh umat Muslim kapan saja, terutama setelah salat. Agar lebih mudah dalam mengamalkannya, berikut bacaan doa untuk pemimpin yang zalim yang bisa dibaca.
Bacaan Doa untuk Pemimpin yang Zalim
Mengutip buku Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VII karya H. Aminudin dan Harjan Syuhada, zalim merupakan perbuatan tercela yang wajib dihindari setiap muslim karena merugikan diri sendiri maupun orang lain, baik di dunia maupun di akhirat.
Untuk itu, ada doa yang dapat diamalkan untuk memohon perlindungan dari pemimpin yang zalim. Berikut ini bacaan lengkapnya:
Doa dari Al-Qur’an
1. Surat At-Tahrim Ayat 11
وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا لِّلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱمْرَأَتَ فِرْعَوْنَ إِذْ قَالَتْ رَبِّ ٱبْنِ لِى عِندَكَ بَيْتًا فِى ٱلْجَنَّةِ وَنَجِّنِى مِن فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهِۦ وَنَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Wa ḍaraballāhu maṡalal lillażīna āmanumra`ata fir'aụn, iż qālat rabbibni lī 'indaka baitan fil-jannati wa najjinī min fir'auna wa 'amalihī wa najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn.
Artinya: “Dan Allah membuat istri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata: "Ya Rabbku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam firdaus, dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.”
2. Surat Al-A'raf Ayat 47
وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَٰرُهُمْ تِلْقَآءَ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِ قَالُوا۟ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Wa iżā ṣurifat abṣāruhum tilqā`a aṣ-ḥābin-nāri qālụ rabbanā lā taj'alnā ma'al-qaumiẓ-ẓālimīn.
Artinya: “Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu.”
3. Surat Al-Mu'minun Ayat 94
رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِي فِي الْقَوْمِ الظَّلِمِينَ
Rabbi fa lā taj'alnī fil-qaumiz-zālimīn.
Artinya: "Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim."
4. Surat Al-Qashash Ayat 21
فَخَرَجَ مِنْهَا خَآئِفًا يَتَرَقَّبُ ۖ قَالَ رَبِّ نَجِّنِى مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ
Fa kharaja min-hā khā`ifay yataraqqabu qāla rabbi najjinī minal-qaumiẓ-ẓālimīn.
Artinya: “Maka keluarlah Musa dari kota itu dengan rasa takut menunggu-nunggu dengan khawatir, dia berdoa: "Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.”
Doa dari Hadits
1. HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 707
اَللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ، وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، كُنْ لِيْ جَارًا مِنْ (فُلاَنٍ بْنِ فُلاَنٍ)، وَأَحْزَابِهِ مِنْ خَلاَئِقِكَ، أَنْ يَفْرُطَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْهُمْ أَوْ يَطْغَى، عَزَّ جَارُكَ، وَجَلَّ ثَنَاؤُكَ، وَلاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allaahumma robbas-samaawaatis-sab’i, wa robbal ‘arsyil ‘azhiim, kun lii jaaron min (fulaanibni fulaan yaitu sebut nama penguasa tersebut fulan bin fulan), wa ahzaabihi min kholaa-iqika, an yafrutho ‘alayya ahadun minhum au yath-ghoo, ‘azza jaaruka, wa jalla tsanaa-uka, wa laa ilaaha illa anta.
Artinya: “Ya Allah, Tuhan Penguasa tujuh langit, Tuhan Penguasa ‘Arsy yang agung. Jadilah Engkau pelindung bagiku dari “Fulan bin Fulan” (yaitu nama penguasa tersebut), dan para kelompoknya dari makhluk-Mu. Jangan ada seorang pun dari mereka menyakitiku atau melampaui batas terhadapku. Sungguh kuat perlindunganMu, dan agunglah pujiMu. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau.”
2. HR. An-Nasa-i dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ جَوْرِ الْحُكَّامِ
Artinya: “Ya Allah, kami berlindung kepada-Mu dari kezaliman para penguasa.”
Ciri-ciri Pemimpin yang Zalim
Pemimpin yang tidak berintegritas, jauh dari nilai agama, dan mengabaikan kepentingan rakyat dapat menimbulkan kerugian bagi banyak orang. Karena itu, penting untuk mengenali ciri-ciri pemimpin zalim agar masyarakat dapat bersikap lebih waspada.
Dikutip dari buku berjudul Agar Pemimpin Dicintai Umat oleh Hafidz Muftisany (2025), berikut ciri-cirinya yang perlu diketahui.
Pemimpin yang tidak hanya keliru dalam pandangan, tetapi juga menyimpang dari jalan yang benar.
Pemimpin yang tidak memahami atau lemah dalam pemahaman ajaran agama.
Pemimpin yang menolak kebenaran dan justru menyerukan kemungkaran.
Pemimpin yang memberi ancaman serta tekanan kepada rakyatnya.
Pemimpin yang mengangkat orang-orang tidak baik serta mengabaikan nilai-nilai syariat.
Pemimpin yang bersikap keras dan represif dalam mengendalikan masyarakat.
Pemimpin yang berpura-pura beriman (zindik).
Pemimpin yang menipu atau tidak jujur kepada rakyatnya.
Baca juga: Bacaan Doa Terhindar dari Fitnah Dajjal untuk Diamalkan Umat Muslim
(RK)
