7 Contoh Puisi Hari Kartini yang Singkat dan Menyentuh Hati

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Raden Ajeng Kartini merupakan tokoh penting yang selalu memperjuangkan hak perempuan Indonesia, terutama dalam hal pendidikan dan kesetaraan. Untuk menghormati jasanya, setiap tanggal 21 April, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kartini.
Peringatan ini kerap dimeriahkan dengan berbagai cara, salah satunya lewat pembacaan puisi. Menurut sebagian orang, puisi bisa menjadi sarana yang efektif untuk mengungkapkan apresiasi terhadap perjuangan dan jasa-jasa Kartini.
Di samping itu, puisi juga dapat menginspirasi generasi muda untuk terus memperjuangkan kesetaraan hak perempuan. Bagi yang butuh referensi puisi untuk Hari Kartini, simak ragam contohnya lewat artikel berikut ini.
Contoh Puisi Hari Kartini
RA Kartini dikenal aktif menulis surat yang berisi gagasan dan pemikiran pribadinya kepada sahabatnya di Belanda. Surat-surat inilah yang kemudian dihimpun dan diterbitkan dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang.
Tak hanya mampu memengaruhi masyarakat di zamannya, gagasan Kartini juga mampu menginspirasi generasi masa kini. Banyak orang yang mengabadikan sosok kartini dalam karya sastra mereka, salah satunya lewat puisi.
Dirangkum dari buku berjudul Puisi untuk Ibu Kartini terbitan Jejak Publisher (2018), berikut beberapa contoh puisi Hari Kartini yang bisa dijadikan sebagai referensi:
1. Kartini Pengejar Mimpi
Oleh: Afif Maulana
Kartini kartini pengejar mimpi
Menyusuri bukit penuh duri
Memikul mimpi yang terangkai suci
Semangatnya membelah langit dan bumi
Menggoreskan pena di dalam hati
Kartini-kartini pengejar mimpi
Terbangkan nama ibu pertiwi
Melangkah kaki di atas lautan api
Tak gentar walau musuh menghalangi
Melangkah kaki dalam kesunyian diri
Kartini yang senantiasa mengejar mimpi
Takkan lupa akan janji suci nan abadi
Senantiasa menari sepanjang khatulistiwa
Senantiasa mengukir seluas samudera
Senantiasa bersimpuh dalam doa
Kartini-kartini pengejar mimpi
Ciptakan sejarah sepanjang masa
Tiupkan seruling syahdu irama
Sinarkan lentera terangi cakrawala
Berjuang dalam sepenuh nyawa
Kartini-kartini pengejar mimpi
Engkaulah wajah-wajah ibu pertiwi
2. R.A. Kartini
Oleh: Ahmad Maulana
Engkau adalah puteri yang berjiwa pahlawan
Rela mengorbankan jiwa, serta ragamu
Tak gentar melawan takdirmu
Untuk memajukan negara ini
Engkau adalah sosok srikandi
Yang rela mengorbankan harta, dan bendamu
Tidak pernah merasa letih dalam
Memperjuangkan negara ini
Engkau adalah pahlawan dari kaummu
Cita-citamu amatlah mulia
Demi mewujudkan tunas bangsa
Kebanggaan agama serta negara
3. Ksatria Wanita Indonesia
Oleh: Aisyah Nabilla
Ketika mereka menganggap wanita rendah
Disitulah kau memendam amarah
Ketika mereka berargumen wanita tak pantas sekolah
Kau datang berusaha mematahkannya
Kau datang menyelamatkan negeri ini
Dari tangisan wanita yang merindukan edukasi
Cita-citamu murni untuk negeri
Berjuang mengedepankan emansipasi
Kartini bagi perempuan laksana pahlawan
Kartini bagi perempuan laksana bintang
Kartini bagi perempuan laksana perwira
Kartini bagi perempuan laksana ksatria
Tak ada yang lebih berani darinya
Sang wanita perwira pahlawan negara
Sang wanita yang pantang mundur sebelum setara
Memperjuangkan hak-nya dengan jiwa dan raga
4. Wanita Berkebaya
Oleh: Alfaro Mohammad Recoba
Dua puluh satu April Tahun 1879 ia dilahirkan.
