Konten dari Pengguna

7 Contoh Puisi Hari Kartini yang Singkat dan Menyentuh Hati

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi puisi. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi puisi. Foto: Unsplash

Raden Ajeng Kartini merupakan tokoh penting yang selalu memperjuangkan hak perempuan Indonesia, terutama dalam hal pendidikan dan kesetaraan. Untuk menghormati jasanya, setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini.

Peringatan ini kerap dimeriahkan dengan berbagai cara, salah satunya lewat pembacaan puisi. Menurut sebagian orang, puisi bisa menjadi sarana yang efektif untuk mengungkapkan apresiasi terhadap perjuangan dan jasa-jasa Kartini.

Di samping itu, puisi juga dapat menginspirasi generasi muda untuk terus memperjuangkan kesetaraan hak perempuan. Bagi yang butuh referensi puisi untuk Hari Kartini, simak ragam contohnya lewat artikel berikut ini.

Contoh Puisi Hari Kartini

Ilustrasi contoh puisi Hari Kartini. Foto: Pexels

RA Kartini dikenal aktif menulis surat yang berisi gagasan dan pemikiran pribadinya kepada sahabatnya di Belanda. Surat-surat inilah yang kemudian dihimpun dan diterbitkan dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang.

Tak hanya mampu memengaruhi masyarakat di zamannya, gagasan Kartini juga mampu menginspirasi generasi masa kini. Banyak orang yang mengabadikan sosok kartini dalam karya sastra mereka, salah satunya lewat puisi.

Dirangkum dari buku berjudul Puisi untuk Ibu Kartini terbitan Jejak Publisher (2018), berikut beberapa contoh puisi Hari Kartini yang bisa dijadikan sebagai referensi:

1. Kartini Pengejar Mimpi

Oleh: Afif Maulana

Kartini kartini pengejar mimpi

Menyusuri bukit penuh duri

Memikul mimpi yang terangkai suci

Semangatnya membelah langit dan bumi

Menggoreskan pena di dalam hati

Kartini-kartini pengejar mimpi

Terbangkan nama ibu pertiwi

Melangkah kaki di atas lautan api

Tak gentar walau musuh menghalangi

Melangkah kaki dalam kesunyian diri

Kartini yang senantiasa mengejar mimpi

Takkan lupa akan janji suci nan abadi

Senantiasa menari sepanjang khatulistiwa

Senantiasa mengukir seluas samudera

Senantiasa bersimpuh dalam doa

Kartini-kartini pengejar mimpi

Ciptakan sejarah sepanjang masa

Tiupkan seruling syahdu irama

Sinarkan lentera terangi cakrawala

Berjuang dalam sepenuh nyawa

Kartini-kartini pengejar mimpi

Engkaulah wajah-wajah ibu pertiwi

2. R.A. Kartini

Oleh: Ahmad Maulana

Engkau adalah puteri yang berjiwa pahlawan

Rela mengorbankan jiwa, serta ragamu

Tak gentar melawan takdirmu

Untuk memajukan negara ini

Engkau adalah sosok srikandi

Yang rela mengorbankan harta, dan bendamu

Tidak pernah merasa letih dalam

Memperjuangkan negara ini

Engkau adalah pahlawan dari kaummu

Cita-citamu amatlah mulia

Demi mewujudkan tunas bangsa

Kebanggaan agama serta negara

3. Ksatria Wanita Indonesia

Oleh: Aisyah Nabilla

Ketika mereka menganggap wanita rendah

Disitulah kau memendam amarah

Ketika mereka berargumen wanita tak pantas sekolah

Kau datang berusaha mematahkannya

Kau datang menyelamatkan negeri ini

Dari tangisan wanita yang merindukan edukasi

Cita-citamu murni untuk negeri

Berjuang mengedepankan emansipasi

Kartini bagi perempuan laksana pahlawan

Kartini bagi perempuan laksana bintang

Kartini bagi perempuan laksana perwira

Kartini bagi perempuan laksana ksatria

Tak ada yang lebih berani darinya

Sang wanita perwira pahlawan negara

Sang wanita yang pantang mundur sebelum setara

Memperjuangkan hak-nya dengan jiwa dan raga

4. Wanita Berkebaya

Oleh: Alfaro Mohammad Recoba

Dua puluh satu April Tahun 1879 ia dilahirkan.

