7 Puisi Hari Pahlawan yang Bangkitkan Semangat Perjuangan

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Daftar isi
Daftar isi

Daftar isi
Hari Pahlawan diperingati setiap 10 November. Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menyemarakan peringatan tersebut, salah satunya yaitu dengan membaca puisi Hari Pahlawan.
Puisi Hari Pahlawan juga dapat dibagikan di media sosial untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan mengingat jasa para pahlawan.
Di bawah ini terdapat kumpulan puisi bertema pahlawan yang dapat dijadikan refrensi atau dibacakan di Hari Pahlawan.
Kumpulan Puisi Hari Pahlawan
Mengutip buku Menggores Tinta Puisi oleh Ahmad Wayudi, M.Pd., puisi adalah karya sastra yang berisi pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan kekuatan bahasa.
Puisi dapat mengangkat berbagai tema, misalnya tentang pahlawan untuk menyemarakan peringatan Hari Pahlawan. Menyadur buku Puisi Hari Pahlawan oleh Siti Isnatun dkk., dan Puisi Sejarah (130 Puisi Terbaik Lomba Tingkat Nasional) oleh Firmansyah dkk., berikut contoh puisi Hari Pahlawan:
1. Sepotong Sunyi di Taman Makam Pahlawan oleh Siti Isnatun M.
Di sebuah makam
jauh dari kehidupan
yang tersimpan hanyalah kenangan
akan keabadian yang temaram
Sepotong sunyi menepi
di antara nisan-nisan berjejer rapi
seolah jadi teman yang peduli
menyanyikan sepi tanpa henti
Berkalang tanah engkau para kebanggaan
tenggelam bersama keteladanan
betapa tamanmu kini sunyi dan sepi
seakan duniamu tlah ikut mati
Taman makammu makin tak terjamah
Perjuanganmu makin terlupa sejarah
Sungguh ironis dan menggugah
Semua terjadi saat jasamu terasa indah
Nisanmu yang dulu megah
kini tampak mulai layu dan jengah
bagai bunga kamboja berguguran ke tanah
tak terusik oleh deretan kisah
Sepotong sunyi terus menggelanyuti
taman makammu... wahai pahlawan negeri
Hati berbisik dengan sepi
akankah kami bisa berbagi
meski hanya kisah yang tak selesai
dari perjalananmu yang telah usai
2. Indonesia oleh Adi Yolandri
Indonesia,
Kemana hati kita tanam dalam-dalam
Dimana ruh kita simpan dalam dada
Dimana bangsa kau junjung tinggi
Indonesia,
Ingatlah Budi Utomo dan para pemuda dalam rumahnya
Ingatlah Soepomo, Syahrir, Soekarno dalam ide juangnya
Mereka belum mati
Ruhnya masih bersemayam di setiap nurani anak-anak bangsa
Semangatnya masih menggema dalam dada
Masihkah kita bertanya
Sudahkah kita merdeka?
