Konten dari Pengguna

7 Film Mafia Terbaik yang Penuh Drama dan Aksi Menegangkan

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 5 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi film mafia terbaik. Sumber: Unsplash.com.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi film mafia terbaik. Sumber: Unsplash.com.

Film mafia merupakan salah satu genre paling ikonik dalam dunia perfilman. Genre ini berhasil memikat penonton lewat aksi yang intens dan drama psikologis tentang loyalitas, pengkhianatan, dan kekuasaan.

Dalam buku Kejahatan dan Pengadilan Internasional oleh Mangai Natarajan (2018), mafia digambarkan sebagai kelompok kriminal yang menjalankan bisnis ilegal dengan kekerasan. Kehidupan mafia yang penuh ketegangan membuat sebagian orang tertarik untuk menyelami profesinya lebih dalam.

Itu kenapa, film tentang mafia sering dipilih sebagai tontonan favorit bagi banyak orang. Jika butuh rekomendasi, simak daftar film mafia terbaik selengkapnya dalam artikel berikut!

Rekomendasi Film Mafia Terbaik

Ilustrasi film mafia terbaik. Sumber: Unsplash.com.

Berikut beberapa rekomendasi film mafia yang menyajikan cerita penuh intrik dan ketegangan:

1. I Care a Lot (2020)

Film I Care a Lot menceritakan Marla Grayson, seorang wali profesional yang memanipulasi hukum untuk mencuri aset milik lansia kaya. Ia menempatkan mereka di panti jompo dan menjual properti mereka demi keuntungan pribadi.

Namun, rencananya berantakan saat ia menargetkan Jennifer Peterson, seorang wanita yang ternyata terhubung dengan mafia Rusia bernama Roman Lunyov. Akibatnya, konflik berbahaya pun tak dapat terhindarkan.

Berkat akal cerdiknya, Marla berhasil mengatasi Roman dan bekerja sama dengannya demi menjadi seorang pengusaha sukses. Secara keseluruhan, film ini memadukan genre kriminal, drama, dan komedi yang sukses menyentil isu penipuan dan moralitas di dunia bisnis modern.

2. Night in Paradise (2020)

Film Night in Paradise mengikuti kisah Park Tae-goo, seorang mafia yang berambisi meninggalkan dunia kriminal demi merawat adiknya yang sakit. Namun, hidupnya hancur ketika adik dan keponakannya menjadi korban bom mobil. Peristiwa tragis ini membuat Tae-goo berniat melakukan balas dendam dan membunuh pemimpin organisasi musuhnya.

Untuk bersembunyi, Tae-goo pergi ke Pulau Jeju, tempat ia bertemu dengan Jae-yeon, seorang wanita dengan masa lalu kelam dan penyakit mematikan. Bersama Jae-yeon, ia berusaha melanjutkan aksi balas dendamnya.

Mereka terus-menerus dikejar oleh kelompok mafia. Film ini menyajikan gabungan aksi brutal dan hubungan emosional yang kuat di dunia kejahatan yang gelap.

3. The Irishman (2019)

Disutradarai oleh Martin Scorsese, film The Irishman menampilkan kehidupan Frank Sheeran, seorang veteran perang yang menjadi sopir truk, lalu beralih profesi sebagai pembunuh bayaran untuk mafia.

Diadaptasi dari buku I Heard You Paint Houses karya Charles Brandt, cerita ini mengeksplorasi hubungan Frank dengan bos mafia Russell Bufalino dan pemimpin serikat buruh karismatik, Jimmy Hoffa.

Penonton akan diajak melintasi beberapa dekade, menampilkan keterlibatan Frank dalam kejahatan, serta mengungkap misteri hilangnya Jimmy Hoffa.

Baca juga: 5 Rekomendasi Film Tentang Bodyguard Terbaik yang Heroik dan Menegangkan

4. The Gangster, The Cop, The Devil (2019)

Film mafia terbaik lainnya datang dari Korea Selatan berjudul The Gangster, The Cop, The Devil. Film ini menceritakan Jang Dong-soo, seorang bos gangster besar yang diserang oleh pembunuh berantai misterius.

Akibat serangan itu, reputasinya sebagai gangster yang paling disegani pun tercoreng. Di sisi lain, detektif bernama Jung Tae-suk berupaya untuk mengejar pembunuh berantai yang sama.

Meskipun berasal dari dunia yang berbeda, Dong-soo dan Tae-suk sepakat bekerja sama untuk menangkap pelaku. Dong-soo ingin balas dendam dan mengembalikan nama baiknya, sementara Tae-suk ingin menangkap pelaku untuk menyelesaikan kasus dan mendapatkan promosi.

Dalam prosesnya, mereka menghadapi banyak tantangan, seperti gangguan dari geng saingan dan bahaya dari sang pembunuh berantai. Film ini menggambarkan aliansi tidak biasa antara mafia dan polisi demi mengadili kejahatan seorang psikopat.

5. The Night Comes For Us (2018)

Ito, seorang pembunuh bayaran andalan kelompok Triad yang dikenal sebagai Six Seas, berkhianat setelah ia memilih untuk menyelamatkan seorang gadis kecil.

Keputusan itu menjadikannya target dari kelompoknya sendiri di Jakarta. Kini, dalam pelariannya, ia harus menghadapi rekan-rekan yang siap membunuhnya.

Film The Night Comes For Us juga menampilkan konflik antara Ito dan Arian, sahabatnya yang masih setia pada Triad. Penuh dengan adegan laga brutal dan berdarah, film ini menampilkan pertarungan sengit antara Joe Taslim (Ito) dan Iko Uwais (Arian).

6. Gun City (2018)

Berlatar di Barcelona pada tahun 1921, film Gun City bercerita tentang Aníbal Uriarte, seorang detektif yang dikirim ke kota untuk menyelidiki pencurian senjata dari sebuah kereta.

Dalam investigasinya, ia memasuki dunia bawah tanah berbahaya, dan bertemu inspektur korup, pemimpin gangster, hingga aktivis anarkis.

Uriarte harus berjuang di tengah konspirasi, pengkhianatan, dan kekerasan yang melibatkan polisi, kaum anarkis, dan para elite kota. Film ini mengisahkan tentang perjuangan Uriarte dalam menemukan senjata curian, yang bila tidak ditemukan akan memicu kekacauan.

7. Sicario (2015)

Film mafia terbaik terakhir adalah Sicario, film yang mengisahkan tentang agen FBI, Kate Macer, yang ditugaskan ke dalam tim rahasia untuk memerangi kartel narkoba di perbatasan AS-Meksiko.

Dipimpin oleh agen CIA Matt Graver dan seorang sosok misterius bernama Alejandro Gillick, misi mereka adalah menangkap para petinggi kartel dan membongkar jaringannya.

Seiring berjalannya waktu, Kate mulai mempertanyakan moralitas dari operasi tersebut. Ia menyaksikan kekejaman dan korupsi, lalu menyadari bahwa timnya menggunakan metode brutal yang melanggar hukum.

Film ini menunjukkan konflik batin yang dialami Kate, yakni harus menghadapi kenyataan pahit bahwa dalam perang melawan kejahatan, batas antara pilihan baik dan buruk menjadi sangat tipis.

(FHK)

Baca juga: 6 Rekomendasi Film tentang Sejarah dengan Latar Perang dan Perjuangan