7 Kesalahan dalam Berwudhu yang Kerap Dilakukan Umat Muslim

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Berwudhu merupakan salah satu amalan yang agung dalam ajaran Islam. Amalan ini menjadi salah satu hal penting dan sangat krusial bagi setiap Muslim yang ingin melaksanakan sholat.
Secara bahasa, wudhu berasal dari kata Al-Wadha’ah yang mempunyai arti kebersihan dan kecerahan. Sedangkan menurut istilah, wudhu ialah kegiatan bersuci menggunakan air untuk membersihkan anggota tubuh tertentu seperti wajah, dua tangan, kepala, dan kedua kaki untuk menghilangkan hadas.
Drs. Oan Hasanuddin dalam buku Mukjizat Berwudhu menyebutkan, salah satu dalil yang menjelaskan bahwa wudhu merupakan perkara penting dalam sholat adalah hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah.
“Tidak diterima sholat salah satu seorang dari kalian apabila ia berhadas, hingga ia berwudhu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadits di atas, para ulama sepakat bahwa tidak sah sholat seseorang jika dia tidak berwudhu. Maka, sudah selayaknya bagi setiap Muslim untuk memberi perhatian yang besar terhadap permasalahan bersuci dengan berusaha memperbaiki cara wudhunya.
Na, berikut adalah kesalahan dalam berwudhu yang sering umat Muslim lakukan. Apa saja?
Kesalahan dalam Berwudhu
Berikut kesalahan dalam berwudhu yang dikutip dari buku Dasyatnya Air Wudhu oleh Saiful Anwar Al Batawy:
1. Berwudhu dengan menggunakan air yang mubah
Mencuri merupakan perbuatan yang tidak baik dan hukumnya sudah jelas haram. Oleh karenanya, air hasil curian tentunya tidak sah digunakan untuk berwudhu.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah, “Sesungguhnya Allah Ta’ala itu Maha Baik. Dia tidak menerima sesuatu kecuali yang baik.” (HR. Muslim)
2. Adanya suatu hal yang menghalangi air sampai ke kulit.
Tidak sah wudhu seseorang yang memakai kutek atau yang lainnya sehingga dapat menghalangi sampainya air ke kulit.
3. Menghilangkan salah satu rukun berwudhu
Tidak sah wudhu seseorang apabila menghilangkan salah satu rukun berwudhu. Meskipun dalam berwudhu menghabiskan banyak air, apabila tidak tertib dalam melakukannya, maka wudhu itu akan sia-sia. Jika wudhunya tidak sah, otomatis sholatnya juga tidak sah.
"Diriwayatkan dari sahabat, bahwa Rasulullah pernah melihat seseorang melakukan sholat sedangkan pada punggung kakinya terdapat bagian yang tak terkena air wudhu seukuran uang dirham. Beliau memerintahkannya untuk mengulangi wudhu dan sholatnya." (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
4. Memisahkan antara kumur-kumur dan menghirup air
Cara mengambil air untuk dihirup selain dari air untuk berkumur adalah kesalahan yang hampir merata dilakukan masyarakat. Cara yang benar dijelaskan dalam hadits nabi tentang tiga cara dalam berkumur-kumur dan menghirup air, yaitu:
Berkumur-kumur dan menghirup air secara bersamaan
Berdasarkan hadits dari Abdullah bin Zaid, Rasulullah berkumur-kumur dan menghirup air dari satu telapak tangan. Beliau mengerjakannya sebanyak tiga kali. (HR. Bukhari Muslim)
Berkumur-kumur dan menghirup air secara bersamaan sebanyak tiga kali dari satu kali gayung air dengan satu telapak tangan
Cara ini diterangkan dalam hadist Abdullah bin Zaid. Rasulullah berkumur-kumur dan menghirup air lalu mengeluarkannya sebanyak tiga kali dari satu gayung. (HR. Bukhari)
Berkumur-kumur tiga kali lalu menghirup air tiga kali dari satu kali gayung
Hal ini dijelaskan oleh Ali bin Abi Thalib, Rasulullah memasukkan tangan kanannya dalam bejana lalu berkumur-kumur tiga kali dan menghirup air tiga kali. (HR. Abu Daud, An-Nasai)
5. Lalai dalam menyempurnakan wudhu
Ini adalah kesalahan terbesar dalam berwudhu. Apalagi ada anggota badan yang termasuk dalam rukun wudhu luput dari basuhan air, maka wudhu itu dianggap batal.
6. Mencuci anggota wudhu lebih dari tiga kali
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim, dari Utsman bin Affan, Rasulullah mencuci anggota wudhunya sebanyak tiga-tiga kali.
Sedangkan dalam hadist yang diriwayatkan Abdullah bin Zaid, terkadang Rasulullah mencuci anggota wudhunya dua-dua kali. Selain itu, dalam hadits yang diterangkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah kadang kali mencuci anggota wudhunya satu-satu kali.
7. Mengusap kepala tiga kali
Mengusap kepala sebanyak tiga kali juga termasuk kesalahan dalam berwudhu. Cara yang benar adalah mengusap kepala 1 kali ke belakang lalu ditarik ke depan, kemudian dilanjutkan dengan membasuh telinga.
Cara tersebut berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Zaid yang menuturkan bahwa Rasulullah mengusap kepalanya satu kali. (HR. Bukhari)
(IPT)
