Konten dari Pengguna

7 Puisi Kemerdekaan 4 Bait yang Sarat Makna

Berita Hari Ini

Berita Hari Ini

Menyajikan informasi terkini, terbaru, dan terupdate mulai dari politik, bisnis, selebriti, lifestyle, dan masih banyak lagi.

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Hari Ini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

17 Agustus adalah hari besar Indonesia yang memperingati kemerdekaan Indonesia. Foto: Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
17 Agustus adalah hari besar Indonesia yang memperingati kemerdekaan Indonesia. Foto: Unsplash.com

Ada banyak cara untuk merayakan kemerdekaan Indonesia 17 Agustus. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengobarkan semangat kemerdekaan adalah membacakan puisi kemerdekaan 4 bait.

Dikutip dari buku Top No 1 Ulangan Harian SMP/MTS Kelas 8 karya Tim Guru Indonesia, puisi empat bait merupakan jenis puisi yang terdiri dari empat bait di mana mana setiap bait biasanya terdiri dari beberapa baris atau larik. Puisi ini cenderung singkat dan padat, namun mengandung pesan mendalam dan bermakna.

Melalui puisi 4 bait bertemakan kemerdekaan, masyarakat bisa merenungkan kembali nilai-nilai kemerdekaan dan pengorbanan para pahlawan. Berikut beberapa contoh puisi kemerdekaan 4 bait yang penuh makna.

Kumpulan Contoh Puisi Kemerdekaan 4 Bait

Salah satu cara untuk merayakan Hari Kemerdekaan adalah dengan membaca puisi kemerdekaan 4 bait. Foto: Unsplash.com

Dirangkum dari buku Antologi Puisi Kemerdekaan oleh Alfin Nirhayatul Islamiyah, dkk. dan buku Puisi Kemerdekaan: Antologi Puisi oleh 17 Guru Indonesia, berikut kumpulan contoh puisi 4 bait yang cocok untuk dibacakan pada momen Hari Kemerdekaan RI:

1. Secarik Kain Berwarna Merah dan Putih - Nina Kardina

Secarik kain berwarna merah dan putih

Perlambang suci pertalian hati

Hati kami yang merindukan kemerdekaan dan kebebasan

Didekap lara pengorbanan sang kesatria bangsa

Secarik kain berwarna merah dan putih

Yang meminta darah, harta, dan nyawa

Yang memisahkan ayah, bunda, anak, dan kekasih

Pergi berjuang tuk kemerdekaan bangsa

Secarik kain berwarna merah dan putih

Biaskan warnanya di bumi persada

Geloranya gempitakan alam ini

Semangatnya menyatukan kita semua

Wahai merah putihku...

Teruslah berkibar di langit negeriku

Payungi aku dengan keteduhanmu

Semangati aku dengan keberanianmu

2. Pahlawanku - Yamin

Darah mengalir terus dikenang

Sengsara kehausan serta kelaparan

Langkah sedikit lengah

Terpeleset juang yang mendalam

Karena jasamu Indonesia mampu bernapas lega

Menghirup udara kebebasan

Aman dari sergapan senjata

Jauh dari serangan penjajah tak terduga

Tanpamu kami tidak tahu keadaan sekarang

Keberanianmu larut dalam darah juang

Kekuatanmu sekeras baja

Keyakinanmu kuat dalam hati sanubari

Pahlawanku...

Kau berikan kebahagiaan anak cucu bangsa

Kau tinggalkan kenangan sejarah tuk pijakannya

3. Bangga Bersamamu - Nina Kardina

Aku yang bangga bersamamu

Terlena dengan biru ombak lautan

Terlamun dalam hijau hutanmu

Laksana permadani dewa yang terhampar di hadapan

Aku yang bangga bersamamu

Terbuai oleh nyanyian dan senyuman ramah penduduk

Termegahkan oleh mutu manikam intan permata yang kau pendam

Laksana pendar intan permata sang raja

Aku yang bangga bersamamu

Terhanyut aliran sungai yang berkelok

Terhangatkan sinar mentari menyentuh lembut kulitku

Laksana hangatnya tatapan sang dewi

Aku yang bangga bersamamu

Termanjakan oleh indahnya warna-warni bunga

Terbius akan pesona fauna yang anggun nan memukau

Laksana lenggak lenggok penari

Indonesiaku... aku bangga bersamamu

4. 1708 - Ahmad M Mabrur Umar

1708

Sejarah negeri telah terukir dalam ribanya

Dahulu dijajah, kini lantang bersorak merdeka

Merah putih berkibar gagah penuh karisma

Salam satu semboyan Bhinneka Tunggal Ika

1708

Takkan rela terjajah lagi

Malam suram berganti cerah mentari pagi

Tidak lagi terdengar tangisan pertiwi

Datanglah segera, jangan ayal lagi

1708

Bukti sejati juang para pahlawan

Mengangkat bambu, bedil pun dilawan

Penjajah dilawan, negeri sendiri jadi kawan

Walau langit kelam berbalut pekat sang awan

1708

Jangan lagi, jangan ada lagi

Tumpah darah karena beda tak berperi

Bersatulah bangsaku seperti para terdahulu

Jangan ada jajah, pun dari bangsa sendiri

Baca Juga: 15 Pantun Kemerdekaan 17 Agustus yang Penuh Makna

5. Merdeka Itu Mahal - Ahza Purnama

Ilustrasi puisi kemerdekaan 4 bait. Foto: Unsplash.com

Jika kau ingin bebas

Jika kau ingin tak terikat

Jika kau ingin tak tertekan

Jika kau ingin hidup damai

Berarti kau ingin merdeka kawan

Tapi apa yang kau buat

Apakah sudah berkorban

Apakah sudah juang

Apakah sudah perang

Atau hanya berpangku tangan kawan

Tahukah kau

Ribuan jiwa runtuh tertimbun

Untuk membebaskan pertiwi dari penjajah keji

Walau darah membanjiri raga kawan

Ingat merdeka itu mahal

Jangan sia-siakan kemerdekaan ini

Merdeka itu tak bisa dibeli

Jangan samakan seperti roti

Merdeka itu sebuah ikatan hati

Dari pejuang untuk pertiwi

6. Kisah Tanah Legenda - Ayu Zagita

Manakala kisah terdahulu

Derai-derai merah menutup pertiwi

Pula penuh sesak jeritan pilu

Ulah momok yang menimbun peti

Bara serdadu kian beradu

Menepis ruam pada tungkai yang ruai

Lepas kepung daratan tanpa tandus

Tembang-tembang kemenangan menggema

"Merdeka!"

"Kita Merdeka!"

Tabuh gemuruh sukacita tergambar

Manakala pergumulan landai dan tumbang

Khatam sudah kisah tanah legenda

Lantas dilukis penuh tinta merah

Laksana bulan mengenang malam

Lencana terpatri menembus kalam

7. Mentari Indonesia - Bunda Azki

Derap langkah para penjaga paksa

Letupan senjata tanpa aksama

Ribuan nyawa hilang tanpa dosa

Hanya derai air mata yang berkuasa

Ketika doa dan air mata bersama

Penjuru bumi langit berkuasa

Sebilah bambu runcing mencakar angkasa

Kekuatan besar mencabar bumi seisinya

Merdeka, merdeka, merdeka

Peluh dan lara berganti indahnya nirwana

Luka tikam menganga berganti senyuman sukma

Ribuan dera tergantikan secercah sinar khatulistiwa

Kisah romansa akan indah pada waktunya

Bukan karena kamu dan aku saja

Namun korelasi keduanya

Karena kita sama, kita adalah Indonesia

(SAI)