Konten dari Pengguna

7 Cara Merawat Kucing Tanpa Induk dengan Tepat

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Anak kucing yang baru lahir umumnya memerlukan perawatan yang intensif. Foto: Pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Anak kucing yang baru lahir umumnya memerlukan perawatan yang intensif. Foto: Pexels.com

Cara merawat kucing tanpa induk mungkin terdengar sulit, terutama untuk pengalaman pertama. Namun, dengan perhatian dan pengetahuan yang tepat, seseorang dapat memberikan perawatan yang baik untuk anak kucing tanpa induk.

Anak kucing yang baru lahir umumnya memerlukan perawatan yang intensif karena belum mampu bertahan hidup secara mandiri. Mereka masih tergantung pada induk untuk asupan makanan, kebersihan, dan kasih sayang.

Menurut Bayu R. Susetyo dalam buku Panduan Perawatan Kucing Persia, bayi kucing yang baru lahir hingga berusia satu minggu umumnya akan menyusu pada induknya setiap 2-3 jam sekali.

Jika ada anak kucing yang tidak memiliki induk, seseorang dapat mengambil tanggung jawab untuk memastikan kesehatan dan pertumbuhan yang baik baginya. Bagaimana caranya?

Cara Merawat Kucing Tanpa Induk

Untuk merawat anak kucing baru lahir tanpa induk, salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan memberikan susu formula. Foto: Pexels.com

Untuk merawat anak kucing baru lahir tanpa induk, salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan memberikan susu formula sebagai pengganti kolostrum dari induknya.

Susu formula ini dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak kucing yang tidak memiliki akses ke induknya atau jika induknya tidak dapat menyediakan susu yang cukup.

Selengkapnya, berikut cara merawat kucing tanpa induk yang dikutip dari buku Solusi Permasalahan Kucing yang disusun oleh drh. Widya Setiawati:

1. Beri Kolostrum Buatan

Kolostrum adalah susu khusus yang dihasilkan oleh induk kucing dalam beberapa hari pertama setelah melahirkan. Kolostrum mengandung nutrisi penting dan antibodi yang esensial untuk membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh anak kucing.

Jika tidak memiliki induk, maka penting untuk memberikan kolostrum buatan untuk anak kucing tersebut. Kolostrum buatan tersedia di toko hewan peliharaan atau bisa dibuat sendiri dengan bahan-bahan yang tepat.

2. Gunakan Air Hangat Saat Menyediakan Susu Buatan

Saat membuat susu buatan, pastikan untuk menggunakan air hangat. Sebab, air hangat membantu melarutkan susu dengan lebih baik dan membuatnya lebih mudah dicerna oleh anak kucing. Jangan gunakan air panas karena berisiko membahayakan anak kucing.

3. Sediakan Dot Khusus Kitten

Anak kucing mungkin kesulitan untuk minum susu buatan menggunakan sendok atau wadah lainnya. Sebagai antisipasi, sediakan dot untuk kitten yang dirancang khusus agar anak kucing bisa dengan mudah mengonsumsi susu tersebut.

4. Sesuaikan Takaran Susu sesuai Anjuran

Pastikan untuk mengikuti petunjuk dosis yang tepat saat memberikan susu buatan untuk anak kucing. Terlalu banyak atau terlalu sedikit susu buatan dapat berdampak buruk pada kesehatan anak kucing.

Baca Juga: Cara Menggemukkan Anak Kucing 1 Bulan dengan Cepat dan Mudah

5. Beri Rangsangan Kecil usai Diberi Susu

Ilustrasi cara merawat anak kucing tanpa induk. Foto: Pexels.com

Setelah anak kucing selesai meminum susu, berikan rangsangan lembut pada bagian anusnya menggunakan tisu basah. Hal ini dapat membantu menstimulasi proses pencernaan dan membantu anak kucing untuk buang air kecil dan besar.

6. Selalu Jaga Kebersihan Kucing

Pastikan untuk menjaga kebersihan anak kucing dengan membersihkan kotoran atau sisa susu yang mungkin menempel di tubuhnya. Gunakan kain lembut yang dibasahi air hangat untuk membersihkan tubuh anak kucing dengan lembut.

7. Cek Kesehatan Kucing secara Berkala

Lakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala pada anak kucing, termasuk memeriksa suhu tubuh, berat badan, dan tanda-tanda kesehatan lainnya. Jika ada gejala masalah kesehatan, segera hubungi dokter hewan untuk mendapatkan bantuan medis.

(SAI)