Baca Juga: 7 Lagu Wajib Nasional untuk Memperingati Hari Pahlawan 10 November
3. Benteng Vandenburg oleh Endah Susanti
Tembok tebal yang menjulang
Saksi yang diam
Vandenburg, bukan hanya ruang kosong
Bukan hanya tempat penyimpanan mesiu dan senjata
Vandenburg adalah saksi
Saat Belanda memata-matai kota ini
Saat berperan sebagai rumah sakit tentara masa perang
Saat badan penuh luka dan rintihan dikorbankan
Tangisan, jeritan pilu, dan ketakutan akan kematian mengancam
Saat diam dalam perjalanan panjang kebohongan
Engkau tak semegah kini yang hanya disaksikan orang-orang yang tak tahu siapa sebenarnya dirimu
Engkatu tak semulus cat dindingmu kini yang telah dipoles berkali-kali
Benteng Vandenburg
Benteng yang pernah hancur oleh serangan pesawat perang
Benteng yang pernah diperebutkan dengan puluhan nyawa
Benteng yang pernah menjadi tempat tahanan politik yang menyimpan rahasia dengan menjadi saksi diam
Benteng yang di dalamnya menyimpan sejarah panjang perjuangan
Di balik tembok tebalmu ini tersimpan kejadian
Hingga kau jugalah yang menjadi bukti
Pada dunia jika semua adalah tipuan
Tembok tebal saksi yang diam
Vandenburg kini dan yang akan datang
Tetap akan diam dalam sejarah panjang
4. Goreasan Tinta oleh Aginta Purnama
Goresan tinta mewarnai
Secara kertas
Menghasilkan sebuah karya
Menghasilkan tumpukan tulisan
Yang menjadi kenangan
Otak,
Kadang bisa saja tak mengingat
Yang menorehkan goresan
Untuk dikenang
Perjuangan
Tak akan bisa luput dari pengorbanan
Yang akdang kita lupa
Telah menjadi sejarah
Yang telah memenuhi tumpukan tulisan
Untuk dikenang
Sejarah
Berjalan seperti air tenang
Tapi mengandung makna yang besar
Sampai kita terlena mengikuti arus goresan tinta itu
Kita hanyut dengan derasnya makna
Sejarah jangan pernah hati melupakannya
5. Doa Ibu Seorang Pejuang oleh Siti Isnatun M.
Tuhanku,
Hamba memohon kepada untuk anakku
Anak yang tlah pergi bersama waktu
Dalam perjuangan melawan serdadu
Tuhanku,
Ampunilah anakku
Kasihilah anakku
Dan kupasrahkan dia di tangan-Mu
Seandainya waktu bisa kembali
Pergi pun dia tak kan kuhalangi
Bahkan, semangat akan kuberi
Melawan penjajah yang menindas negeri
Tuhanku,
Ampunilah anakku
Terimalah amal kebaikannya
Berikan tempat-Mu yang terindah untuknya
dan terima kasih karna dia terlahir dari rahimku
terima kasih karna pejuang itu adalah anakku...
seorang yang amat kukasihi dan menjadi kebanggaanku
6. Histori Negeri oleh Andreas Agil Munarwidya
Tiga setengah abad dan seumuran jagung
penderita serta perjuangan berkelindan nyata
Dikisahkan dalam babad
Dikenang dalam kidung Nusantara
Maka akan kuceritakan padamu, bumiputra
dengan linang air mata
Soekarno-Hatta dan para kolega
Menaytu jiwa raga suci proklamasi
Lewat bambu lawan bayonet
Lewat takbir seruan massa
Lewat diskusi-diskusi panjang kemerdekaan
yang kini diluluhlantakkan keserakahan
Dalam catatan kita,
Budo Oetomo bukan Ferdy Sambo
Sumpah Pemuda bukan sumpah serapah
G3oSPKI dan Reformasi
212 juga Farel Prayoga,
membelajarkan jati diri bangsa
Maka sekali lagi, insan Indonesia
Mengheningkan ciptalah lalu bangkit berdiri
Jas merah dan pakaian takwa
Naikkan kasta Indonesia madani
Histori berulang,
bukan dengan titik tapi koma
7. Diambang Dualitas oleh Aulia Rahman Oktaviansyah
Untuk siapakah nyawaku ini?
Untuk siapakah ragaku ini?
Pahlawanku! Dulu mereka menyebutku begitu
Pahlawanku! Dulu mereka memuja dan menyanjungku
Pekik MERDEKA tak lagi kudengar
Semangat berjuang tak lagi kukobarkan
Aku hanyalah satu di antara pejuang yang terbebas dari peluru
Namun kini tergeletak dengan nafas yang memburu
Pertanda diri mulai lelah berpacu dengan waktu
Lanjutkan pejuanganku pekikku dalam hati
Jangan biarkan diri terjajah di negeri sendiri
MERDEKA atau MATI!
(NSF)