Bocah kecil bermata bulat berbinar memancarkan

Cahaya cemerlang, seolah menatap masa depan yang

Penuh dengan tantangan. Trinil, si ayah beri ia julukan

la datang mempelopori kesetaraan derajat,

Menumpas ketidakadilan mengenai adat.

Dengan pemikiran cerdas penuh inisiatif,

Dia akhirnya menjadi wanita inspiratif.

Wanita berkebaya, Raden Ajeng Kartini namanya.

Sang sosok pahlawan emansipasi wanita Indonesia.

Habis gelap terbit terang, inspirasi dari suratnya,

Dibaca sebagai sebuah roman kehidupan wanita.

"Aku mau." Motto hidupnya.

Di dalam hati wanita Indonesia,

Semangatmu masih tetap membara.

Walaupun memang engkau telah tiada.

5. Mengenang Kartiniku

Oleh: Alifia Intan Karima

Terngaung akan sebuah figur elok

Meraut nama dalam lintas sejarah

Tertutur indah santun dalam suatu pokok

Terajut keselarasan, membantang duka lara

Membungkam keselarasan sang ibunda

Menyakralkan kehangatan bunga negara

Terangi gelapnya isi bumi

Tentramkan hati, kaum insani

Bagai pendongkrak dunia

Runtuhkan ancaman kaum jahiliyah

Tegak kan kewajiban

Tuk hapus kemunafikan

Terlintas bayangan sosok kartini

Menguras problematika negeri nan pilu

Robohkan fitur anarki

Goreskan sejarah bak harum mewangi di bumi pertiwi

Ibu kartini..

6. Dia Pejuang Wanita

Oleh: Arita

Raden Ajeng Kartini…

Punya keinginan tak sekedar hiasan

Sosok pengubah hak kaum Indonesia

Bukan hanya mimpi untuk sekedar ilusi semata

Raden Ajeng Kartini…

Sosok pemberi tatanan baru

Selalu dan tetap mengayuh tanpa mengeluh

Selalu penuh kekuatan padahal tersembunyi kerapuhan Namun itu bukanlah sebuah alasan

Raden Ajeng Kartini…

Ingatanmu selalu diasuh dalam setiap waktu

Sungguh tak pernah terpikirkan

Pikiranmu selalu kau asah tanpa harus meluap

Tak pernah kunjung jatuh meraih sebuah ilmu

Semua kini berubah karena perputaran waktu

Takkan pernah binasa seperti abu

Karena ini anugerah dari perjuangan, cinta dan pasrah

Ada sesosok pejuang tangguh

Perubahan dalam berbagai evolusi

Itulah dirimu, Raden Ajeng Kartini

Sang pejuang hak kaum wanita

7. Antara Kartini dan Kita

Oleh: Ananda Cahyo Wibowo

Sajak ini adalah antara Kartini dan Kita

Antara Hawa dan merajut bangsa

Antara ambisi, impian dan cita

Aku membuka mata

Pada pena yang mengukir lembar

Bersiratkan hukum waris yang akan kami emban:

Mengabdi, dengan sabar berbakti pada negeri

Bernyanyi inspirasi, dengan tekun memberi dan berbagi Ketulusan hati, bagaimana ikhlas dalam menerima segala kehendak Ilahi: dan

Bermimpi. Ya, Mimpi

Akan menggapai angan yang kami gantung bersama cita dan harapan

Menebar kasih antara sukma dan raga, dalam

Merajut sutra pada zamrud khatulistiwa

Bait ini adalah antara Kartini dan Kita

Kita, Insan yang tak letih merayu Tuhan

Karena Kami tahu,

"Teruslah berharap dan berangan,

Selagi Engkau masih dapat bermimpi”

Baca juga: Lirik dan Not Pianika Lagu Ibu Kita Kartini

(RK)