7 Contoh Cerita Liburan Sekolah ke Rumah Nenek sebagai Referensi Tugas

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setelah masa libur sekolah berakhir, guru biasanya meminta siswa menceritakan pengalaman mereka selama liburan berlangsung. Cerita tersebut dapat disampaikan secara tertulis di buku tugas maupun secara lisan di depan teman-teman sekelas.
Salah satu tema yang sering diberikan oleh guru adalah mengenai cerita liburan sekolah ke rumah nenek. Bagi siswa yang memerlukan referensi untuk menyusun cerita liburan sekolah dengan tema tersebut, simak beberapa contohnya berikut ini.
Contoh Cerita Liburan Sekolah ke Rumah Nenek
Cerita liburan sekolah ke rumah nenek termasuk ke dalam jenis teks narasi. Mengutip dari buku berjudul Bahasa Indonesia karya Nani Darmayanti (2008), teks narasi merupakan teks yang menceritakan suatu peristiwa atau kejadian secara runtut.
Dalam penyajiannya, teks narasi kerap disusun berdasarkan urutan waktu atau kronologi tertentu. Berikut beberapa contoh cerita liburan sekolah ke rumah nenek yang disadur dari laman Bookosmia For Kids By Kids dan sumber lainnya.
Cerita Pertama
Saat liburan, aku pergi ke rumah nenek yang tinggal di sebuah apartemen. Selama berada di sana, aku menghabiskan banyak waktu bermain dan melakukan berbagai kegiatan bersama nenek.
Nenek mengajakku bermain petak umpet dan membawaku ke kandang sapi untuk memberi makan ternak. Meski masih aktif bekerja, nenek tetap meluangkan waktu untuk menemaniku belajar membaca buku cerita. Ia juga mengajarkanku cara makan sendiri dan membimbingku berdoa setiap malam.
Sesekali, nenek memasakkan makanan lezat untukku. Ia juga mengajakku ke taman bermain yang memiliki perosotan, ayunan, dan jungkat-jungkit. Dari nenek, aku belajar banyak hal, terutama tentang sopan santun dan perilaku yang baik.
Aku selalu senang berlibur ke rumah nenek.
Cerita Kedua
Hari yang cerah dan indah di rumah nenek. Rumput masih berkilau setelah hujan semalam, dan daun-daun di pohon dipenuhi embun segar. Aku dan saudara-saudaraku sangat senang karena sedang liburan sekolah. Mereka asyik bermain bola tangkap di halaman.
Di rumah nenek, banyak sekali kegiatan seru yang bisa dilakukan. Ada rumput hijau untuk bermain, sungai kecil untuk berenang, buah-buahan yang bisa dipetik dan dimakan, pohon-pohon yang cocok untuk dipanjat, serta rumah nenek yang nyaman. Di sana juga ada banyak binatang seperti kuda, sapi, kambing, domba, anjing, kucing, dan ayam-ayam.
Sahabat terbaikku adalah seekor kuda bernama Bob yang pernah menyelamatkan tiga orang dari kebakaran. Setiap hari, kami menikmati makan siang lezat yang dimasak nenek dan bermain kartu bersama. Hari-hari biasanya diakhiri dengan jalan-jalan santai di tepi sungai sebelum tidur nyenyak.
Cerita Ketiga
Liburan terakhir sangat berkesan bagiku. Ayah mengajakku berlibur ke rumah nenek di sebuah desa di Kabupaten Padang Panjang, Sumatera Barat. Sebenarnya aku sudah lama tidak berkunjung ke sana, jadi kesempatan ini sangat menyenangkan.
Pagi-pagi pukul delapan, aku berangkat bersama ayah dengan mobil menuju rumah nenek. Setelah perjalanan selama sekitar empat belas jam, akhirnya kami tiba di sana. Hari pertamaku di rumah nenek kuhabiskan dengan mengobrol bersama nenek.
Keesokan harinya, keponakan ayah mengajakku ke sawah milik nenek. Kebetulan hari itu adalah waktu panen padi. Sawah nenek tidak jauh dari rumah, hanya beberapa menit berjalan kaki kami sudah sampai di lokasi. Banyak orang sibuk memanen padi di sawah nenek. Ada yang sedang memotong padi dan beberapa orang menggunakan alat pemipil padi untuk memisahkan gabah.
Hari ketiga, ayah mengajakku berkunjung ke rumah temannya yang berada di pinggir Danau Singkarak. Rumah tersebut terletak tepat di tepi danau sehingga kami bisa menikmati keindahan Danau Singkarak, danau terbesar kedua di Pulau Sumatera setelah Danau Toba di Sumatera Utara.
