Konten dari Pengguna

6 Puisi Tahun Baru Islam untuk Menyambut 1 Muharram

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi masjid. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi masjid. Foto: Unsplash

Puisi merupakan sebuah karya sastra tertulis yang di dalamnya terkandung irama, rima, dan lirik dalam setiap baitnya. Puisi memiliki berbagai macam tema yang bisa ditulis, salah satunya mengenai Tahun Baru Islam.

Puisi selalu mengandung pesan yang ingin disampaikan penyair, begitu juga tentang Tahun Baru Islam. Puisi dengan tema ini umumnya mengandung pesan tentang perasaan umat Muslim dalam menyambut bulan Muharram.

Dalam penulisannya, puisi menggunakan kata-kata indah dan padat makna. Tentunya, puisi dengan tema Tahun Baru Islam memiliki makna yang mendalam pula. Seperti apa contoh puisinya?

Puisi Tahun Baru Islam

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut beberapa contoh puisi Tahun Baru Islam yang bisa dijadikan sebagai referensi:

1. Tahun Baru Hijriah

Berikut puisi karya Sidiq Nugroho yang dikutip dari Sajak Orang-Orang Sibuk oleh PPG UMP Prajabatan Pendidikan Bahasa Indonesia (2019).

Satu Muharam sudah kembali tiba

Satu tahun berjalan cepat tak terasa

Tahun baru Hijriah tiba kembali untuk diperingati

Dulu di sana sekarang di sini

Mengupayakan untuk menggapai mimpi

Mimpi yang tak pasti apakah benar-benar akan terjadi

Mengikuti omongan orang yang menyuruh ke kanan dan ke kiri

Satu Muharam kembali diperingati

Tapi tak kunjung menemukan atas apa yang dicari

Waktu terasa cepat berlalu

Ilmu dan pengetahuan serasa tidak ada yang baru

Hanya kesibukan yang seakan-akan terus memburu

Mengesampingkan bantu-membantu

Muharram yang dinanti

Akankah tahun depan nanti

Dapat berjumpa denganmu lagi

Dengan dambaan yang masih dicari

Dengan harapan yang terus meninggi

Ilustrasi buku puisi. Foto: Unsplash

2. Fajar Tahun Baru Hijriah

Berikut puisi yang dikutip dari Aku dan Engkau, Siapa? oleh Maman A. Majid Binfas (2017).

Setiap terbit fajar tahun baru Hijriah

Terkadang aku senyum ceria tanpa keluh kesah

Terkadang juga menangis histeris sendiri

Entah kenapa

Tanpa perlu mencari jawaban entah mengapa

Terkadang senyum ceria tanpa keluh kesah

Menyaksikan matahari dan bulan masih tetap utuh sejak dulu hingga kini

Terkadang ku menangis histeris sendiri

Teringat akan jejakku berufuk makin melampui matahari

Akan kekeliruan mungkin belum jua mampu lapuk termakan usia

Esok, masih adakah bulan purnama menjadi harapan baru

Akan bersemi bersama matahari pada tahun depan

Atau hanya namaku tertulis indah

Terpesona pada batu nisan

Selamat datang tahun Hijriah

Nan tak lekang seiring waktu mesti berlabuh

Bulan dan matahari juga mesti terus bertasbih

3. Tahun Baru Hijriah

Berikut puisi yang dikutip dari laman resmi SMP Al-Ghazali Kabupaten Sumenep.

Kini telah tampak hilal Muharam

Menyisakan kenangan masa silam

Telah memasuki gerbang kehidupan baru

Baik atau buruk pun belum tentu

Kehidupan silam hanya bisa dikenang

Sisa hidup pun kian berkurang

Tantangan hidup kian menjulang

Perjalanan hidup tak selalu senang

Doa dan nasihat terus mengalun

Menguntai makna yang penuh harap

Jalani hidup dengan semangat

Semoga Allah selalu menuntun

Menjauh dari hidup yang gelap

Hingga selamat dunia-akhirat

4. Resolusi Tahun Baru Islam

Berikut puisi karya Wayfarer yang dikutip dari Zocalo Poets.

Awal Muharram telah tiba

Alhamdulillah

Satu tahun lainnya kita telah bertahan

Tahun ini kita berusaha untuk menjadi jauh lebih baik

Lakukan semua salat kita tepat waktu

Lakukan banyak perbuatan baik di masa jaya kita

Beri zakat tanpa ragu

Sering-sering membaca Alquran

Perlakukan semua yang kita temui dengan kebaikan

Terus-meneruslah meminta pengampunan

Selamat Muharram untukmu

Jika Tuhan mengizinkan

Semoga semua doamu menjadi kenyataan

Ilustrasi menulis puisi. Foto: Unsplash

5. Tahun Baru Islam

Berikut puisi yang dikutip dari Sketsa Umpama Kumpulan Puisi oleh Agung Achmad Widjaja (2020).

Hari demi hari kita lalui

Bulan ke bulan kita jalani

Waktu terus beranjak

Tak terasa sudah akhir Zulhijjah

Tibalah tahun baru Islam

Tahun baru awal yang baru

Tahun baru kehidupan yang baru

Sungguh kesenangan yang menyelimuti Muslim

Terlepas dari kesenangan tersebut

Tahun baru harusnya diiringi doa

Doa memohon ampunan segala dosa

Doa memohon petunjuk di kemudian hari hingga di tahun baru

Sehingga kehidupan kita lebih bermakna dari tahun sebelumnya

6. Awal Muharram

Di awal Muharram

Tuhan memberi kesempatan

Kepada angin untuk mengubah arah

Kepada hujan untuk membanjiri telaga

Kepada belalang untuk menjajah

Kepada daun untuk berganti warna

Dan kepada orang-orang

Untuk bersyukur, bersyukur, dan bersyukur

Frequently Asked Question Section

Apa yang dimaksud dengan puisi?
chevron-down

Puisi merupakan sebuah karya sastra tertulis yang di dalamnya terkandung irama, rima, dan lirik dalam setiap baitnya.

Puisi Tahun Baru Islam itu seperti apa?
chevron-down

Puisi dengan tema Tahun Baru Islam umumnya mengandung pesan tentang perasaan umat Muslim dalam menyambut bulan Muharram.

Apa tema puisi yang bisa ditulis?
chevron-down

Puisi memiliki berbagai macam tema yang bisa ditulis, salah satunya puisi Tahun Baru Islam.

(SFR)