Bocah kecil bermata bulat berbinar memancarkan
Cahaya cemerlang, seolah menatap masa depan yang
Penuh dengan tantangan. Trinil, si ayah beri ia julukan
la datang mempelopori kesetaraan derajat,
Menumpas ketidakadilan mengenai adat.
Dengan pemikiran cerdas penuh inisiatif,
Dia akhirnya menjadi wanita inspiratif.
Wanita berkebaya, Raden Ajeng Kartini namanya.
Sang sosok pahlawan emansipasi wanita Indonesia.
Habis gelap terbit terang, inspirasi dari suratnya,
Dibaca sebagai sebuah roman kehidupan wanita.
"Aku mau." Motto hidupnya.
Di dalam hati wanita Indonesia,
Semangatmu masih tetap membara.
Walaupun memang engkau telah tiada.
5. Mengenang Kartiniku
Oleh: Alifia Intan Karima
Terngaung akan sebuah figur elok
Meraut nama dalam lintas sejarah
Tertutur indah santun dalam suatu pokok
Terajut keselarasan, membantang duka lara
Membungkam keselarasan sang ibunda
Menyakralkan kehangatan bunga negara
Terangi gelapnya isi bumi
Tentramkan hati, kaum insani
Bagai pendongkrak dunia
Runtuhkan ancaman kaum jahiliyah
Tegak kan kewajiban
Tuk hapus kemunafikan
Terlintas bayangan sosok kartini
Menguras problematika negeri nan pilu
Robohkan fitur anarki
Goreskan sejarah bak harum mewangi di bumi pertiwi
Ibu kartini..
6. Dia Pejuang Wanita
Oleh: Arita
Raden Ajeng Kartini…
Punya keinginan tak sekedar hiasan
Sosok pengubah hak kaum Indonesia
Bukan hanya mimpi untuk sekedar ilusi semata
Raden Ajeng Kartini…
Sosok pemberi tatanan baru
Selalu dan tetap mengayuh tanpa mengeluh
Selalu penuh kekuatan padahal tersembunyi kerapuhan Namun itu bukanlah sebuah alasan
Raden Ajeng Kartini…
Ingatanmu selalu diasuh dalam setiap waktu
Sungguh tak pernah terpikirkan
Pikiranmu selalu kau asah tanpa harus meluap
Tak pernah kunjung jatuh meraih sebuah ilmu
Semua kini berubah karena perputaran waktu
Takkan pernah binasa seperti abu
Karena ini anugerah dari perjuangan, cinta dan pasrah
Ada sesosok pejuang tangguh
Perubahan dalam berbagai evolusi
Itulah dirimu, Raden Ajeng Kartini
Sang pejuang hak kaum wanita
7. Antara Kartini dan Kita
Oleh: Ananda Cahyo Wibowo
Sajak ini adalah antara Kartini dan Kita
Antara Hawa dan merajut bangsa
Antara ambisi, impian dan cita
Aku membuka mata
Pada pena yang mengukir lembar
Bersiratkan hukum waris yang akan kami emban:
Mengabdi, dengan sabar berbakti pada negeri
Bernyanyi inspirasi, dengan tekun memberi dan berbagi Ketulusan hati, bagaimana ikhlas dalam menerima segala kehendak Ilahi: dan
Bermimpi. Ya, Mimpi
Akan menggapai angan yang kami gantung bersama cita dan harapan
Menebar kasih antara sukma dan raga, dalam
Merajut sutra pada zamrud khatulistiwa
Bait ini adalah antara Kartini dan Kita
Kita, Insan yang tak letih merayu Tuhan
Karena Kami tahu,
"Teruslah berharap dan berangan,
Selagi Engkau masih dapat bermimpi”
Baca juga: Lirik dan Not Pianika Lagu Ibu Kita Kartini
(RK)