Pada hari berikutnya, aku menghabiskan waktu dengan bermain bersama teman-teman di desa. Mereka sangat ramah dan menyenangkan. Aku merasa seperti sudah berteman lama dengan mereka.
Di hari terakhir, aku merasa enggan meninggalkan desa nenek. Desa itu asri, penduduknya ramah dan gotong royong. Aku sempat berpikir ingin tinggal lebih lama di sana, tapi itu tidak mungkin. Pada sore harinya, aku kembali pulang bersama ayah.
Selama satu minggu aku berlibur di rumah nenek. Pengalaman ini sangat menyenangkan. Pada liburan sekolah berikutnya, aku akan meminta ayah untuk mengajak kembali berlibur ke rumah nenek.
Cerita Keempat
Saat libur sekolah, saya berkunjung ke rumah nenek dan merasa senang karena bisa berkumpul dengan keluarga besar. Kami bermain bersama dan kemudian pergi piknik ke Pangandaran. Perjalanan menuju Pangandaran cukup macet, sehingga kami sempat beristirahat sejenak di sebuah rumah makan. Sesampainya di sana, saya sangat senang karena akhirnya tiba di tujuan.
Saya mencari tempat penginapan dan akhirnya mendapatkannya. Setelah itu, saya langsung pergi ke pantai untuk bersenang-senang. Saya mencoba bermain selancar dan mengubur kakak saya dengan pasir. Kakak saya kesulitan bangun karena pasir yang menutupinya cukup tebal. Semua keluarga yang melihat kejadian itu pun tertawa. Kakak saya baru bisa bangun setelah air laut menyiram pasir yang menutupinya.
Setelah puas bermain di pantai, kami kembali ke penginapan untuk mandi dan bersih-bersih. Kemudian, kami pergi ke Cagar Alam untuk melihat monyet-monyet yang berkeliaran di sana. Kami memberi mereka makan dan setelah itu melanjutkan perjalanan ke Gua Lanang, tempat syuting film Nenek Lampir. Di sana kami berfoto dan menjelajahi gua tersebut. Setelah puas berkeliling, kami kembali ke penginapan, lalu pulang ke rumah nenek yang berada di Bandung.
Cerita Keenam
Suatu hari, saya bersama keluarga berlibur ke rumah nenek. Dalam perjalanan, saya melihat pemandangan yang sangat indah dengan gunung-gunung yang tinggi. Kami pergi naik mobil, dan saat tiba di sana, saya tak lupa mengucapkan salam. Kami kemudian diminta masuk ke dalam rumah.
Setelah beberapa saat, saya keluar untuk menikmati suasana yang sejuk di sekitar rumah nenek. Saya diajak bermain oleh teman-teman di sana, dan kami sangat gembira bermain bersama. Namun, karena cuaca di kampung nenek cukup dingin, ibu mengajak saya kembali ke dalam rumah agar saya tidak sakit.
Pada hari berikutnya, keluarga saya berencana pulang. Kami berpamitan kepada nenek dan teman-teman saya sebelum berangkat. Dalam perjalanan pulang, mobil kami kehabisan bensin sehingga harus berhenti di pom bensin untuk mengisi ulang. Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan dan sampai di rumah sekitar pukul satu dini hari, lalu langsung beristirahat.
Cerita Ketujuh
Ujian semester sudah selesai, sehingga liburan pun mulai tiba. Untuk mengisi waktu liburan, saya dan keluarga berencana menghabiskan beberapa hari di rumah nenek.
Rumah nenek terletak di Dataran Tinggi Dieng, yang memerlukan perjalanan selama beberapa jam untuk mencapainya. Sepanjang perjalanan, saya menikmati pemandangan hijau dari pepohonan yang tampak segar dan menyejukkan.
Sesampainya di rumah nenek, kami disambut dengan hangat oleh nenek dan kakek. Rumah nenek masih bergaya tradisional dengan bahan utama kayu jati dan cat cokelat yang membuatnya tampak nyaman dan asri.
Lokasi rumah yang dekat dengan persawahan membuat udara di sekitar terasa sangat segar dan sejuk. Bahkan air dari bak mandi atau kran terasa dingin sampai terkadang membuat tubuh menggigil.
Meskipun demikian, saya sangat menikmati waktu tinggal di rumah nenek. Sayangnya, kami hanya bisa berada di sana selama tiga hari karena ayah harus segera kembali ke kantor. Padahal saya berharap bisa berlibur lebih lama, minimal seminggu.
Baca juga: 2 Contoh Surat Pemberitahuan Libur Sekolah sebagai Referensi
(RK)
